0
Klikdokter @klikdoktercom
Mengirim, mengunggah, atau berbagi konten negatif, berbahaya, dan palsu tentang orang lain dapat digolongkan sebagai cyberbullying. Hati-hati ini bisa membuat orang yang menjadi korban seperti Sulli bisa sampai bunuh diri! --- A Thread --- pic.twitter.com/7uowC9fjuW
Expand pic
Klikdokter @klikdoktercom
Berkaca dari kasus meninggalnya aktris dan penyanyi asal Korea Sulli, yang selama perjalanan karirnya tersandung masalah yang kontroversial membuat ia mendapat komentar dan hujatan dari warganet di media sosial pribadinya.
Klikdokter @klikdoktercom
Beban kejiwaan yang sudah dia alami ditambah dengan cyberbullying yang terus-menerus mengintimidasinya, dapat menjadi pencetus melakukan bunuh diri.
Klikdokter @klikdoktercom
Menurut sebuah studi terbaru, anak dan remaja berusia di bawah 25 tahun yang menjadi korban cyberbullying lebih dari dua kali, cenderung melukai diri sendiri dan melakukan upaya bunuh diri.
Klikdokter @klikdoktercom
Terdapat penelitian lain yang juga menemukan bahwa korban yang mengalami cyberbullying jarang melapor dan mencari bala bantuan. Hal ini juga berperan penting dalam terjadinya gangguan kejiwaan atau upaya bunuh diri pada korban.
Klikdokter @klikdoktercom
Di sisi lain, mengalami cyberbullying kerap kali dikaitkan dengan penilaian harga diri yang rendah, depresi, kecemasan, masalah keluarga, kesulitan akademik, kenakalan, kekerasan sekolah.
Klikdokter @klikdoktercom
Belajar dari kasus Sulli, perlu dipahami bahwa cyberbullying dapat berdampak buruk bagi korban sekaligus pelaku. Ingat, jarimu adalah harimaumu! Pertimbangkan dengan baik sebelum mengirimkan apa pun di media sosial. #SehatItuMudah

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.