Chirpstory will close the service later this year. At the end of September, you will not be able to post stories or comments.

Dirut bjb Agus Mulyana, Pemkot Bengkulu Pinjam Dana ke BJB, Anggota DPRD Setuju

Dirut bjb Agus Mulyana terdahulu maksudnya adalah jadi plt dirut bjb yang kini menjabat direktur kepatuhan bank bjb diketahui telah berhasil menerapkan manajemen risiko yang sangat exellence di bank bjb.
0

Dirut bjb Agus Mulyana terdahulu maksudnya adalah jadi plt dirut bjb yang kini menjabat direktur kepatuhan bank bjb diketahui telah berhasil menerapkan manajemen risiko yang sangat exellence di bank bjb.

Dirut bjb Agus Mulyana terdahulu menerapkan manajemen risiko yang excellance yang turut membuat kinerja bank bjb juga ikut-ikutan excellence. Data mencatat bank bjb berhasil menjaga non performing loan (NPL) pada level 1,7%. Angka ini lebih baik dari rata-rata NPL industri perbankan nasional hingga Mei 2019 yakni sebesar 2,61%.

Dirut bjb Agus Mulyana memang memiliki kredibilitas dan kemampuan yang luar biasa dalam memimpin divisi kepatuhan. Ia berperan penting dalam meningkatkan kinerja bank pembangunan daerah terbaik di Indonesia ini. Kredibilitas itu sangat dibutuhkan oleh bjb untuk terus menjadi bpd terbaik di Indonesia. Tangan dingin Agus Mulyana juga mampu membawa bank bjb meraih penghargaan TOP GRC 2019 #4 Stars karena dinilai telah menerapkan manajemen risiko dan kepatuhan yang sangat baik. Penghargaan ini dinilai dari tiga aspek utama, yakni sistem, infrastruktur dan implementasi tata kelola perusahaan.

Di sisi lain kinerja bank bjb sangatlah baik dan jauh dari kasus apalagi tindak pidana korupsi dan kredit fiktif. Kepercyaan publik terhadap bjb juga tinggi. Baru-baru ini saja, Pemkot Bengkulu mempercayakan meminjam uang ke bjb.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu menyetujui rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu meminjam dana ke Bank Jabar Banten (BJB) sebesar Rp 300 miliar. Dana yang dipinjam itu akan digunakan menuntaskan pembangunan infrastruktur, termasuk pembangunan 1.000 titik jalan mulus di daerah ini.

Persetujuan itu diberikan DPRD Kota Bengkulu, setelah menggelar rapat paripurna membahas pinjaman pemkot setempat ke BJPB sebanyak Rp 300 miliar, Selasa (29/19/2019) sore. Dalam rapat tersebut, sejumlah 8 dari 9 fraksi yang ada di DPRD Kota Bengkulu, menyetujui rencana pemkot. Satu fraksi yakni PKS abstain.

8 dari 9 fraksi menyetujui rencana pinjaman pemkot sebesar Rp 300 miliar tersebut. Sesuai dengan hasil rapat paripurna 8 fraksi menyatakan setuju dan satu praksi anstain, tapi dengan catatan pinjaman harus benar-benar ditujukan untuk kepentingan masyarakat, dan pembangunan yang dilaksanakan berdampak langsung kepada masyarakat Kota Bengkulu.

Selain itu, DPRD Kota Bengkulu juga berharap dana pinjaman tersebut dimanfaatkan untuk mengatasi banjir yang kerap melanda sejumlah daerah di Kota Bengkulu.

Ada beberapa daerah di Kota Bengkulu, menjadi langganan banjir setiap musim hujan. Kita berharap dana pinjaman ini dapat digunakan untuk mengatasi daerah banjir tersebut, sehingga dana pinjaman ini dapat dirasanakan manfaatnya langsung oleh warga kota, khususnya yang rawan dilanda banjir saat musim hujan.

Rencana pinjaman Pemkot Bengkulu, di BJB sebesar Rp 300 miliar itu, akan dicicil selama 4 tahun, dan jumlahnya belum tentu persis sama dengan yang diajukan pemkot. Sebab, pinjaman tersebut, akan melalui perhitungan pihak Kemendagri dan Bank Jabar Banten (BJB), yang akan disesuaikan dengan kemampuan pemkot membayarnya. Pinjaman itu paling besar Rp 250 miliar karena akan disesuaikan dengan kemampuan pemkot membayar.

Seperti diketahui sebelumnya Pemkot Bengkulu akan meminjam dana kepada PT SMI, tapi rencana ini batalkan. Selanjutnya Pemkot Bengkulu, kembali mengajukan pinjaman ke BJB sebesar Rp 300 miliar. Dana pinjaman dari BJB ini akan digunakan untuk mempercepat pembangunan di Kota Bengkulu, khususnya infrastruktur dan pengaman banjir di daerah ini, termasuk program pembangunan jalan 1.000 titik muluas.

Comment

No comments yet. Write yours!