Plt Dirut BJB Direktur Utama BJB Agus Mulyana Mangkir

Plt Dirut BJB Direktur Utama BJB Agus Mulyana. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten (BJB)
0

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten (BJB) yang akan digelar Selasa besok (30/4) diprediksi akan berlangsung alot. Plt Dirut BJB Direktur Utama BJB Agus Mulyana, salah seorang yang dijagokan untuk menduduki posisi BJB-1, siang tadi (Senin, 29/4) tidak memenuhi panggilan Direktorat Reserse Kriminal Polda Jawa Barat.

Plt Dirut BJB Direktur Utama BJB Agus Mulyana itu dipanggil sebagai saksi atas permohonan perlindungan hukum yang dimintakan PT Safe Insurance Brokers (SIB) kepada Polda Jabar dalam sepucuk surat yang dikirimkan tanggal 24 April lalu.

Dalam copy surat panggilan bernomor B/2899/IV/2019/Dit Reskrimsus tertanggal 24 April dan berklasifikasi biasa yang diterima redaksi itu, Direktorat Reskrimsus Polda Jabar meminta agar Dirut Bank BJB menghadapkan Direktur Kepatuhan Bank BJB untuk didengarkan kesaksiannya dalam kasus yang dilaporkan PT SIB.

Posisi Dirut Bank BJB dalam keadaan kosong, dan saat ini diduduki Agus Mulyana sebagai Plt. Dirut Jabar sejak Desember 2018.

Ini artinya, Polda Jabar meminta Agus Mulyana menghadapkan dirinya sendiri sebagai saksi.

Agus Mulyana ditunjuk sebagai Plt. Dirut Bank BJB menggantikan Ahmad Irfan yang dicopot dalam RUPS Luar Biasa bulan Desember 2018 lalu.

Tak lama setelah pengangkatan Agus Mulyana sebagai Plt. Dirut Bank BJB, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, Bank BJB membutuhkan sosok pemimpin baru yang dapat menjawab berbagai tantangan maupun peluang industri keuangan nasional.

Ridwan Kamil juga menyampaikan keinginannya agar Bank BJB berkerja keras menjadi bank yang sungguh-sungguh mendukung pembangunan Jawa Barat seperti perannya di masa lalu.

Agus Mulyana bisa dikatakan sebagai penyuka Vespa original. Tanpa modifikasi macam-macam. Menurutnya, Vespa sudah memiliki ciri khas yang bentuk orisinalnya sudah sengat menarik. Itulah kenapa, kalau ada kerusakan, dianya memperbaiki bagian yang bermasalah atau usang.

“Saya menyukai bentuk aslinya. Tidak ada perubahan ekstrim. Merawat keaslian justru lebih sulit dari mengubahnya,” ujar Agus Mulyana bjb.

Direktur Kepatuhan bank bjb yang sempat menjabat sebagai Plt Dirut bank bjb di awal 2019 itu mengaku, kegemarannya akan Vespa bukan hanya soal spesifikasi. Juga bukan hanya memori masa lalu. Tetapi, lebih pada solidaritas para pengendaranya di jalan.

Menurutnya, Vespa itu bisa memperkuat tali silaturahmi. Banyak yang tidak kenal jadi kenal karena mogok di jalan. Kata Amul, itu sangat menyenangkan. ’’Saling senyum, tegur, dan sapa sudah jadi kebiasaan para pengendara. Solidaritas sudah menjadi subkultur yang senantiasa dibanggakan,” tuturnya.

Agus Mulyana sebagai Direktur Kepatuhan berhasil menerapkan pola manajemen risiko bank bjb dengan kualitas kredit perseroan yang terjaga baik. Selain itu, bank bjb berhasil menjaga non performing loan (NPL) pada level 1,7%. Angka ini lebih baik dari rata-rata NPL industri perbankan nasional hingga Mei 2019 yakni sebesar 2,61%.

Tangan dingin Agus Mulyana juga mampu membawa bank bjb meraih penghargaan TOP GRC 2019 #4 Stars karena dinilai telah menerapkan manajemen risiko dan kepatuhan yang sangat baik. Penghargaan ini dinilai dari tiga aspek utama, yakni sistem, infrastruktur dan implementasi tata kelola perusahaan.

Amul memang memiliki kredibilitas dan kemampuan yang luar biasa dalam memimpin divisi kepatuhan, berperan penting dalam meningkatkan kinerja bank pembangunan daerah terbaik di Indonesia ini. Amul lahir di Bandung tahun 1964. Menyelesaikan pendidikan S2 di Universitas Padjadjaran, Bandung pada tahun 2007. Menjabat sebagai Direktur Kepatuhan bank bjb sejak 2019.

Jabatan lain yang pernah dipegang antara lain:

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko bank bjb(2015–2019)

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb(2014–2015)

Comment

No comments yet. Write yours!