9
SimpleMan @SimpleM81378523
maaf sudah absen sangat lama, hehe. maklum, selain masa perkuliahan sudah dimulai lagi, saya juga harus kerja, dan waktu kosong ini saya gunakan untuk istirahat sebentar saja, mengosongkan isi pikiran saya sebelum kita mulai babak baru untuk akun ini, BABAK TERBARU
SimpleMan @SimpleM81378523
jadi, untuk suguhan kita selanjutnya, bisakah cerita ini memberi kepuasan arti dari kelam dan hitamnya dunia, melebihi SEWU DINO, saya persembahkan kepada kalian..?? pic.twitter.com/fgSKO2DLXJ
Expand pic
Story "[G-Story] Sewu Dino (1000 Hari): Sebuah Peristiwa Kelam & Lebih Mengerikan Dari KKN Pen.. BACA ~~> https://chirpstory.com/li/378814 Disclaimer: Isi & Tulisan Diluar Tanggung Jawab Peringkas & Foto Ringkasan Hanyalah Ilustrasi Baca Juga: - "[G-Story] Kisah Para Penghuni Kerajaan Demit Di Sebuah Pabrik Gula": https://chirpstory.com/li/442051 - "[G-Story] Makna 'Mbarep Tunggal' Dalam Tradisi Keluarga Jawa": https://chirpstory.com/li/4420.. 18717 pv 13
SimpleMan @SimpleM81378523
@bacahorror Riuh. suara motor dan angkot bersahut-sahutan, tidak ada yg mau mengalah, dari kursi penumpang angkot biru laut, dua lelaki paruh baya menatap jalanan, ekspresi wajah mereka khawatir. "jancuk" sahut salah seorang dari mereka, "isok telat iki" (bisa terlambat ini)
SimpleMan @SimpleM81378523
@bacahorror lelaki yg satunya menoleh, ia mengkerutkan dahi, menatap kawannya, "mbok pikir koen tok sing gopoh" (kamu kira, cuma kamu seorang yg khawatir) "halah" "wes mlayu ae, gak nutut iki nek nuruti ngene iki" (lari saja yuk, gak sempat ini kalau kita nungguin ini) mereka sepakat,
SimpleMan @SimpleM81378523
lantas, mereka melompat dari dalam angkot, mulai berlari menuju jalanan stasiunt, berjibaku dengan orang lalu lalang, mereka abaikan keringat didahi, menembus lautan orang yg sibuk dengan urusan mereka masing2, satu yg mereka harus tuju, kereta yg akan membawa mereka pergi.
SimpleMan @SimpleM81378523
"goblok koen Gus, mene nek kate onok urusan, ojok tambah ngejak maen gaplek" (bodoh kamu gus, kalau besok ada urusan seharusnya gak kamu ajak aku maen gaplek) Agus, lelaki gondrong dengan kumis tipis itu tertawa sembari menghela nafas panjang, ia merasa geli atas apa yg terjadi
SimpleMan @SimpleM81378523
"Halah. nyocot! sing penting kan menang, oleh duwek akeh" (bacot, yang penting kemarin menang kan, dapat duit banyak) ucap Agus, gemas, ia jitak kepala Ruslan, kawan yg akan menemaninya sebelumnya, Agus dan Ruslan setuju, daripada nganggur, lebih baik mereka ikut kawan,
SimpleMan @SimpleM81378523
meski hanya sebagai kuli bantuan, tapi setidaknya, darisana mungkin hidup mereka akan berubah, tidak lagi harus mendengar kiri kanan tetangga yang mengecap mereka sebagai pengangguran yg gak punya masa depan. kereta melaju, jauh. meninggalkan kota kelahiran Agus,
SimpleMan @SimpleM81378523
disini, kehidupan baru bagi Agus dan Ruslan, akan dimulai.
SimpleMan @SimpleM81378523
Agus yg pertama turun, diikuti Ruslan, mereka melihat sekeliling, harusnya, kawan mereka akan menjemput di stasiunt ini, namun, ia hanya melihat orang lalu lalang, tidak ada tanda kawan mereka "asu arek iki Gus, dibelani adoh2 gak disusul" (anj*ng, anak ini, dibelain jauh2 eh,
SimpleMan @SimpleM81378523
-gak dijemput) Agus mengangguk setuju, lantas, ia duduk, mengeluarkan sebatang rokok yg ia simpan di kantung celana, sial. gumamnya, hidupnya sulit, sebatang rokok yg bengkok pun, terpaksa ia hisap, kini, jadi kuli terdengar masuk akal baginya, seenggaknya, ia bisa makan nasi lg
SimpleMan @SimpleM81378523
Ruslan hanya melihat orang2, lebih tepatnya, melihat perempuan2 cantik yg lalu lalang, tidak ada rokok untuknya, jadi, daripada melamun, Ruslan tahu bagaimana memaksimalkan kemampuannya untuk menikmati pemandangan tak beberapa lama, terdengar suara teriakan familiar, ia datang
SimpleMan @SimpleM81378523
"ayok" Agus dan Ruslan mengikuti. "numpak opo iki" (naik apa kita) ucap Ruslan, "numpak bis lah, iki jek adoh ambek nggone" (naik bus lah, ini tempatnya masih jauh soalnya) Agus tidak banyak komentar, ia sudah diberitahu, kerjaan mereka tidak jauh dari kuli untuk bendungan
SimpleMan @SimpleM81378523
disepanjang perjalanan, Agus hanya melihat jalanan, mereka menaiki Bus antar kota, menjelaskan setidaknya kemana mereka akan pergi. Koco, kawan yg mereka kenal dari warung kopi memang tidak banyak memberitahu soal pekerjaan ini, kecuali mereka butuh tenaga tambahan,
SimpleMan @SimpleM81378523
bahkan, Koco tidak memberitahu, bahwa nanti, Agus dan Ruslan, tidak akan tinggal di Mes tempat para kuli resmi tinggal, Agus dan Ruslan, hanya tahu, bahwa ada rumah yg siap menampung mereka, selama mereka bekerja di tempat ini.
SimpleMan @SimpleM81378523
"gratislah" kata Koco, "wes kere mosok jek dijaluki duwik, wes santai ae" (gratislah, masa kalian sudah susah, masih dimintai duit untuk tinggal, santai saja) Ruslan hanya menatap Agus, bila ada yg gak beres dari suatu pekerjaan, adalah sesuatu yg berbau "gratis"
SimpleMan @SimpleM81378523
Agus nyengir, buang air saja bayar, ini, tinggal di rumah orang masa gratis. kalau gak rumah setan, ya rumah orang gak waras. tapi dilain hal, Koco meyakinkan Agus, bahwa rumah itu gratis karena sudah dibayar setahun penuh, dan pekerja sebelumnya sudah pamit pulang.
SimpleMan @SimpleM81378523
"pamit pulang kenapa mas?" tanya Agus. "gak eroh" (gak tau) kata Koco, "isterine ngelahirno, jarene" (isterinya melahirkan, katanya) Koco mengangkat bahu, tanpa sadar, Bus memasuki daerah yg semakin malam, semakin sepi, sunyi, Agus masih tidak yakin, "sing liane" (yang lainnya?)
SimpleMan @SimpleM81378523
"muleh pisan" (pulang juga) "gak kerasan" tutur Koco, dan kemudian, ia berdiri. "wes totok" (sudah sampai) Ruslan dan Agus, mengangkat tasnya, mengikuti Koco yg sudah melangkah turun, pertama kali melihat Desa itu, Agus hanya melihat sebuah desa biasa saja, tak ada yg aneh
SimpleMan @SimpleM81378523
tidak ada yg aneh, kecuali, Koco Koco menunjuk sesuatu, sebuah jalanan lurus, setelah memasuki desa, Koco mengatakannya "Omah sing bakal mok nggoni, lurus ae yo, wes ra usah menggak menggok, gampang kok ancer-ancere, yo" (rumah yg nanti akan kalian tinggali, lurus saja ya,
SimpleMan @SimpleM81378523
-gak perlu belak-belok, mudah kok posisinya) sahut Koco, sebelum menyalakan sebatang rokok, melipir pergi ke sudut desa lain, Agus dan Ruslan hanya saling menatap bingung, sebelum, bersama, mereka pergi.
Load Remaining (262)

Comment

aji sudarmawan @aji_sudarmawan 23/10/2019 16:05:33 WIB
ya benar kota bogor adalah kota tumbaL ... makanya kalau mencuri..curilah hatimu
Login and hide ads.