0
ʙᴏɪ. 🥏 @sadnessandchill
Aku mengintrogasi seorang Psikopat. Dan Itu adalah introgasi terakhirku. -a story thread. pic.twitter.com/Sewvb2RCst
Expand pic
ʙᴏɪ. 🥏 @sadnessandchill
"Mr. Woods, aku Detektif Brandon Hill." Dia hanya menatapku. Dan lampu di atas kami berkedip sebagai pengingat anggaran departemen kami sedang buruk. Kami baru saja menangkapnya beberapa saat yang lalu, mengintai di sekitar sekolah Riverport.
ʙᴏɪ. 🥏 @sadnessandchill
"Anda telah ditangkap karena pembunuhan tujuh orang di daerah Riverport." Aku mengetuk jari telunjuk ku di lidah dan membalikan beberapa file di atas meja yang berisi gambar para korban yang mengerikan. Dia hanya melihat ke bawah dan menatap mereka. Dia tampak bangga.
ʙᴏɪ. 🥏 @sadnessandchill
"Katakan padaku," aku mulai, menggeser kursiku lebih dekat ke meja yang dingin di antara kami. "Melihat semua ini, bagaimana perasaanmu?" Dia terdiam sesaat dan tersenyum.
ʙᴏɪ. 🥏 @sadnessandchill
Kemudian, dia perlahan-lahan mencondongkan tubuh ke depan dan menundukkan kepalanya sampai dagunya nyaris menyentuh meja dan, matanya menatap tajam ke arahku, menjawab, "Hmmm yang ku rasakan?"
ʙᴏɪ. 🥏 @sadnessandchill
Aku menelan ludah. "Ya, bagaimana perasaanmu tentang apa yang kau lakukan?" "Apa artinya itu?" Aku menyadari konyolnya pertanyaan itu. Aku sedang berbicara dengan seseorang yang tidak memiliki emosi, yang membunuh orang-orang seperti sedang menepuk lalat.
ʙᴏɪ. 🥏 @sadnessandchill
Tetap saja, dia bermain-main denganku. "Aku tidak mengerti pertanyaanmu detektif" dia melanjutkan, berusaha menyembunyikan senyumnya.
ʙᴏɪ. 🥏 @sadnessandchill
Mr. Woods (Keith Woods) adalah salah satu tersangka paling bersih yang pernah ku temui. Rambut hitam pekat sedikit miring di dahinya dan hampir memenuhi alisnya yang tebal. Kuku-kukunya dipangkas dengan sempurna dan wajahnya bersih. Dia mengenakan kemeja putih dan jeans hitam.
ʙᴏɪ. 🥏 @sadnessandchill
Dia mengenakan kemeja putih dan jeans hitam. Aku melanjutkan pertanyaanku.
ʙᴏɪ. 🥏 @sadnessandchill
“Kami tidak sering memiliki pria muda sepertimu duduk di sini, terutama yang baru lulus dengan gelar magisternya. Di ruang interogasi. Diborgol.” Aku duduk kembali dengan tangan bersilang, menunggu jawabannya.
ʙᴏɪ. 🥏 @sadnessandchill
Kemejanya yang berkancing putih hampir bersinar di lampu-lampu di ruangan itu. Aku duduk di sana sejenak dan membayangkan, tidak ada noda atau setitik pun debu di atasnya. Namun pada kenyataannya, dia diwarnai oleh darah korbannya.
ʙᴏɪ. 🥏 @sadnessandchill
"Aku tidak merusak hidupku," jawabnya. "Aku tidak bisa mengatakan hal yang sama kepada korbanku HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA" dia tiba-tiba tertawa terbahak-bahak.
ʙᴏɪ. 🥏 @sadnessandchill
Aku dan para petugas yg mengawasi dari sisi lain dari cermin satu arah merasa jijik. Aku kemudian mengambil kembali file-file yang aku taruh di hadapannya, memeriksa foto untuk terakhir kalinya.
ʙᴏɪ. 🥏 @sadnessandchill
Seorang anak laki-laki berusia 19 tahun, Thomas Goodman, dipukuli sampai mati oleh pria ini. Kemudian dia mengirimkan sebuah amplop ke rumah orang tua anak itu pada pagi Natal.
ʙᴏɪ. 🥏 @sadnessandchill
Aku melanjutkan pertanyaanku. "Mr. Woods, ceritakan tentang Jessica Lopez." Seringai kecil muncul di wajahnya. Dia duduk kembali dan mengetuk sepatu yang mengkilap ke lantai, seolah berpikir. "Kenapa dengan dia?" "Apa yang kamu lakukan padanya? Apakah kamu ingat?"
ʙᴏɪ. 🥏 @sadnessandchill
“Tentu saja aku ingat detektif. Faktanya" Dia membuka mulutnya dan menggigit giginya, rantai borgolnya berderak "Aku masih bisa merasakannya di mulutku! HAHAHAHAHAHAHAH"
ʙᴏɪ. 🥏 @sadnessandchill
Aku duduk dan menunggunya untuk mendapatkan kembali ketenangannya setelah dia menghabiskan beberapa menit tertawa seperti orang gila. Dalam 20 tahun aku melakukan ini, aku belum pernah bertemu monster yang lebih keji dari dia. Tidak dalam hidupku.
ʙᴏɪ. 🥏 @sadnessandchill
Aku hanya ingin meraih tenggorokan kurusnya dan membantingnya. Kalian tidak akan pernah menebaknya bahwa dia adalah pelaku yang melakukan hal keji itu, dan itulah yang benar-benar mengerikan.
ʙᴏɪ. 🥏 @sadnessandchill
Dia masih muda, bersih, giginya seputih salju, dan berpakaian bagus. Semua lengkap dengan sentuhan parfum, hanya untuk menipu kalian.
ʙᴏɪ. 🥏 @sadnessandchill
"Keith-" "Ooooo, nama depan! Apakah kamu dekat dengan yg 1 ini detektif!?” Matanya membelalak, sangat mengganggu. Dia sedang bersenang-senang sekarang. Ini bukan interogasi lagi.
ʙᴏɪ. 🥏 @sadnessandchill
"Kamu memiliki kebiasaan untuk meninggalkan amplop kepada seluruh keluarga korbanmu. Amplop itu memiliki bintik merah, atau tanda, pada mereka. Kami menjalankan beberapa tes di laboratorium dan mengetahui bahwa tanda merah ini berasal dari darah masing-masing korban. Benar?"
ʙᴏɪ. 🥏 @sadnessandchill
Dia hanya mengangguk, tampaknya tidak terkesan dengan penemuan kami. Sepertinya dia sedang menunggu kami untuk menyusulnya. Seolah dia adalah guru, dan kami murid-muridnya yang mengecewakan.
ʙᴏɪ. 🥏 @sadnessandchill
Pintu di belakangku tiba-tiba terbuka. "Detektif, Anda mendapat telepon." Aku bangkit dan berjalan ke luar pintu, berhenti sejenak untuk memandang Mr. Woods lagi. Dia kembali menatapku dan memiringkan kepalanya, dan tersenyum dengan senyumannya yang menyeramkan
ʙᴏɪ. 🥏 @sadnessandchill
Aku mengangkat telepon yang ternyata adalah istriku. "Aku sedang bekerja. Ada apa Lori?" "Brandon, halo?" "Ya sayang, ini aku. Ada apa?"
ʙᴏɪ. 🥏 @sadnessandchill
"Maaf, aku tidak ingin mengganggumu. Tapi, aku menemukan sebuah amplop di depan pintu dan ada gumpalan besar cat merah di atasnya. Aku tidak tahu. Apakah itu dari pekerjaanmu? Juga anak kita Michael belum pulang, dan seharusnya jam sekolah sudah berakhir beberapa jam yang lalu."
Load Remaining (2)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.