4
Pieter Rotinsulu @crazysmartasian
Pengalaman gue ke 10 negara ASEAN: Sebuah Pembelajaran A THREAD!
Pieter Rotinsulu @crazysmartasian
Gue akan menceritakan sisi yang lain dari sebuah traveling, selain foto-foto dan pasang story di instagram. Semoga bisa jadi pembelajaran buat kita ya.
Pieter Rotinsulu @crazysmartasian
1. Singapura Singapura adalah negara di Asean yang menurut gue paling berkesan buat gue. Waktu kerusuhan May 1998 di Jakarta, keluarga gue exodus ke Singapura berbulan-bulan. Pemerintah Singapura cukup baik waktu itu. Memberikan shelter buat kita.
Pieter Rotinsulu @crazysmartasian
Selain itu, kebetulan abang sepupu gue juga kuliah di sini, jadi cukup sering lah gue bolak-balik ke sini. Gue gak akan cerita banyak tentang Singapura, soalnya orang Indonesia udah banyak yang ke Singapura. Gak gitu seru buat diceritain. Satu kesan gue buat Singapura: MAHAL
Pieter Rotinsulu @crazysmartasian
2. Malaysia Malaysia juga negara tetangga kita yang udah mainstream banget lah buat orang Indonesia jalan-jalan. Sama kaya Singapura, gue udah bosan ke Kuala Lumpur. Gue sering ke KL dulu buat transit.
Pieter Rotinsulu @crazysmartasian
Maklum ya, gue kan orang miskin, jadi kalau jalan2, biasanya naik AirAsia. Dulu Airasia itu belum di Bandara KLIA2, dulu masih di LCCT. Terminal LCCT ini lebih kaya terminal bus yang gede banget. Gue sering banget transit berjam-jam di Terminal LCCT.
Pieter Rotinsulu @crazysmartasian
Jadi dulu gue pernah ke Manila, Philippines naik AA, transit via KL 14 jam. Selama 14 jam ini, gue ngobrol banyak. Gue ketemu beberapa TKI di sini.
Pieter Rotinsulu @crazysmartasian
Gue pernah ketemu dengan seorang TKI, sebut saja namanya Pak Anto. Tentu saja ini bukan nama sebenarnya, karena gue juga udah lupa namanya. Udah bertahun-tahun lalu.
Pieter Rotinsulu @crazysmartasian
Pak Anto ini orangnya baik. Terlihat dari caranya ngomong. Pak Anto asal Gresik, dan dia lagi nunggu pesawat pulang ke Surabaya. Dia cerita, dia udah 8 tahun kerja di Malaysia. Dia pulang, dia kangen sama anaknya. Anaknya udah SMP waktu itu.
Pieter Rotinsulu @crazysmartasian
Oh ya Pak Anto ini kayanya beneran dari kampung. Bahasa Indonesia gak lancar. Dia ngomong pakai Bahasa Melayu dan Bahasa Jawa. Gue gak ngerti Bahasa Jawa dan kadang padanan kata dalam Bahasa Melayu itu berbeda dengan Bahasa Indonesia.
Pieter Rotinsulu @crazysmartasian
Jadi agak susah sebenarnya mengerti satu sama lain. Dia nunjukin mainan beberapa oleh-oleh buat keluarganya dia di kampung. Bayangin, udah 8 tahun dia gak ketemu anaknya
Pieter Rotinsulu @crazysmartasian
Waktu itu belum ada WA yang bisa video call. Waktu itu adanya chat via facebook. Gue memberanikan diri nanya ke Bapak ini. Begini percakapannya:
Pieter Rotinsulu @crazysmartasian
C: Pak, maaf kalau gak sopan. Boleh saya tanya berapa gaji TKI di sini? Kenapa banyak yang mau kerja di sini? A: Aku ni kerja dibayar 25 ringgit (75rb rupiah waktu itu) sehari. C: Oh kecil ya pak. Kenapa gak kerja di Jawa? A: Itulah, aku dulu pikir mungkin enak kerja kat sini.
Pieter Rotinsulu @crazysmartasian
C: Maksud Bapak A: Iya dik, aku kan tinggal di kampung. Orang kampung itu mikirnya kerja di LN itu banyak uang. Aku juga agak menyesal. Kerja, gaji sama aja kaya di Jawa, tapi gak ketemu keluarga 8 tahun. C: *diam tak berkata-kata*
Pieter Rotinsulu @crazysmartasian
Masih di Malaysia nih. Pernah di suatu siang, gue jalan-jalan di sekitar Terminal Puduraya di Kuala Lumpur. Depan terminal ini ada gang gitu, ada kedai makan. Waktu itu ada seorang ibu yang jaga kedai makan ini.
Pieter Rotinsulu @crazysmartasian
Ibu (I) ini nawarin dagangannya I: Ni yao chi fan ma? (Kamu mau makan?) C: Dui dui dui. (Ya) Ini orang ngomong bahasa mandarin dasar. Gue kira orang Tionghoa. Ternyata dia orang Melayu dari Medan. Iya guys, dia ternyata TKI juga.
Pieter Rotinsulu @crazysmartasian
Pas dia tahu kalau gue dari Indonesia, ceritalah dia banyak. Dia udah 17 tahun kerja di Malaysia. IYA GUYS!!! 17 tahun. Wow. C: Wow, ibu udah 17 tahun di Malaysia. I: Iya, umurmu berapa? Jangan2 pas kamu lahir ibu udah di Malaysia. C: *ketawa* I: Kamu jalan-jalan di sini?
Pieter Rotinsulu @crazysmartasian
C: Iya bu, saya jalan-jalan aja di sini. Ibu keluarganya pernah ngunjungin kah ke sini. Sudah 17 tahun. I: Hmm. Ibu sedih sebenarnya kalau ada orang Indonesia jalan-jalan sekeluarga. Ibu sedih soalnya ibu gak bisa jalan-jalan sama keluarga ibu. Anak ibu ini seusia kamu juga.
Pieter Rotinsulu @crazysmartasian
C: *gue mikir kalau gue kayanya salah ngomong, bikin orang sedih.* I: Ibu rindu anak ibu. Tapi kalau ibu pulang ke Medan, nanti siapa yang bayar kuliah dia. C: Ibu udah pernah pulang ke Medan selama tinggal di KL? I: Pernah sekali.
Pieter Rotinsulu @crazysmartasian
C: Luar biasa ya perjuangan ibu buat keluarga ibu. Pasti anak ibu bangga sama ibu pekerja keras kaya ibu ini. I: Makasih ya nak. Kamu sepertinya anak baik. C: Iya bu, depan orang baik kaya ibu, saya baik kok. Ahahaha. I: Eh tambah nih ayamnya. C: Makasih bu, makasih
Pieter Rotinsulu @crazysmartasian
Tiba lah saat gue selesai makan. C: Berapa bu totalnya. I: Gak usah. Gratis buat kamu. C: Kalau saya gak boleh bayar, besok2 saya gak mau makan di sini lagi. I: Okay. Semua totalnya 4 ringgit.
Pieter Rotinsulu @crazysmartasian
Gue tau ini harga terlalu murah. Biasanya makan nasi ayam dan sayur itu sekitar 8-10 ringgit di kedai makan pinggir jalan di KL. Gue tinggal uang 20 ringgit di mejanya. Dia mau kasih kembalian, tapi gue gak terima.
Pieter Rotinsulu @crazysmartasian
Pas gue mau pulang, gue bilang sama ibu ini. "Ibu, terima kasih karena telah memberikan perlajaran yang berharga mengenai perjuangan seorang ibu. Terima kasih. Semoga semua hal yang baik-baik terjadi untuk ibu dan keluarga." Dia respon: "Aamiin"
Pieter Rotinsulu @crazysmartasian
Lagi-Lagi masih di Malaysia. Waktu gue ke Malaysia naik bus dari Singapura lewat terminal bus Larkin di Johor Bahru, gue sedang duduk menunggu bus. Ketika menunggu bus ini, ada seorang ibu sendirian menunggu bus juga.
Pieter Rotinsulu @crazysmartasian
Ibu (R) ini angkat telepon dan bicara dalam bahasa Jawa. Oh orang Indonesia nih gue pikir. Gue ajak ngomong deh.
Load Remaining (124)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.