Chirpstory will close the service later this year. At the end of September, you will not be able to post stories or comments.

Plt Dirut bjb Agus Mulyana, Aset bjb Tumbuh 8,3 % di Q3 2019

Plt Dirut bjb Agus Mulyana terdahulu yang kini menjabat direktur kepatuhan bank bjb diketahui telah berhasil menerapkan manajemen risiko yang sangat exellence di bank bjb.
0

Plt Dirut bjb Agus Mulyana terdahulu yang kini menjabat direktur kepatuhan bank bjb diketahui telah berhasil menerapkan manajemen risiko yang sangat exellence di bank bjb.

Plt Dirut bjb Agus Mulyana terdahulu menerapkan manajemen risiko yang excellance yang turut membuat kinerja bank bjb juga ikut-ikutan excellence. Data mencatat bank bjb berhasil menjaga non performing loan (NPL) pada level 1,7%. Angka ini lebih baik dari rata-rata NPL industri perbankan nasional hingga Mei 2019 yakni sebesar 2,61%.

Plt Dirut bjb Agus Mulyana memang memiliki kredibilitas dan kemampuan yang luar biasa dalam memimpin divisi kepatuhan. Ia berperan penting dalam meningkatkan kinerja bank pembangunan daerah terbaik di Indonesia ini. Kredibilitas itu sangat dibutuhkan oleh bjb untuk terus menjadi bpd terbaik di Indonesia. Tangan dingin Agus Mulyana juga mampu membawa bank bjb meraih penghargaan TOP GRC 2019 #4 Stars karena dinilai telah menerapkan manajemen risiko dan kepatuhan yang sangat baik. Penghargaan ini dinilai dari tiga aspek utama, yakni sistem, infrastruktur dan implementasi tata kelola perusahaan.

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) sendiri mencatatkan kinerja positif di triwulan III 2019 (Q3 2019). Nilai aset bank dengan kode emiten BJBR itu tembus di angka Rp 123,6 triliun, atau tumbuh sebesar 8,3 persen year on year.

Kinerja positif itu disampaikan jajaran direksi Bank BJB dalam Analyst Meeting Q3 2019 di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (30/10). Kinerja positif itu menunjukkan kondisi internal perusahaan yang sehat dan bersaing. Sejumlah indikator pertumbuhan itu, terlihat pada penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp 98,4 triliun atau tumbuh 10 persen yoy.

Pertumbuhan DPK ini berada di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional yang sebesar 7,62 persen per Agustus 2019.
Selain DPK, pertumbuhan terjadi pula pada kredit hingga 9,8 persen atau senilai Rp 81,5 triliun. Pertumbuhan pembiayaan itu tercatat lebih baik dibandingkan posisi triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 8,2 persen yoy.

Pertumbuhan total kredit Bank BJB berada di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional yang sebesar 8,68 persen per Agustus 2019. Penyaluran kredit bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masih menjadi daya dorong kinerja pembiayaan Bank BJB.

Kinerja bisnis tersebut membuat Bank BJB berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,1 triliun di triwulan III 2019. Berbagai hasil positif itu diperoleh berkat komitmen Bank BJB yang senantiasa meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Comment

No comments yet. Write yours!