1
Agus Mulyadi @AgusMagelangan
Salah satu komentar paling lucu terkait analisis grup WA anak STM yang ternyata ketika dicek nomor-nomornya adalah milik polisi. "Secara naluriah, anak STM memang berani tawur, tapi secara naluriah juga, mereka tidak akan pernah berani pakai nomor Telkomsel."
nurul hikmah @NHikmah02
@AgusMagelangan Gak tepat juga, Gus.. Di WA kan bisa nomor yang didaftarin beda dengan nomor untuk internetan. Rata2 ponsel sekarang bisa dua kartu.
Agus Mulyadi @AgusMagelangan
@NHikmah02 Jadi perkiraannya itu anak-anak STM beli nomor telkomsel cuma buat registrasi nomor wa? Menurutku itu jauh lebih tidak tepat lagi... Hehehe
zii @chevalskyy
@AgusMagelangan @NHikmah02 Pake telkomsel buat nomor utama krna nomornya awet walaupun ga diisiin pulsa, jadi klo login wa ga perlu panik klo kartunya udah ga aktif. Trus no tsel jg gampang buat hubungin ortu, gapake pulsa juga bisa. Klo urusan internet bisa pake krtu lain. Knpa gw tau, krna gw gitu bzttt
Agus Mulyadi @AgusMagelangan
@chevalskyy @NHikmah02 Saya juga pake telkomsel, tapi nggak ngeh kalau telkomsel masa aktifnya bisa awet tanpa diisi pulsa. Setahu saya standar 5 ribu untuk 7 hari. Kalau dibandingkan sama Tri jauh banget bedanya. Tri 50 ribu bisa untuk setahun. Apa memang ada trik khusus?
Agus Mulyadi @AgusMagelangan
@chevalskyy @NHikmah02 Sama kayak tri kalau begitu ya. Tri isi 50 bisa buat setahun. Kalau telkomsel berapa?
antokiko @Anto4UNITED
@AgusMagelangan Ini kalo bisa saya simpulkan anak STM kere kere ya?
Agus Mulyadi @AgusMagelangan
@Anto4UNITED Yg pasti kebanyakan bukan golongan berada. Orang masuk STM rata-rata preferensinya agar tidak perlu kuliah biar bisa langsung kerja. Dan preferensi seperti itu umumnya memang ditemukan pada kelompok menengah atau menengah ke bawah.
A G I S @agsthiales
@AgusMagelangan @Anto4UNITED Setuju. Berasal dri kelompok menengah kebawah ini, jg bisa jd salah satu alasan knpa mereka terlibat aksi, ketidakadilan paling dekat dng kehidupan mereka. Saat berhadap-hadapan dng hukum, mereka tak punya privilege apapun.
Dhialma Yonathan S. @dhialma
@agsthiales @AgusMagelangan @Anto4UNITED Tp dulu ayah saya lulusan STM Pembangunan, dgn segala keterbatasan membuat lulusan anak STM jd serba bisa dan punya daya juang tinggi (bagi yg emang punya kemauan sih) sekaligus tahan banting. Ya semoga yg demo punya daya juang tinggi menimba ilmu dan menggapai mimpi juga. 🙏
Agus Mulyadi @AgusMagelangan
@chiw @sandalian @fullmoonfolks Dan banyak juga yg pakai provider "Bos, tetering bos..."
ㅤㅤㅤ @hermana_t
gw lebih percaya sama investigasi netizen drpd polri wajar bila polri membela korps investigasi netizen itu menjelaskan bahwa ada desain membunuh karakter para pelajar STM dgn penyebaran secara sengaja percakapan grp whatsapp permainan intel sotoy 😠 gelora.co/2019/10/netize…
URL Gelora News 9 Netizen Bongkar Grup WA Diduga Anggota Polisi Sudutkan Anak STM, Ini Respons Polri Di media sosial, khususnya Twitter, sedang viral screenshoot atau tangkapan layar diduga grup WhatsApp (WA) siswa STM terkait aksi demo. Saat ini ramai dibahas netizen, diduga grup WA itu sengaja dibentuk oknum polisi untuk mendiskreditkan anak STM. Dilih
kampret Oposisi @AWardana79
@hermana_t Lagi² ada hoax yang di buat dan mala jd bumerang ke pihak nya sendiri dan kini di bantah sendiri Sementara di sisi lain para buzzer nya pemerintah sudah menyebar luar kan Lagi² @DivHumas_Polri mencari penyebar Padahal nyata terpampang Ujung² nya mereka gak salah dan fakta 😂👍

Tirto membuat laporan investigasi, diduga kuat Grup WA anak STM yang bocor "didalangi" orang lain. Beberapa anggota grup WA ini setelah ditelusuri merupakan milik polisi.

Ananda @wagirvn
Sejau ini yg berani melakukan investigasi menelpon satu satu nomor di WAG anak STM cuman Tirto, gimana gak berani lawong Tirto emang Kapolri (“,)
R Hasna Diara @hasnadiara
Husnudzan mungkin anak2 STM yang tergabung d WAG itu anak sultan semua.. sampai ada yang pake kartu hallo yang tagihannya 4jtan 🤭 Btw setauku jarang banget pelajar yang pakai telkomsel, kecuali memang d keluarganya biasa pakai itu juga. Cmiiw tirto.id/buzzer-dan-pol…

Bagian penting dari postingan keduanya adalah tangkapan layar percakapan grup Whatsapp pelajar STM. Di situ terlihat sejumlah nomor telepon para anggota grup. Nomor-nomor tersebut dicurigai oleh netizen sebagai nomor milik polisi. “Ini buzzer istana gobloknya kebangetan. No di bawah kalau dicek pake Truecaller keluar nama plokis semua,” tulis akun Grimaldy Sinaga sambil melampirkan twit Murtadha One-sudah dihapus.
Tanggapan Mabes Polri Soal Tudingan jadi Buzzer Jokowi Di Balik Gembosnya Aksi Reformasi Dikorupsi 30 September Hasil Pelacakan True Caller Untuk menguji cuitan netizen itu, Tirto menggunakan dua aplikasi untuk mengecek nomor-nomor tersebut. Dua aplikasi yang dipakai adalah True Caller dan getcontact. Cara kerja aplikasi itu adalah mengumpulkan nomor telepon berdasarkan nama yang disimpan para pengguna aplikasi.

Hasil pengecekan dari dua aplikasi itu sebagai berikut : Nomor hanphone 081310499xxx diuji dengan True Caller muncul nama “Let Ilham Agis Polda Metro”. Di aplikasi Getcontact muncul dengan nama “Bang Agis Rena Polda”. Nomor tersebut menjadi anggota grup “Anak STM Kimak Bacot”.

Dalam grup itu nomor itu sempat mengirimkan pesan, “Woy pada di mana gua naek gojek uangnya kurang ni.” Saat Tirto menghubungi, nomor tersebut tidak aktif. Nomor 087840438xxx, dalam True Caller bernama “Bripda Eggy Septiadi”. Di aplikasi Getcontact bernama “Bripda Egi Pusdokkes Ops”, “39 Eggy Dokkes Mabes Polri” dan “Egy S”. Dalam percakapan itu, Eggy mengatakan “apalagi gua, keringet semua sampai basah ke kancut”.

Nomor 087887087xxx dalam aplikasi True Caller nomor tersebut bernama “isilop lagi nyamar jadi anak STM” namun dalam aplikasi Getcontact bernama “Daylen”. Dalam percakapan di grup STM tersebut nomor ini menggunakan nama “Dell Kur” dan sempat mengirim pesan, “Ngambil duitnya di mana bangsat? katanya mau dibagiin.” Menariknya, dalam grup G30S STM Allbase ada yang bernama Raski Dwi dengan foto profil pada pukul 23.31 (30 September). Nama tersebut keluar setelah mencantumkan nomor 081314991xxx.
Dalam aplikasi Getcontact orang-orang menyimpan nomor tersebut dengan nama “Mbs Raski Dwi Propam” dan “Dtn Raski Divpropam”. Dalam grup tersebut, ia mengatakan “Duit mane nih kampret aus”. Namun saat Tirto mencoba mengecek lagi hari ini menggunakan Getcontact, foto profilnya dihapus dan menambahkan nama “Raski” dan “Rasky”. Sementara itu, tim Merdeka.com semalam berhasil menghubungi salah satu nomor yang masuk dalam grup whatsapp mengatasnamakan anak STM. Ketika disebut namanya, dia langsung menjawab "Siap".

Kami mencoba menanyakan situasi di DPR karena sejak sore demonstran berkumpul dan terjadi bentrok sampai dengan malam. Saat disebut berdinas di salah satu kantor polisi Jakarta, pria itu membenarkan. Lantas, dia bertanya balik, 'izin, ini dengan siapa?'. Setelah tahu dihubungi jurnalis, dia menjawab. "Saya tidak bisa kasih keterangan, silakan dengan yang lain." Telepon pun selesai. B

Selain melalui aplikasi, Tirto juga mencocokkan sejumlah nomor yang ada di grup STM itu. Salah satu yang mencurigakan adalah nomor Kartu Halo 08111002xxx. Tirto mengecek melalui aplikasi pembayaran tagihan kartu halo dan terkonfirmasi nomor terdaftar atas nama Bamxxxxxxxxxxxxxxgar dengan tagihan pada bulan Oktober 2019 sebesar Rp 4,8 juta. Berdasarkan data lain yang didapat Tirto, nomor tersebut adalah milik Bambang Haryanto Siregar, mantan sekretaris pribadi Komjen Pol Arief Sulistyanto.

Nomor tersebut tercatat dalam dokumen petinggi polri tahun 2013. Saat itu Arief masih menjabat sebagai Dirtipideksus Bareskrim Polri. Bambang juga tercatat pernah menjadi saksi ahli kasus berita hoax percakapan Kapolri Drs. Tito Karnavian dengan Kapolda Jawa Barat Irjen Charlian soal Bom Panci di Pengadilan Negeri Bengkalis pada Mei 2017. Saat itu Bambang sebagai saksi ahli dari Tim Cyber Mabes Polri. Rekam jejak Bambang juga terlihat dalam kasus koruptor Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat pada tahun 2011. Saat itu, Bambang bertugas menyedot data dari ponsel milik Nazaruddin.

Jejak digital Bambang juga tercatat dalam website jual beli mobil garasi.id. Dalam laman itu Bambang menjual mobil Chevrolet Captiva dan meninggalkan nomor telponnya di sana. Tirto menghubungi nomor Bambang namun tidak aktif. Dalam aplikasi Getcontact nomor Bambang itu tercatat diberi nama “Bambang Siregar Cyber”, “Bambang Siregar Siber”, “Bambang Siregar Cyber Mabes” dan “Siregar Cyber Mabes Polri”. Nama-nama tersebut sesuai dengan identitas Bambang Haryanto Siregar. Tanggapan Polisi Sementara itu, Mabes Polri mengklaim isu polisi bergabung dalam grup WhatsApp siswa yang berdemo pada 30 September sebagai upaya "propaganda".

"Kami paham betul yang ada di media sosial, sebagian besar adalah anonim. Narasi yang dibangun ialah propaganda," ucap Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Selasa (1/10/2019). Dedi menegaskan pihaknya akan menyelidiki nomor-nomor telepon yang ada di grup WA tersebut. Akan tetapi, Dedi enggan memastikan anggota Polri terlibat di dalam percakapan tersebut. "Belum bisa dipastikan. Kalau itu anggota polisi pun belum bisa dipastikan dan narasinya saya belum baca, (apakah) ada unsur pidana? Nanti jajaran multimedia (dari Polri) akan membuat literasi digital ke masyarakat agar masyarakat bisa cerdas menggunakan media sosial," kata Dedi.

Sehari kemudian Polisi sudah menangkap tujuh orang yang berada di dalam grup tersebut. Namun tidak ada satu pun dari ketujuh orang tersebut bekerja sebagai polisi. Satu orang pembuat grup ditetap sudah ditetapkan sebagai tersangka. Tirto mengonfirmasi soal nomor milik Bambang Siregar yang teridentifikasi sebagai polisi.

Namun, Dedi tidak memberikan jawaban. Dedi hanya menjawab pertanyaan terkait langkah polisi apabila ada anggota yang benar terlibat dalam grup Whatsapp tersebut. “Ga ada itu Mas, sudah saya tanyakan ke pak Rickynaldo. Saya belum dapat update lagi,” ujar Dedi.

Iqbal Farabi @iqbal_farabi
Yg saya salut dari Tirto, mereka beneran melakukan kerja jurnalistik dan tidak hanya menjadi juru ketik narasumber. Lihat bagian yg saya screenshot di bawah. Perlu kecermatan dan terutama keberanian untuk menulis paragraf-paragraf itu di jaman sekarang. tirto.id/buzzer-dan-pol… pic.twitter.com/LOnluWLhP0
Expand pic
Agus Mulyadi @AgusMagelangan
Sudah dilakukan penelusuran sm Tirto dan hasilnya memang ada nomor polisi. Wartawan Merdeka juga sudah nelpon salah satu nomor dan diketahui dia memang polisi. Pun sudah ada yg mengaku sebagai salah satu kawan si pemilik nomor dan dia mengakui bahwa kawannya itu memang polisi. twitter.com/iqbal_farabi/s…
Load Remaining (37)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.