1
Alves @AgusAlves3
Kematian anakku ini sampai hari ini tidak terungkap, padahal anakku meninggal secara tidak wajar, Pak polisi @BareskrimPolri kejadian ini di kabupaten Belu NTT. pic.twitter.com/yqsMu8LXyl
Expand pic
Alves @AgusAlves3
Saya mau bayar pengacara tapi tidak punya uang, saya hanyalah seorang security di sebuah perusahaan kelapa sawit di daerah kalimantan, saya mohon bantuan untuk mengungkap kasus kematian anak saya ini.
Alves @AgusAlves3
Tapi apakah mungkin orang miskin seperti saya bisa dapat bantuan hukum? Sepertinya mustahil....
Alves @AgusAlves3
Saya akan bayar dengan nyawaku jika pihak yang berwajib bisa menyelidiki dan menangkap para pelaku kejahatan ini terhadap anak saya Juventus Alves.
Alves @AgusAlves3
Sahabatku sekalian, saya mohon dengan hormat agar kasus kematian anakku tidak perlu di RT lagi, karena untuk saat ini mereka hanya melayani para milioner dan para jutawan, bukan kepada kita yg pengemis keadilan.
Alves @AgusAlves3
Saya hanya mau tanya pak, sampai dimana proses tentang kematian anak saya?
Alves @AgusAlves3
Iya saya seorang security pak, tapi saya butuh keadilan. Saya mau tanya kepada bapak, bagaimana proses penyelidikan tentang anak saya Juventus Alves alias Apa Mali? Mohon pencerahannya pak?
Call me: J 😎 @Jusca07538974
@C_Cazenove @AgusAlves3 @BareskrimPolri Laporannya sudah masuk @poldanttnews / @poldantt on progress in deep investigation. Kesulitan awal karena tidak ada Saksi Mata. Tapi yakinlah, POLRI tidak tinggal diam apalagi ini Delik Jatanras.
Alves @AgusAlves3
@Jusca07538974 @C_Cazenove @BareskrimPolri @poldanttnews @poldantt Betul pak memang tidak ada saksi mata, tapi motor yang korban pinjam bagaimana bisa sampai ke tangan pemilik kalau bukan ada yang mengantar motor tersebut.
Call me: J 😎 @Jusca07538974
@AgusAlves3 @C_Cazenove @BareskrimPolri @poldanttnews @poldantt Bapak bisa jelaskan di Ditjatanras Polda NTT atau Polres setempat sesuai TKP . Bapak petugas Security resmi'kan? Pasti faham prosedurnya. Silahkan.
MamanyaIntanIYK @BundanyaINTANYK
@AgusAlves3 @fathirputra @BareskrimPolri Menurut berita media online & polri Sedang di cari pelaku nya bos, inshaalah akan terungkap. Kejar sampai terciduk
Alves @AgusAlves3
@BundanyaINTANYK @fathirputra @BareskrimPolri Semoga dengan bantuan rekan2 semua agar kasus kematian anakku segera terungkap, terima kasih saudaraku
Den ARIEL @DenARIEL_
@AgusAlves3 @BareskrimPolri Om coba ke kopi Joni Hotman Paris tempat masyarakat mencari keadiadilan muda2han ada pencerahan
Alves @AgusAlves3
@DenARIEL_ @BareskrimPolri Udalah, sekarang saya pasrah tentang kematian anak saya, semoga Allah membalasnya atas perbuatan mereka yang telah menganiayaya dan membunuh anakku.
robbie @robbie49100423
@AgusAlves3 @AninditaAirin @BareskrimPolri Saya harap @DivHumas_Polri bisa mencari siapa manusia biadab yg tega menghilangkan nyawa ciptaan ALLAH ini.

Sekilas tentang kasus kematian Juventus Alves

Kasus kematian, Juventus Alves pada 7 Juli 2019 lalu, masih meninggalkan tanda tanya bagi keluarga korban. Pasalnya, ada sejumlah kejanggalan yang hingga kini belum diungkap penyidik Polres Belu.

Kakek korban, Gabriel Ati kepada media ini, Jumat (2/8/2019) mengemukakan pihaknya hingga kini belum mengetahui jelas penyebab kematian cucunya. Hal ini terjadi karena penyelidikan pihak kepolisian berjalan ditempat. Bahkan hingga kini belum mendapatkan visum et repertum.
Lebih dari itu, tidak terlihat adanya pemeriksaan terhadap para saksi, yang mengetahui dan mengambil gambar saat lakalantas 6 Juli dini hari. Harusnya polisi memeriksa saksi untuk mengungkap kebenaran kasus tersebut.

Pensiunan PNS itu melanjutkan, pihaknya juga mempertanyakan kematian korban yang dikaitkan dengan lakalantas. Sebab kerusakan sepeda motor yang dikemudikan korban pada bagian belakang dan saya kiri kanan. “Harusnya kalo jatuh kanan maka bagian kanan yang rusak. Sebaliknya juga kalau jatuh kiri. Ini malah motor rusak bagian kiri kanan dan bagian belakang,” paparnya.

Baginya, kasus ini mudah diungkap, karena banyak pihaknya yang mengetahui keberadaan korban, sebelum lakalantas bahkan hingga ditemukan meninggal. “Kami rasa janggal, karena orang yang foto korban lakalantas itu, tahu rumah saya, kenapa tidak antar ke rumah saya. Mereka semua tau korban tinggal dengan saya,” ujarnya bertanya.

Dia berharap penyidik Polres Belu serius dan terang benderang mengungkap kasus kematian cucunya. Cucunya ditemukan tal bernyawa di rumah tua pertigaan Weaituan-Tini. “Kami harusnya dapat pemberitahuan hasil penyelidikan juga hasil visum. Kenyataannya kami tidak terima semua,” papar Gabriel Ati.

Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing yang dikonfirmasi mengemukakan kasus itu masih dalam penyidikan pihaknya. Namun korban ditemukan meninggal dunia, karena lakalantas. Hasil visum et repertum juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Nanti tambah perwira melati dua ini, pihaknya akan memberikan SP2HP kepada keluarga terkait kasus tersebut.

Untuk diketahui, Juventus Alves ditemukan warga tewas pada rumah rusak di pertigaan Tini-Weaituan, pada 7 Juli 2019. Hingga kini TKP masih dilingkari dengan police lin

URL KILASTIMOR.com 430 Penyelidikan Kasus Kematian Juventus Alves oleh Polres Belu Dipertanyakan Pihak Keluarga ATAMBUA, Kilastimor.com-Kasus kematian, Juventus Alves pada 7 Juli 2019 lalu, masih meninggalkan tanda tanya bagi keluarga korban. Pasalnya, ada sejumlah kejanggalan yang hingga kini belum diungkap…

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.