"Larangan Buku 'Propaganda OBOR' China Di Malaysia & Termakannya Kita Oleh Isu Radikal" by @JackVardan

BACA ~~> https://chirpstory.com/li/378814 Disclaimer: Isi & Tulisan Diluar Tanggung Jawab Peringkas & Foto Ringkasan Hanyalah Ilustrasi
1
// jax @JackVardan

Malaysia telah melarang buku komik setebal 164 halaman berjudul "Belt and RoadInitiative for Win-Winism," langkah ini untuk melawan propaganda pemerintahan komunis China. All about "card stacking". m.theepochtimes.com/malaysia-bans-…

26/10/2019 00:48:57 WIB
URL www.theepochtimes.com Malaysia Bans ‘Belt and Road’ Comic Book for Promoting Chinese Regime’s Ideologies Malaysia has banned a 164-page comic book titled “Belt and Road Initiative for Win-Winism,” in the latest pushback ... 268
// jax @JackVardan

Ini penampakan komik propaganda pemerintah komunis china yang dibuat lewat proxy mereka di Malaysia. pic.twitter.com/VHjUumxLhw

26/10/2019 00:57:25 WIB
Expand pic
Expand pic
Expand pic
// jax @JackVardan

Paling busuk adalah dari komik ini berbau rasis dan juga menyudutkan kalangan melayu umumnya serta kalangan islam. Propaganda busuk dengan pola "card stacking" dalam balutan islamophobia. Pola tren relijius persekusi kerap dimainkan oleh pemerintah china setiap project korporasi pic.twitter.com/TSTzgqC9n9

26/10/2019 00:59:34 WIB
Expand pic
// jax @JackVardan

Propaganda yida yilu dan juga hal berbau rasis disematkan dalam komik. pic.twitter.com/y274X0dd5V

26/10/2019 01:01:29 WIB
Expand pic
Expand pic
Expand pic
// jax @JackVardan

Proxy mereka mengadu domba antara muslim malaysia dan etnis keturunan di malaysia. Gua tegasin lagi. Setiap gua kritik negara komunis china. Bukan etnis, sebab kadang ada yang salah kaprah, bahwa kritik negara china benci etnis. Di malaysia kalangan etnis china juga mengutuk! pic.twitter.com/EEM4PcXhPG

26/10/2019 01:07:03 WIB
Expand pic
// jax @JackVardan

Prof Lim in Michigan, has told me, "Religious Persecution of China Government". 1. Control of leaders & places of worship. 2. “Thought reform” & “reeducation.” 3. Harsher penalties for disobeying restrictions 4. “Economic punishment, commodification, & exploitation.

26/10/2019 01:09:30 WIB
// jax @JackVardan

Jadi ketika ada narasi radikal dan terorisme. Curigalah, bahwa asing sedang mengadu domba kita yang beragama. Mengalihkan project demi project korporasi dan perampokan sumber daya alam. Tengoklah Rohingya, Syria, Afganistan, Pakistan, Libya, sebagian konflik agama afrika.

26/10/2019 01:11:12 WIB
// jax @JackVardan

Heu, bahkan pasca konflik Rohingya, dimana umat islam diadudomba dengan umat budha, kini keduanya terusir, dermaga migas dan sambungan pipanya berdiri menyambung ke Kunming, belum lagi project kereta indo-china; Laos, Thailand, Kamboja, Malaka. Semua terkoneksi ke Hambantota.

26/10/2019 01:13:26 WIB
// jax @JackVardan

Hambantota yang diambil alih oleh korporasi CMG asal China selama 99 tahun, tersambung ke Djibouti yang sudah berdiri pangkalan militer, lanjut masuk mediterania, dan lihat supply senjata di konflik Yaman dan juga Syria (Buka data armament research dipublish yang di London).

26/10/2019 01:15:10 WIB
// jax @JackVardan

Lanjut lagi lihat jalur Wakhan koridor, dan terkait afganistan, pangkalan militer boneka yang dibangun China terhubung hingga ke arah Xinjiang dengan sebelumnya pola "Ghost Town" dengan stigma radikal, ekstrimis, teroris disematkan. Mirip dengan yang terjadi pada Tibet.

26/10/2019 01:17:26 WIB
// jax @JackVardan

Jack, untuk titik Indonesia? Udah gua bilang ada 100 titik reklamasi beberapa tahun lalu, lebih detail lagi gua bahas perkara kepergian Lord Saurus ke Beijing dan Washington. Berapa milyar dollar nanti akan main. Sumatera, Sulawesi, Halmahera, Papua, bahkan calon ibu Kota baru.

26/10/2019 01:20:15 WIB
// jax @JackVardan

Sebuah utas. Dan telah diceritakan sejak beberapa tahun lalu. Tapi ya begitu, antara forecasting dan stigma halu yang digeneralisir. bit.ly/2NaROvq

26/10/2019 01:24:10 WIB
URL Twitter // Jax on Twitter “🔹Pembahasan Prof. Lim di Michigan terkait investasi China dan politik dalam negeri Malaysia jauh sebelum pemilu Malaysia. Read:”
// jax @JackVardan

Bisa gak mereka yang punya kemampuan big data, data scientist, agregator designer, kumpulin percakapan digital / berita, kelaparan, kekerasan remaja, kejahatan seksual, kriminal, kesehatan dan indikator lainnya. Jangan ujug-ujug radikal aja. Substansi akar radikalisme diabaikan.

26/10/2019 01:49:05 WIB
// jax @JackVardan

Kupas dan research frame lebih luas. Sehingga opini publik ke depannya tidak mudah diatur oleh para pebisnis atau penyedia layananan penggiring isu. Substansi terdistraksi dengan kata "viral" yang kini sudah masuk tahap tidak otentik.

26/10/2019 01:51:04 WIB
// jax @JackVardan

Pantau juga perkara isu pedo, kriminal, konflik agraria, indikator bangsa yang kadang diabaikan. Bahkan sebuah negara besar tidak sadar bahwa data pola konsumsi rakyatnya dicuri pihak luar. Untuk apa? Untuk menjajah ekonomi dan ketergantungan.

26/10/2019 01:55:01 WIB
// jax @JackVardan

Setelah data pola konsumsi mereka sedot, startup mereka kuasai dengan gelontoran dana, perubahan paksa terhadap budaya dan prilaku produktif, maka dengan mudah mereka menguasai pasar dan menjadikan bangsamu menjadi konsumtif dan ketergantungan.

26/10/2019 01:58:14 WIB
// jax @JackVardan

Dan mereka masih meributkan radikalisme, dengan abaikan sumber radikalisme lainnya yang kapanpun bisa meledak bersamaan. Bukan perkara agama, tapi perut yang lapar dan kesenjangan ekonomi yang terlalu tinggi.

26/10/2019 01:59:30 WIB
// jax @JackVardan

Analogi dari bisnis dan konflik, kau ciptakan monster kau datang menjadi pembasmi monster. Dan monster-monster itu diciptakan agar terlihat alami bahkan sekalipun sintetis, maka tugas media sebagai kosmetik yang membuat banyak orang percaya.

28/10/2019 00:00:27 WIB
// jax @JackVardan

Jika kau punya kepentingan, maka ciptakanlah merk dan kemas serta buat terkenal, seperti kata "radikal". Kelak merk itu akan laku dijual, agar terlihat sibuk, terlihat paling peduli. Tapi sayangnya para pembuat merk lupa akan dosis dan komponen lainnya. Awas overdosis.

28/10/2019 00:03:45 WIB
Load Remaining (5)

Comment

No comments yet. Write yours!