1
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84
Pagi semua! Sy mau jelaskan kekeliruan penafsiran o/ banyak media atas riset Oxford yg dimanipulasi seolah nyatakan Pemerintah @jokowi kerahkan buzzer u/ palsukan informasi Riset tsb justru NYATAKAN SEBALIKNYA - a thread - Bantu 50 RT ya @budimandjatmiko @amflife @kangdede78 pic.twitter.com/YcJnZ4wxNu
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84
Yang paling parah tempo mas. Malah nambah2in seolah itu semua dilakukan untuk memberantas media konvensional. Aseli baperan.. 😁🤣 twitter.com/amflife/status…
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84
Btw thx kpd mas @amflife yang sudah ingatkan kalau riset Oxford Internet Institute (OII) tersebut sudah keliru ditafsirkan oleh jurnalis yang the so called investigatif dan sastrawi. Mungkin kelamaan bersastra, makanya jadinya baca hasil risetnya jadi imajinatif 😆😂 @kurawa
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84
Sbg disclaimer, saya dulu kuliah S2, tempat memahami riset, diajar salah satunya oleh dosen dari Tempo. Teman saya jg ada yg wartawan Tempo Jd no hurt feeling ya. Karena kita sayang Tempo.. maka kita, yg dituding bajer mitra rejim, kasi jeweran. Tanda sayang. @kurawa
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84
Saya tidak tahu apakah benar Tempo, media yang pertama mengkelirukan riset Oxford Internet Institute tersebut. Tapi saya lihat di timeline screenshot tempo yang banyak beredar, mengutipnya. Banyak media lain, tp tampaknya ikut2an. Atau tempo yang ikut2an. Entahlah..
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84
Pertama kita bahas apa yang diteliti o/ riset tersebut Sejatinya teman2 perlu mengetahui semua negara pasti pny teknik sendiri u propaganda. Tp bukan karena masuk dalam riset tersebut lalu bisa dicap Indonesia ad negara yang banyak pake bajer utk keperluan propaganda pemerintah
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84
Mereka hanya menyajikan data negara2 yang sanggup mereka teliti dan dapatkan datanya. Lalu negara2 itu diperbandingkan.. Ada yang propagandanya kuat, ada yang lemah. Ada yang represif, ada yang manipulatif, ada yang sekedar menyebar informasi..
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84
Jd bukan berarti kalau masuk penelitian itu berarti bajer mitra rejim dari Indonesia sibuk memanipulasi kalian ya. Apalagi sampe disimpulkan kalau bajer mitra rejim digunakan u menekan the so called media investigatif sastrawi. Risetnya sama sekali ga ngomong begitu @kurawa
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84
Riset tersebut tidak bikin kesimpulan yang terlalu kuat karena dia hanya membanding2kan antara satu negara dan yang lain, lalu mengklasifikasinya berdasarkan kriteria tertentu. Yang perlu diperhatikan, untuk kapasitasnya, Indonesia malah termasuk negara dgn kapasitas rendah pic.twitter.com/e2AoAiVT8T
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84
Supaya adil dan fair, man teman boleh download sendiri risetnya dan cek apakah interpretasi saya benar atau salah. Ataukah media konvensional yg benar/keliru? Monggo di: comprop.oii.ox.ac.uk/wp-content/upl… Inilah enaknya medsos, salah/bener bisa dicek bareng, boleh saling koreksi @kurawa
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84
@kurawa Bicara kapasitas, justru mbahnya demokrasi, Amerika Serikat berada di kategori "high capacity", bersama China, Israel, Russia, dan Vietnam. Lah kok bisa ya USA malah merepresi pengguna internetnya melalui penggunaan buzzer? Ini bisa dijawab oleh mas @amflife pic.twitter.com/j9N0xhUrh4
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84
@kurawa @amflife Coba kita lihat di mana posisi Indonesia: "LOW CAPACITY". Artinya dari segi training, spending, dan size buzzernya termasuk rendah. Justru negara kita malah GA TERLALU SERIUS garap BUJAR BOJAR BAJER... pic.twitter.com/pHVcQfH3KY
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84
@kurawa @amflife Posisi kita kurang lebih sama dengan beberapa negara Eropa, seperti Jerman, Spanyol, Italia, Hungaria, Polandia, dll. Di mana Negara2 Asia Tenggara? Kebanyakan di medium capacity. pic.twitter.com/4s3rygWaFM
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84
@kurawa @amflife Lalu gimana tudingan Tempo kl buzzer Indonesia dibayar Rp 1-50 juta? Lah itu justru buktikan KETELEDORAN wartawannya baca dan banding2kan data. Justru Indonesia termasuk TIDAK HARGAI OPINI buzzer. Di Israel, misalnya, kamu bisa dibayar $700ribu-$100 juta. DOLLAR YA! pic.twitter.com/B5BT91WqoY
Expand pic
Expand pic
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84
@kurawa @amflife Jadi ya jgn heran kl di Indonesia itu banyak anak2 kemarin sore ikut2an ngobrol politik cuma modal happy hour di warnet, akun anonim (takut ditangkep), pesen makannya indomie. Online dari pagi ke pagi, cuma maki2. Ya penghargaan ke buzzer politik RENDAH, jadilah GEMBEL WARNET pic.twitter.com/Pd68DpKAi4
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84
@kurawa @amflife Lalu Tempo tuduh Bajer lakukan Disinformasi. Benarkah ini? Benar.. tapi HALF TRUTH. Tempo menyembunyikan data bahwa buzzer di Indonesia tak setega itu lakukan Trolling, Mass Reporting, dan Data Driven Strategies spt di negara lain Ingat, Half Truth adalah ciri dari FAKE NEWS ERA pic.twitter.com/l0pCp7razl
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84
@kurawa @amflife Lalu kalaupun benar ada disinformasi (yang sudah dibilang sebelumnya, kapasitasnya rendah), siapa operatornya? Pemerintah untuk merepresi? Bukan, aktornya malah politisi, parpol, dan swasta. Jadi di mana posisi bajer mitra rejim? Ya ga di mana2... Wong rejimnya ga tertarik hire pic.twitter.com/SaGSvj4sGl
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84
@kurawa @amflife Gimana berita versi detik, yang mencoba menghaluskan kalau Bajer Mitra Rerjim itu terdiri atas manusia dan bot? Sekali lagi ini HALF TRUTH. Sudah pada coba baca dan bandingkan dengan data negara lain? pic.twitter.com/h75jas4tbx
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84
@HaikhSmartikh @JetVeetlev Dia sama aja, cuma nyomot satu infografis gw buat dibikin cherry picking dan diomel2in. Fakta bahwa penelitian itu mengatakan kalau Indonesia termasuk berkapasitas rendah dia tutup telinga 😊
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84
@kurawa @amflife Dr segi penggunaan account, negara2 tsb dikategorikan dlm pecandu akun bot, manusia asli, cyborg (bot yg mimmicking/dipadukan dgn manusia), hingga akun hacked/stolen Indonesia masuk mana? Termasuk yang ketinggalan. Cuma sampe tahap pake bot & manusia. Gitu lho bacanya @kurawa pic.twitter.com/DG5on0n6JC
Expand pic
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84
@kurawa @amflife Dari grafik ini, ada ga Indonesia masuk? Ga.. karena kita dianggap: 1. Bukan negara otoriter 2. Ga intens manfaatin bajer utk manipulasi informasi Makanya kita ga disekumpulin sama negara2 semacam Korut, Cina, Iran, Russia, Turki, dll pic.twitter.com/6yq3vxcpd7
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84
@kurawa @amflife Dari segi konten, bagaimana bajer Indonesia bekerja? Jahatkah? Membaca datanya harus jujur. YA! Ada beberapa kelompok yang melakukan serangan kepada lawan, dan menebarkan polarisme. Tapi ada juga konten2 positif yang disebarkan.... pic.twitter.com/9t6nwAtjf2
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84
@kurawa @amflife Dan bajer politik di Indonesia relatif tidak terlalu banyak melakukan harrasment sampai ke kehidupan personal atau menggunakan smear campaign. Ini menurut data risetnya lho ya.. pic.twitter.com/UzAUdOnSnf
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84
@kurawa @amflife Gitu ya. Saya sekedar bantu interpretasiin data Oxford Internet Institute yang dimaksud. Kesimpulannya SAMA SEKALI BEDA dengan yang ditulis oleh media2 kita. Silakan dibaca aja thread saya di atas, kali2 wartawan dan editor jaman now males baca report lengkap versi english pic.twitter.com/CSfKZeDaly
Expand pic
BabeApps: Hariadhi @hariadhi84
@kurawa @amflife Ingat sekali lagi, kita hidup di era FAKE NEWS. Ga ada satupun informasi yg absolut benar Sekalipun itu yg ngomong Hariadhi atau @kurawa, sekalipun yang nulis @temponewsroom atau @detikcom Jgn percaya siapapun, selalu cek dan ricek. Buka comprop.oii.ox.ac.uk/wp-content/upl…
Load Remaining (2)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.