Musik Voice of Baceprot di Pembukaan Biennale Jogja EQUATOR #5 2019 Menjadi Representasi Kaum Pinggiran

The other side of metalism sebagai istilah Voice Of Baceprot dalam bermusik, adalah karena mereka menitikkan pandangan bahwa metal bukan perihal keras pada bunyi, namun ia tegas dan lugas dalam arti.
FUN social musik ENTERTAINMENT STUDY media MUSIC NEWS
0
JARING ACARA @jaringacara
#JOGJA HARI INI BANGET! Pembukaan #BiennaleJogja XV Equator # 5 Lokasi: ~#Jogja National Museum ~Taman Budaya #Yogyakarta Oleh: Sultan HB X (Gubernur DIY) Dimeriahkan: ~#icipilimitirimin ~#amuba ~#VoiceofBaceprot ~#pisitakun ~#rajakirik ~#thebeastkids pic.twitter.com/xAT4IAquWs
JARING ACARA @jaringacara
Malam pembukaan @BiennaleJogja Equator #5 hari ini baru saja dilaksanakan. #VoiceOfBaceprot menjadi penampil headliner yang turut meramaikan mampu membuat para pengunjung bergoyang, moshing, headbang... pic.twitter.com/u9ar8Jp7jX
Expand pic
Expand pic
JARING ACARA @jaringacara
Jogja National Museum menjadi tempat unjuk gigi tiga personil #VoiceOfBacepeot. Siti pada Drum, Widi pada Bass, dan Firda ada di gitar n vokal. Mereka adalah cewek-cewek muda, mojang #priangan asal #Garut yang memang penuh talenta. pic.twitter.com/pTNrb5AZWT
JARING ACARA @jaringacara
Dihadirkannya #VoiceofBaceprot sebagai penampil utama pada helatan #BiennaleJogja Equator 5 ini bukan tanpa alasan. Mereka hadir sebagai representasi kaum "pinggiran" yang merupakan tema #biennalejogja tahun 2019 ini.
JARING ACARA @jaringacara
#voiceofbaceprot merupakan tiga wanita yang dikenal berlatar-belakang identitas pengguna hijab, akan tetapi justru mereka berani memainkan musik heavy metal. Artinya, secara tidak langsung merekapun telah menjadi simbol resistensi melawan kaum muslim konservatif di kotanya. pic.twitter.com/2LEZtfQrWR
Expand pic
Expand pic
JARING ACARA @jaringacara
#VoiceofBaceprot atau dikenal juga dgn akronim #VOB ini namanya mulai ramai diperbincangkan sejak viral di media-sosial sekira awal tahun 2017 silam, yaitu ketika video musiknya menyebar di ranah dunia maya tersebut.
JARING ACARA @jaringacara
Sekali lagi, nama lengkap tiga mojang priangan di #voiceofbaceprot yang manggung di #biennalejogja itu masing-masing adalah: ~Firda Kurnia yang ada di posisi vokal sekaligus gitar ~Euis Siti Aisah sebagai penggebuk drum ~Widi Rahmawati si tukang betot bas pic.twitter.com/owl8iUnWvv
Expand pic
Expand pic
Expand pic
JARING ACARA @jaringacara
Ketiga remaja #Garut #jawabarat di #voiceofbaceprot tersebut memiliki kemampuan di atas rata-rata karena memang telah konsisten dalam belajar bermusik. Mereka bahkan secara bersama-sama juga belajar agama, yaitu semenjak masa-masa di Sekolah Dasar. pic.twitter.com/p9GEpf6n1s
JARING ACARA @jaringacara
Selanjutnya, #VoiceofBaceprot dibangun tatkala mereka juga sama-sama bersekolah di Madrasah Tsanawiyah Al-Baqiyatussolihat, #Garut Ya, Garut. Bukan kota seperti #Bandung ataupun #Jogja. Sama sekali tak se-meteropolis #Jakarta, #Surabaya, #Medan, pun #Makassar.
JARING ACARA @jaringacara
Garut merupakan kota kecil yang masih asri alamnya. Namun justru dengan keasrian alam itu bisa terlahirkan talenta-talenta handal, dan ‘Voice of Baceprot’ adalah satu di antaranya. Awalnya, tiga gadis remaja itu adalah anak-anak sekolahan sebagaimana yang lainnya.
JARING ACARA @jaringacara
Mereka bertiga juga belajar, mengaji, dan bermain Namun di tangan Cep Ersa Ekasusila Satia -yang kemudian lebih akrab disapa Abah-, anak-anak ini mampu menjadi berbeda dalam kemerdekaannya berkarya. Di bawah bimbingan mantan gurunya tersebut, mereka bertiga sukses berkarya
JARING ACARA @jaringacara
Di bawah asuhan Abah, tiga remaja ini yakin bahwa tak ada yang salah dengan muslim yang memainkan musik metal Justru pandangan negatif thd musik, khususnya musik metal ini menjadi tantangan mereka untuk kemudian bisa membuktikannya bahwa mereka bisa bermusik metal secara positif pic.twitter.com/IarFwJ75RI
JARING ACARA @jaringacara
The other side of metalism, istilah mereka di #voiceofbaceprot untuk menampik pandangan negatif akan musik metal bagi kaum berhijab tsb Karenanya, dalam penggarapan musik2-nya, mrk menitikkan pandangan "metal bukan perihal keras pada bunyi, namun ia tegas dan lugas dalam arti!" pic.twitter.com/c1cXH0isvK
Expand pic
JARING ACARA @jaringacara
Bertolak pada pandangan tersebut, maka dalam setiap penulisan lagu-lagunya, Voice of Baceprot selalu mengupayakan membawa arti dan makna di dalamnya
JARING ACARA @jaringacara
Perihal nama ‘#baceprot’, merupakan bahasa #sunda sebagai bahasa ibu para personal grup tsb, yg memiliki padanan kata ‘berisik’ ataupun ‘bawel’ Sehingga bisa dikatakan bahwa #VoiceofBaceprot yang tampil di @BiennaleJogja ini memili arti 'suara-suara berisik yang membawa makna' pic.twitter.com/VuRVGFvFG2

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.