Memang Kenapa Kalau Janda? Perasaan Artis Nova Eliza Atas Statusnya dan Menyoal Stigma Negatif Janda di Indonesia

Janda sama terhormatnya dengan gadis atau perempuan menikah
0
Magdalene @the_magdalene

Indonesia-based feminist webmagazine. A slanted guide to women and issues. | For any inquiry send to editor@magdalene.co

https://t.co/jwYOs9zcyy

Magdalene @the_magdalene

Tentang stigma janda, saya tidak paham kenapa orang memberi label negatif terhadap kelompok ini. Terkadang menjadi janda atau perempuan kepala keluarga adalah satu pilihan untuk keluar dari lingkaran kekerasan. magdalene.co/story/memang-k…

25/10/2019 06:00:00 WIB

Awalnya adalah perbincangan dengan kawan, mengenai teman-teman kami yang akan berkunjung ke Tokyo, sebuah hal yang kami sambut dengan senang karena kami menanti pesanan kami, makanan khas Indonesia yang tiada duanya.

Perbincangan sampai pada topik tentang salah satu teman yang tak jadi liburan singkat ke Tokyo gara-gara kekasihnya tak mengizinkan di H-5 keberangkatannya. Tiket yang sudah dibeli satu tahun sebelumnya dan visa yang sudah di tangan, terhempas bersama titipan-titipan makanan yang sudah dipak di koper.

Saya sungguh penasaran kenapa temannya teman kami itu, Mbak P, tak jadi datang gara-gara persoalan sepele (menurut saya), dilarang kekasihnya. Kenapa Mbak P yang sudah siap dengan rencananya itu membatalkan begitu saja? Kenapa kekasihnya begitu brengseknya melarang orang jalan-jalan dengan uangnya sendiri? Kenapa Mbak P yang sudah bekerja sedemikian keras untuk membeli tiket ke Tokyo, kota impiannya itu, mau begitu saja disuruh kekasihnya?

Lalu mengalirlah cerita bahwa Mbak P yang berusia 30-an ini seorang perempuan yang karirnya sudah mapan. Tiba-tiba kekasihnya mengatakan akan datang ke rumahnya di hari yang sama dia seharusnya sedang berlibur di Tokyo. Kekasihnya mengirimkan "ancaman halus" akan meninggalkannya. Saya menimpali, kenapa tidak ditinggalkan saja, kekasih yang main larang-larang seenaknya, tidak bisa diajak berdiskusi. Hal ini menurut saya adalah indikasi awal akan adanya kekerasan-kekerasan selanjutnya. Teman saya menjawab, Mbak P tidak percaya diri dalam urusan relasi dengan kekasihnya, karena dia janda.

Sepuluh tahun yang lalu, saya bertemu dalam sebuah liputan dengan Nani Zulminarni, pendiri Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) yang merupakan jaringan komunitas perempuan di beberapa daerah di Indonesia. Saya tak hanya bertemu dengan Ibu Nani, tapi saya juga bertemu dengan ibu-ibu dari berbagai daerah yang menjadi janda, menjadi perempuan kepala keluarga dengan berbagai latar belakang: suami yang tak bertanggung jawab, konflik, dan sebagainya. Tak satu pun dari mereka, di tahun itu, yang merasa tersubordinasi karena mereka janda. Ibu-ibu yang sudah tak bersuami itu dengan penuh percaya diri dan mata berbinar bercerita tentang usahanya dan komunitasnya, tempat mereka saling berbagi.

PEKKA telah berdiri sejak 2001, dengan fokus pada penguatan kelompok perempuan yang menjadi kepala keluarga, agar mereka bekerja di sektor ekonomi dan percaya diri meski ada label yang diberikan kepada mereka, yaitu janda.

Pemulihan kepercayaan diri akibat stigma negatif dan tudingan miring tentang janda itu berjalan bersamaan dengan penguatan ekonomi, keterampilan dan pendampingan hukum yang menjadi program PEKKA. Hasilnya, saat itu, 10 tahun yang lalu, saya melihat sosok para ibu, perempuan kepala keluarga, yang janda itu menjadi percaya diri. Mereka percaya diri karena mereka bekerja, mereka berbagi cerita, mereka melihat masa depan dan mematahkan semua label tentang janda yang dicapkan pada mereka.

Ibu-ibu paruh baya yang saya temui 10 tahun yang lalu itu membuktikan bahwa tak ada yang salah dengan janda. Mereka bisa bekerja, menyekolahkan anak mereka, dan memilih laki-laki yang akan mereka jadikan pendamping. Ibu-ibu ini datang dari berbagai daerah di Indonesia, dengan jangkauan informasi yang mungkin kurang maksimal dibandingkan saat ini.

Kenapa di tahun 2016 ini, seorang perempuan berusia 30, yang menjadi janda karena suaminya tak bertanggung jawab, yang memiliki karir yang bagus, yang tinggal di perkotaan dengan akses informasi yang memadai, tidak percaya diri karena status jandanya? Kenapa dia takut kalau kekasihnya meninggalkannya? Kenapa dia tak mengejar mimpinya? Banyak sekali pertanyaan kenapa di kepala saya. Saya bingung.

Mungkin kampanye dan penyadaran tentang perempuan kepala keluarga, tentang perspektif gender, tentang anti-kekerasan terhadap perempuan, tentang kekerasan dalam rumah tangga, harus lebih gencar lagi dan menarik untuk kelompok kelas menengah. Kelas menengah yang dianggap memiliki informasi memadai dan memiliki banyak pilihan ini, tampaknya terselip di antara maraknya kampanye yang banyak dilakukan untuk kelompok yang lebih rentan.

Tentang stigma janda, saya memang banyak menemukan komentar sinis dan negatif lalu-lalang di media sosial mengenai janda. Saya juga tidak paham kenapa orang memberi label negatif terhadap kelompok ini. Terkadang menjadi janda atau perempuan kepala keluarga adalah satu pilihan untuk keluar dari lingkaran kekerasan. Dan itu tak mudah. Cobalah cari alias Googling kata kunci Nani Zulminarni dan Perempuan Kepala Keluarga, bacalah dan Anda akan tahu cerita banyak perempuan kepala keluarga yang berjuang untuk melanjutkan hidupnya. Tak ada salahnya jadi janda.

Buat Mbak P, saya berharap Anda tidak menikah dengan kekasih Anda itu, yang menghalangi Anda pergi ke kota impian dari dulu. Karena perbuatan kekasih Anda itu adalah awal dari kekerasan dan membuat Anda tersubordinasi.

Sampai ketemu di Tokyo, Mbak!

Khairil Anwar @R_Riil

@the_magdalene Mungkin ada penyeragaman mimpi yang dipaksakan. Sekolah, bekerja, menikah, punya anak sebagai sebuah kesuksesan hidup.

25/10/2019 11:13:21 WIB
Mario Siswanto @mariosisw

@the_magdalene Saya lajang 25th, pacar saya janda anak 3 usia 34, and i love her a lot. Mencintai kurang dan lebihnya, anak2nya, masa lalunya, kehidupannya, semuanya. She's amazing for me.

25/10/2019 21:06:00 WIB
♻️ @adisshita

@the_magdalene curi dengar, ada laki2 dengan entengnya bilang "nih kalo ngedeketin janda apalagi janda muda udah punya anak tuh lebih gampang deketinnya daripada yg belum nikah, soalnya pasti doi mikir siapa yg mau sama dia dgn kondisi kaya gitu". mau ngajak ribut rasanya, tapi apa daya.

25/10/2019 12:07:07 WIB
BonBon🍭 @bonitamore_

@the_magdalene Ibu saya janda, tp beliau dengan kerja kerasnya menyekolahkan kami 4 org anaknya, bahkan sampai kakak perempuan sy menjadi PNS. Ibu saya seorang diri diperantauan kini kami tinggal, jauh dr orgtua dn saudaranya. Tp Ibu kami, adl janda yg luar biasa kuat 😊😇

25/10/2019 12:35:02 WIB
Aolady ♑💙 @aolady_5

@the_magdalene Padahal menjanda itu tugasnya dobel beratnya, masih juga dikasih stigma jelek ama kaum2 tertentu. Smh.

25/10/2019 10:58:26 WIB
denvy zhang @denvydelune

@the_magdalene Setuju, sy punya sahabat yg menikah 5 thn tapi tdk bahagia dan ada unsur KDRT jg. Saat dia memutuskan bercerai, sy kasi dukungan moral. Skrg karirnya malah nanjak, lbh sukses.

25/10/2019 11:52:13 WIB
𝘤𝘪𝘵𝘢 @magnoliarainyy

@the_magdalene Eh emak gue jadi janda malah cari duit sendiri lebih hepi kelihatannya

25/10/2019 12:47:43 WIB
𝘤𝘪𝘵𝘢 @magnoliarainyy

Ngga tau kenapa tau2 keinget mak nyak bilang, jage jage jadi jande :((

25/10/2019 12:57:54 WIB
nopiyek @nopiyekpiyek

@the_magdalene @potrehkoneng Jadi ingat nokdu 😁 aq pikir tentang dia coop...

25/10/2019 12:36:19 WIB
Nova Eliza @novaeliza

Aktris & Founder Suara Hati Perempuan •IG : @novaelizastory & @suarahatiproject • +62 816 17671982 • novaelizainfo@gmail.com

Nimas @Nimatzsche

@novaeliza @the_magdalene yup. sy juga janda, dan membuat anakku bahagia. ☺️

25/10/2019 11:15:44 WIB
Jais Rambong @JaisRambong

@novaeliza Kakak memang the best, Janda atau perawan tidak masalah. Yang penting kebaikannya..sukses kakak dari sagoe Pidie 👍👏👏

25/10/2019 09:33:06 WIB
bayo panjojor dalimunthe @bayopanjojor

@novaeliza Stigma, penilain atau image, itu terjadi karena realitas, tidak bisa di rekayasa. Beda dengan famor, ini bisa di rekayasa. Jadi butuh evaluasi kenapa negatif, negatifnya itu apa saja, itulah yang harus di rubah.

25/10/2019 12:26:51 WIB
jonas tjahjadi @jonastjahjadi

@novaeliza Kamu kan janda bermata indah, jeng... Hehehe....

25/10/2019 16:27:39 WIB
Pandawa Satu @diditkhan1979

@novaeliza Semoga semuanya berbahagia ....tak penting dgn status apa 🙏

26/10/2019 07:32:17 WIB

Comment

No comments yet. Write yours!