Plt Dirut bjb Agus Mulyana, Pekerja Migran Asal Jabar Mulai Dapat KUR Bank BJB

Eks PLT Dirut bank bjb, Agus Mulyana pernah dipanggil Polisi terkait masalah dengan PT SIB. Namun Bekas Plt Dirut bjb Agus Mulyana malah mangkir dari panggilan.
0

Eks PLT Dirut bank bjb, Agus Mulyana pernah dipanggil Polisi terkait masalah dengan PT SIB. Namun kabarnya Bekas Plt Dirut bjb Agus Mulyana itu mangkir dari panggilan.

Plt Dirut bank bjb Agus Mulyana yang kini menjabat direktur kepatuhan bank bjb diketahui telah berhasil menerapkan manajemen risiko yang sangat exellence di bank bjb. Ke-excellance-nan tersebut turut membuat kinerja bank bjb juga ikut-ikutan excellence. Data mencatat bank bjb berhasil menjaga non performing loan (NPL) pada level 1,7%. Angka ini lebih baik dari rata-rata NPL industri perbankan nasional hingga Mei 2019 yakni sebesar 2,61%.

Mantan Plt Dirut bjb Agus Mulyana memang memiliki kredibilitas dan kemampuan yang luar biasa dalam memimpin divisi kepatuhan. Ia berperan penting dalam meningkatkan kinerja bank pembangunan daerah terbaik di Indonesia ini. Kredibilitas itu sangat dibutuhkan oleh bjb untuk terus menjadi bpd terbaik di Indonesia. Tangan dingin Agus Mulyana juga mampu membawa bank bjb meraih penghargaan TOP GRC 2019 #4 Stars karena dinilai telah menerapkan manajemen risiko dan kepatuhan yang sangat baik. Penghargaan ini dinilai dari tiga aspek utama, yakni sistem, infrastruktur dan implementasi tata kelola perusahaan.

Sementara itu, Balai Latihan Kerja Perkerja Migran Indonesia (BLK PMI) menutup pelatihan calon pekerja migran Indonesia (PMI) angkatan V jabatan manufaktur dengan negara penempatan Jepang, Selasa petang (22/10). Menurut Kepala BLK PMI Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jabar untuk mewujudkan migran juara, pihaknya menjalin kerja sama dengan banyak pihak. Di antaranya Bank BJB. Salah satu bentuk kerja samanya adalah setiap peserta pelatihan mendapatkan rekening tabungan dan menjadi nasabah Bank bjb.

"Bahkan, mulai November 2019 Bank bjb akan mulai menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) PMI yang akan diberikan kepada calon PMI yang akan berangkat ke luar negeri," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, ada juga penyerahan kontrak kerja bagi peserta yang diberangkatkan ke Jepang. Selain kontrak kerja, diserahkan pula tiket penerbangan cpmi, visa, paspor, dan buku tabungan bank BJB.

Pelatihan PMI asal Jabar tersebut, dilaksanakan selama 21 (dua puluh satu) hari bagi sebanyak 20 (dua puluh) peserta. Yakni, dengan tingkat pendidikan SMK 5 orang, SMA 14 orang dan D3 1 orang. Peserta tersebut, berasal dari beberapa kabupaten/kota di Jabar. Yakni, terdiri dari Cirebon, Garut, Indramayu, Majalengka, Cianjur, Purwakarta, Tasikmalaya dan Subang.

Pelatihan pada calon pekerja migran, kata dia, rutin digelar dalam upaya mendukung program Pemprov Jabar mempersiapkan pekerja migran yang berkualitas. Serta meningkatkan kualitas pekerja migran yang berdaya saing dan berkompetensi sesuai persyaratan yang dibutuhkan negara penempatan.

Harapannya, para alumni pelatihan pekerja migran ini kemampuannya bisa terus ditingkatkan. Selain itu, mereka pun dilatih agar bisa menjaga etika, kehormatan, kredibilitas diri, keluarga, bangsa dan negara. Stakeholder lainnya pun, kata dia, seperti BPJS memastikan PMI mendapatkan perlindungan dan jaminan. Yakni, baik dari Kecelakaan Kerja, Meninggal Dunia maupun Jaminan Hari Tua.

PMI merupakan pahlawan Devisa dan Duta Bangsa yang dilindungi oleh undang undang No 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Aturan tersebut, poin pentingnya adalah calon PMI wajib dilatih oleh BLK Pemerintah dan BLK swasta yang sudah terakreditasi.

Comment

No comments yet. Write yours!