0
Jack Separo Gendeng @sudjiwotedjo
Aku setuju logika Cak Nun: Di negara mayoritas muslim, logikanya mayoritas produk makanan dan minumannya juga halal. Yg sedikit, yg tidak halal, nah itu baru yg dikasih sertifikat tidak halal agar tak dikonsumsi yg mayoritas. Yg diurus ASN kemenag jd gak banyak. Kecuali anu..
rain @rainfoerest
@sudjiwotedjo logika mayoritasnya mbah yg salah wkwkwk pasti klo diubah peraturannya jd kek gt dlm upaya efisiensi, aku sih mebaknya bakal ada konspirasi yg enggak2.
wie @DwiRisc
@sudjiwotedjo Ojo mbah, saiki wes akeh seng di haram haram ke, titik titik haram, titik titik haram,, Heuheuheu
#99 garis lucu @99garislucu
@sudjiwotedjo Jadi tidak banyak label halal dan misal 1 label seribu rupiah per botol tiap hari berapa ribu botol perhari, dan berbagai produk yang halal dan harus berlabel kan tebal juga Mbah, heuheuheu
Sebut Saja Halim @tjahlemoe
@sudjiwotedjo para ulama saudi juga berlogika gitu mbah,,, hukum asal makanan di negara mayoritas muslim itu halal, sampai ada bukti yg mengharamkan. jd yg perlu itu tanda tidak halal saja...
Ndaru @__Ndaru__
@pikirlamadikit @sudjiwotedjo Kecuali soal halal berpotensi terhadap pendapatan, alias semakin banyak produk yg ingin mendapatkan sertifikat maka semakin besar pendapatan. Jika sistemnya dibalik seperti kata simbahmu, maka produsen yg prodaknya sudah halal, gaperlu cape ngurus.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.