UNIK!! Acara #SaparanYaaQowiyyuJatinom siapkan 7 ton apem yang bakal disebar

UNIK!! Acara #SaparanYaaQowiyyuJatinom siapkan 7 ton apem yang bakal disebar
0
IG: @InfoSeni @infoseni_

7 Ton Apem 'Yaa Qowiyyu' Siap Disebar di Saparan Jatinom Klaten detik.id/6CGkBe #SaparanYaaQowiyyuJatinom

13/10/2019 09:00:00 WIB
IG: @InfoSeni @infoseni_

Puncak tradisi religi Yaa Qowiyyu di Jatinom, Klaten diadakan setiap tanggal 15 Sapar bulan kedua dalam kalender Jawa, bertepatan dengan 18 Oktober 2019. Namun rangkaian religi dan budaya, sudah digelar sejak 6 Oktober. #SaparanYaaQowiyyuJatinom

13/10/2019 09:00:41 WIB
IG: @InfoSeni @infoseni_

Dalam perhelatan itu, penyelenggara membagikan tujuh ton kue apem (penganan dari tepung beras yang didiamkan semalam dengan mencampurkan telur, santan, gula dan tape serta sedikit garam kemudian dibakar atau dikukus) #SaparanYaaQowiyyuJatinom

13/10/2019 09:00:51 WIB
IG: @InfoSeni @infoseni_

Apem dibuat gunungan lalu dibagikan dengan cara dilemparkan ke belasan ribu warga yang saling berebut. #SaparanYaaQowiyyuJatinom

13/10/2019 09:01:00 WIB
IG: @InfoSeni @infoseni_

“Apem ini sedekah dari masyarakat. Kalau beratnya sekitar 7 ton,” kata Sekretaris Lembaga Pengelola, Pelestari Peninggalan Kyai Ageng Gribig, Moh. Sudaryanto di Yogyakarta, Selasa, 8 Oktober 2019. #SaparanYaaQowiyyuJatinom

13/10/2019 09:01:05 WIB
IG: @InfoSeni @infoseni_

Tradisi keagamaan dan budaya Yaa Qowiyyu sudah berjalan sejak abad ke-16, dan dilaksanakan di Jatinom, Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Tahun ini memasuki babak baru, dan semakin menampilkan potensi budaya masyarakat yang berwarna-warni. #SaparanYaaQowiyyuJatinom

13/10/2019 09:01:25 WIB
IG: @InfoSeni @infoseni_

Tradisi Ya Qowiyyu ini juga sering disebut Saparan. Tradisi ini menyatukan religi dengan tradisi atau budaya lokal. #SaparanYaaQowiyyuJatinom

13/10/2019 09:01:34 WIB
IG: @InfoSeni @infoseni_

Tradisi menyebar kue apem ini diprakarsai oleh tokoh sejarah Kyai Ageng Gribig (keturunan Raja Bhrawijaya V dari Keraton Majapahit), sekaligus juru dakwah dari Wali Sanga. #SaparanYaaQowiyyuJatinom

13/10/2019 09:01:43 WIB
IG: @InfoSeni @infoseni_

Tahun ini rangkaian upacara tradisi Yaa Qowiyyu yang digelar pada bulan Sapar (Saparan) bertambah meriah dengan hadirnya sejumlah acara penting lainnya. #SaparanYaaQowiyyuJatinom

13/10/2019 09:02:11 WIB
IG: @InfoSeni @infoseni_

"Nguri-uri Dadi Mberkahi" merupakan tajuk yang dipilih untuk tahun ini. Maksudnya dengan upaya yang terus-menerus masyarakat menjaga kearifan masa lalu. Dengan sendirinya keberkahan-keberkahan masa lalu akan turut menyertai perjalanan masyarakat luas. #SaparanYaaQowiyyuJatinom

13/10/2019 09:02:20 WIB
IG: @InfoSeni @infoseni_

Sejumlah agenda baru dalam rangkaian acara antara lain bangkitnya sejumlah kesenian masyarakat Desa Jetis di Kecamatan Jatinom yang akan dipergelarkan di desa mereka. #SaparanYaaQowiyyuJatinom

13/10/2019 09:02:25 WIB
IG: @InfoSeni @infoseni_

Lalu pembuatan panggung pertunjukan, serta lomba pembuatan apem, lomba memancing, bazaar makanan dan jajanan, dan sejumlah pergelaran seni. #SaparanYaaQowiyyuJatinom

13/10/2019 09:03:25 WIB
IG: @InfoSeni @infoseni_

Warga juga mulai bangkit dengan menyiapkan rumah-rumah penduduk sebagai homestay, untuk menerima ribuan tamu yang akan hadir selama lebih dari sepekan ini. #SaparanYaaQowiyyuJatinom

13/10/2019 09:03:41 WIB
IG: @InfoSeni @infoseni_

“Juga ada lomba Jemparingan (panah tradisional) yang digelar oleh Yayasan Ash-Shomad yang ke-19, juga ada wayang kulit,” kata dia. Selain itu juga ada pameran fotografi “Wangsul Jatinom” oleh Dr Mia Sismadi. #SaparanYaaQowiyyuJatinom

13/10/2019 09:03:55 WIB
IG: @InfoSeni @infoseni_

Juga ada diskusi warisan dan nilai-nilai Kyai Ageng Gribig oleh Ki Hadjar Poerwatjarita. Tak kalah menarik adalah Parade Nusantara dengan hadirnya para seniman muda dari berbagai daerah. #SaparanYaaQowiyyuJatinom

13/10/2019 09:04:07 WIB
IG: @InfoSeni @infoseni_

Tradisi sebar apem ini dilakukan sejak 1511 tahun Saka atau 1688 Masehi. Yaitu pada akhir masa Sultan Agung. #SaparanYaaQowiyyuJatinom

13/10/2019 09:04:18 WIB
IG: @InfoSeni @infoseni_

Yaa Qowiyyu diambil dari doa “Yaa qowiyyu, yaa aziz, qowwina wal muslimiin, yaa qowiyyu warzuqna wal muslimiin.” “Minta kekuatan kepada Allah. Kuat dalam beragama, kuat jasmani dan kuat ekonomi,” kata Sudaryanto. #SaparanYaaQowiyyuJatinom

13/10/2019 09:04:31 WIB
IG: @InfoSeni @infoseni_

Apem, kata dia sebenarnya berasal dari kata afwan (bahasa Arab), yang artinya minta maaf dalam bahasa Indonesia. #SaparanYaaQowiyyuJatinom

13/10/2019 09:04:42 WIB
IG: @InfoSeni @infoseni_

Saat itu, Kyai Ageng Gribig yang punya nama asli Syekh Wasibagno Timur ini membagikan makanan atau kue yang ia bawa dari Arab saat naik haji. Penganan itu ukurannya besar lalu dipotong-potong dan dibagikan kepada para santrinya. #SaparanYaaQowiyyuJatinom

13/10/2019 09:04:53 WIB
IG: @InfoSeni @infoseni_

“Saat ditanya santrinya, Kyai Ageng Gribig menjawab njaluko ngapuro. Afwan, afwan. Tapi karena lidah Jawa, santri itu menyebut dengan nama apem,” kata dia. #SaparanYaaQowiyyuJatinom

13/10/2019 09:05:02 WIB
IG: @InfoSeni @infoseni_

Acara inti Yaa Qowiyyu dipusatkan di Masjid Besar Jatinom Klaten, yang berada satu kompleks dengan makam Kyai Ageng Gribig. Banyak peziarah yang datang ke makam beliau di bulan Sapar. #SaparanYaaQowiyyuJatinom pic.twitter.com/lOxwM6fBEd

13/10/2019 09:05:35 WIB
Expand pic
IG: @InfoSeni @infoseni_

Mia Sismadi, seorang dokter dan fotografer yang keluarganya asli Jatinom menyatakan, perpaduan gelar budaya dan religi ini sangat sesuai dengan ajaran hablun minallah dan hablun minannas. #SaparanYaaQowiyyuJatinom

13/10/2019 09:05:45 WIB
IG: @InfoSeni @infoseni_

Hubungan antara manusia dengan Allah yang terujud dalam titik keagamaan dan hubungan antara manusia dengan manusia terwujud dalam budaya. #SaparanYaaQowiyyuJatinom

13/10/2019 09:05:50 WIB
IG: @InfoSeni @infoseni_

Ritual apem atau yang disebut Ya Qawiyyu merupakan tradisi keagamaan yang ada di wilayah Klaten, Jawa tengah, tepatnya di Desa Jatinom. #SaparanYaaQowiyyuJatinom

13/10/2019 09:08:33 WIB
IG: @InfoSeni @infoseni_

Ritual Ya Qawiyyu yang berlangsung pada tiap bulan Sapar dalam kalender Jawa tau yang biasanya disebut sebagai Saparan. Tahun ini, ritual akan digelar pada 18 Oktober 2019. #SaparanYaaQowiyyuJatinom

13/10/2019 09:08:42 WIB
Load Remaining (15)

Comment

No comments yet. Write yours!