"Wartawan bodrek yak?" Di Balik Surat Terbuka ke Menhan Ttg Wajib Militer Yg Disebut2 Tertuang di UU PSDN Bakal Diterapkan Indonesia

Namanya Komcad, benarka wajib?
RUU THREAD dprri komcad UU PSDN Thread Asik wajibmiliter menhan Ryamizard Ryacudu
0
Asumsi @asumsico

Current Affairs & Pop Culture | Kami mendengar semua orang | E-mail: Redaksi@asumsi.co

Asumsi.co
Asumsi @asumsico
Sebuah surat terbuka dari @coldrebellion kepada Ryamizard Ryacudu, Menteri Pertahanan Indonesia mengenai kegelisahannya apabila harus mengikuti wajib militer sementara kontur tubuhnya melendung seperti perkebunan teh Walini. Dan zodiaknya cancer. asumsi.co/post/surat-ter…

Lengkapnya

Bapak Ryamizard Ryacudu terkasih,

Izinkan saya mengucapkan selamat Hari Kesaktian Pancasila bagi Anda dan para kolega di Kementerian Pertahanan. Jujur, saya telah lama mengagumi Bapak dari kejauhan. Mata ramah serta senyum tipis Bapak membuat Bapak nampak seperti karakter anime yang sekilas penggerutu, tetapi sebetulnya berhati mulia. Nama Bapak pun mengingatkan saya kepada Pokemon tipe api andalan saya.

Lewat surat ini, saya ingin menyampaikan keresahan–lebih tepatnya, aspirasi–saya sebagai anak muda Indonesia. Belum lama ini, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI sepakat mengesahkan Rancangan Undang-undang tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (RUU PSDN). Keputusan monumental ini diketuk palu dalam rapat paripurna ke-10 pada 26 September silam.

Tentu Bapak tahu bahwa pengesahan RUU PSDN telah mengundang pro-kontra. Ia dianggap membuka jalan bagi penerapan wajib militer terhadap masyarakat sipil di Indonesia. Guna meredam kerisauan publik terhadap RUU ini, Wakil Ketua Komisi I Satya Yudha bahkan sempat mengeluarkan pernyataan ajaib bahwa “wajib militer bagi masyarakat sipil sifatnya sukarela”. Saya bukan Ivan Lanin, Pak, tapi setahu saya makna “wajib” dan “sukarela” itu bertentangan.

Padahal, Bapak sudah berulang kali menyatakan bahwa Indonesia tidak begitu perlu menganut wajib militer. Indonesia tidak sedang dalam keadaan berperang dan tidak berencana berperang pula. Wakil Presiden Jusuf Kalla pun mengutarakan bahwa menurut penelitian, peluangnya amat tipis bahwa ada negara yang hendak menginvasi Indonesia selama paling tidak 20-30 tahun ke depan. Karena itulah Bapak beranggapan dengan tepat bahwa ada hal-hal yang lebih patut diprioritaskan ketimbang wajib militer. Kepada CNN Indonesia, Bapak menyampaikan bahwa Indonesia justru lebih butuh pembekalan bela negara.

Namun, apa yang dimaksud dengan bela negara, Pak?

Pertanyaan ini kian genting bagi saya, sebab kekhawatiran publik tentang pemberlakuan wajib militer secara “halus” tidak meleset-meleset amat. Pasal 9 Ayat 2 dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara menegaskan bahwa “upaya bela negara” diselenggarakan melalui pendidikan kewarganegaraan, pelatihan dasar kemiliteran secara wajib, pengabdian sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara sukarela atau secara wajib, dan pengabdian sesuai dengan profesi. Perhatikan, Pak, bagaimana kata “wajib” ditempatkan secara strategis pada butir-butir yang spesifik menyangkut militer.

Seolah menegaskan UU tersebut, Ketua Komisi I Abdul Kharis Almasyari memaparkan bahwa RUU PSDN bertujuan “memperkuat dan memperbesar komponen utama alat pertahanan negara”. Usai screening, masyarakat sipil diposisikan menjadi Komponen Cadangan yang dapat dimobilisasi sewaktu-waktu untuk memperkuat Komponen Utama, yakni Tentara Nasional Indonesia (TNI).

“Komponen Cadangan” inilah yang bikin gerah sebagian pihak. Seperti dilansir oleh Kompas, peneliti Imparsial Batara Ibnu Reza menyoroti Pasal 4 ayat 1-2 di RUU PSDN yang dinilai menjadi bentuk “militerisasi sipil”. Pada pasal 1, setiap warga negara disebut wajib turut serta dalam upaya bela negara. Namun pada pasal 2, ditegaskan bahwa salah satu bentuk penyelenggaraan “upaya bela negara” adalah melalui keikutsertaan wajib warga dalam pendidikan dasar militer. Lagi-lagi, Pak, mari kepo bersama terhadap penempatan kata “wajib”.

Inilah yang menjadi muasal keresahan saya. Baik UU Pertahanan Negara maupun adik kelasnya, RUU PSDN, tidak memberikan kesan tepat mengenai bela negara. RUU tersebut mengesankan seolah-olah membela negara hanya dapat dilakukan dengan mengenakan seragam loreng. Kita dapat berbincang semalaman tentang mengapa hal ini mengkhawatirkan, tapi bagi saya pribadi ada persoalan luar biasa penting, substansial, inti dari inti, jika bela negara diwajibkan dan hanya bermuara pada militer, Pak.

Saya gendut.

Sungguh, Pak. Beneran ini. Secara pribadi, saya menyalahkan Kak Seto. Percaya atau tidak, postur saya ramping semampai ketika cilik. Namun sejak Kak Seto membintangi iklan suplemen kesehatan dan suplemen tersebut sukses membikin dahsyat nafsu makan saya, perut saya terus membuncit. Belum lagi kehidupan dewasa, tagihan bulanan, dan derita eksistensialis mendorong saya pada solusi klasik: stress eating. Saat meliput demonstrasi mahasiswa tempo hari, saya memang terpaksa melakukan olahraga jalan cepat. Namun, dampaknya belum terasa. Hingga kini, kontur tubuh saya tetap melendung seperti perkebunan teh Walini.

Saya tidak bugar, kuat, apalagi cekatan, Pak. Lebih jauh lagi, zodiak saya Cancer. Orang-orang seperti kami butuh kenyamanan dan manjanya bukan main. Ketemu WC yang tidak memadai di pusat perbelanjaan saja bisa bikin saya menggerutu seharian, apalagi kalau saya harus memburu separatis di hutan hujan yang tak bersahabat. Kebencian saya terhadap konsep jurit malam dan camping terdokumentasi dengan baik. Anda sanggup membayangkan saya mengabdi sebagai serdadu di perbatasan negara? Saya juga tidak.

Namun, bukan berarti saya tidak mau mengabdi dengan cara-cara lain, Pak. Kuncinya adalah melimpahkan pekerjaan yang tepat kepada elemen masyarakat yang sesuai. Misalnya, peranan sebagai serdadu dapat Anda hibahkan kepada komunitas pemain PUBG. Tak ada salahnya juga menarik beberapa anak STM yang lihai untuk dijadikan bibit Kopassus. Lantas, bagaimana dengan saya? Apa yang dapat saya lakukan untuk negara?

Bapak Ryamizard Ryacudu terkasih, izinkanlah saya mengabdi sebagai admin Puspen TNI.

Bukannya hendak merendahkan kinerja mimin saat ini, Pak. Puspen TNI telah menjadi acuan orang banyak untuk informasi mengenai militer Indonesia. Namun, masih banyak potensinya yang dapat digali. Saya memiliki banyak ide supaya akun Puspen TNI menjadi lebih semarak, dan saya akan dengan senang hati membagikannya kepada Anda.

Tentu Bapak setuju bahwa kebersamaan, kekompakan, dan rasa cinta terhadap negara adalah tiga hal yang penting ditonjolkan dari brand TNI. Dan tiga hal ini tidak mesti diejawantahkan lewat posting yang penuh jargon serta penyampaian kabar yang menjemukan.

Pengalaman para serdadu menjangkau daerah-daerah terpencil Indonesia pastilah menarik dan dapat menggugah minat muda-mudi pencinta petualangan serta sobat-sobat indie, senja, kopi, dan asam lambung. Tips menjaga kebugaran dan teknik olahraga yang diajarkan bagi tentara pasti akan memikat para pegiat fitness atau orang yang hendak berdiet. Percakapan soal sejarah, strategi, dan alutsista pun sebetulnya dapat disampaikan secara seru. Bukankah keren bila ada video yang menunjukkan dua orang Jenderal bermain game strategi seperti Hearts of Iron IV atau Age of Empires II, kemudian berdiskusi soal taktik?

Konten yang memukau tak hanya dapat mendekatkan TNI dengan masyarakat, apalagi anak muda. TNI juga dapat melunakkan citranya yang begitu lama dicoreng oleh rezim Orde Baru, dan kembali pada fitrahnya sebagai garda terdepan pertahanan negara. TNI dapat dipersepsikan sebagai lembaga yang seru, terbuka kepada anak muda, dan menyenangkan.

Barangkali Bapak ragu, tapi saya sungguh yakin bahwa saya berjodoh dengan Puspen TNI. Tahukah Bapak bahwa saya pernah menulis novel berjudul Bagaimana Tuhan Menciptakan Cahaya? Apakah kebetulan bahwa kini saya mengajukan diri buat mengabdi di Pusat Penerangan TNI? Saya pikir tidak, Pak. Ini suratan takdir.

Lebih penting lagi, Bapak harus tahu bahwa saya menerima pendidikan geografi tingkat lanjut dari pakar topografi dan geospasial terkenal, Dora The Explorer. Saban pagi, saya belajar membaca peta dari beliau, sehingga saya jadi tahu bedanya Papua dan Timor Leste. Bermodalkan pengetahuan ini, saya akan memastikan bahwa Puspen TNI tidak menyebar informasi yang keliru. Saya yakin Bapak setuju bahwa Puspen TNI, selaku suara resmi salah satu institusi paling dihormati di Indonesia, seharusnya memberikan kejernihan dan menjadi acuan yang tepercaya bagi masyarakat luas. Bukan malah membuat blunder fatal di tengah suasana yang mencekam.

Kecintaan saya terhadap pelbagai akun meme, serta keterpaparan saya kepada budaya internet terkini pun menajamkan intuisi saya terhadap semangat zaman. Saya dapat menjamin, Pak, bahwa mulai dari sekarang tidak satu pun tweet di akun Puspen TNI akan diakhiri dengan emoji kacamata. Saya akan memastikan bahwa desain poster dan video Puspen TNI akan lebih bermutu. Minimal, saya akan memperkenalkan Canva kepada TNI supaya desain kalian tidak begitu-begitu amat. Oh, dan julukan #SobatPuspen untuk pengikut akun medsos kalian? Semua itu akan berakhir di saya.

Saya yakin Bapak dan kawan-kawan di Puspen TNI akan mempertimbangkan lamaran saya dengan serius. Namun, jika gagasan-gagasan cemerlang saya kiranya tidak sesuai dengan visi-misi Puspen TNI, ada perkara lain yang dapat menjadi renungan kita, Pak.

Butir keempat dari Pasal 9 Ayat 2 UU Pertahanan Negara menyebut bahwa pengabdian terhadap negara dapat dilakukan sesuai dengan profesi. Dalam pidatonya di Hari Bela Negara 2015, Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan bahwa membela negara “tidak hanya dilakukan dengan kekuatan senjata.” Petani yang banting tulang di ladang, guru yang mendidik anak-anak kawasan perbatasan, dan tenaga kesehatan yang melayani rakyat di daerah terpencil, semuanya sedang mempraktikkan bela negara.

Dengan caranya masing-masing, mereka bahu membahu menjadikan Indonesia negara yang lebih baik bagi kita semua. Saking mengenanya pidato Jusuf Kalla ini, situs resmi Kementerian Pertahanan sampai mengutipnya panjang lebar di laman Sejarah Bela Negara. Dan beliau ada benarnya, Pak. Pengabdian macam apa yang semestinya dihitung sebagai bentuk bela negara? Lebih penting lagi, manakah “negara” yang hendak kita bela?

Ketika para Kartini Kendeng menghalau para penambang yang begitu lama memporak-porandakan tempat tinggal mereka, apakah mereka tidak sedang mengabdi? Ketika ambulans Palang Merah Indonesia menembus gas air mata dan hujan batu untuk menangani demonstran yang terluka, apakah mereka tidak sedang mengabdi? Ketika para pengelola Pesantren Waria Al-Fatah di Yogyakarta bekerja menentang persekusi demi menyediakan kedamaian spiritual bagi kelompok waria yang rentan, apakah mereka tidak sedang mengabdi?

Kita dapat berbicara begitu panjang tentang kewajiban rakyat membela negara, Pak. Namun, siapa yang semestinya hadir ketika negara gagal membela rakyatnya sendiri?

Ketika kami bersolidaritas dengan satu sama lain dan bergotong royong, kami sedang bela negara. Ketika kami mempersoalkan kinerja buruk politikus yang gagal mewakili rakyat, kami sedang bela negara. Ketika kami memilih untuk bercengkerama, bertukar lelucon, dan berdamai ketimbang memperpanjang konflik, kami sedang bela negara. Tentara tidak mesti dikucilkan dari upaya-upaya semacam ini. Namun bila tentara bahkan tak dapat duduk semeja dengan kami sebagai kawan, semestinya Bapak bertanya kenapa.

Saya pikir Bapak paham maksud saya. Kesaktian Pancasila tidak hanya bermakna pengorbanan para serdadu dan perjuangan yang diakhiri dengan darah. Pancasila menjadi sakti karena ia dimaknai bersama oleh rakyat yang benar-benar berdaulat, merdeka, dan mandiri.

Tapi serius, Pak. Berapa gaji admin Puspen TNI? Kalau rate kalian masuk akal, saya kirimkan CV termutakhir saya melalui surel.

Aufa Nafilah @aufanflh
@asumsico @coldrebellion What a great letter😂 tau nih pak cancer itu butuh tempat nyaman gimanasi!1!1!1
AlvaroDeBazan @AlvaroDeBazan2
@asumsico @coldrebellion Lho apakah utas panjang lebar yang ditulis @Jatosint dan @tweetmiliter belum dibaca ? Setahu saya cukup jelas bahwa tidak ada wajib militer. Yang bersedia boleh ikut Komponen Cadangan. cc @pangeransiahaan
Muhammad Faiz Atorik @altefalken
Gapernah ada disebut wamil kok tetiba ngomongnya wamil Wartawan bodrek yak? twitter.com/asumsico/statu…
Muhammad Faiz Atorik @altefalken
untuk ikut komcad aja lo kudu daftar, abis itu diseleksi, dimana letak wajibnya coba? lo lebih pengen ngopi2 di kemang atau subud dibanding idup di barak yowis, nobody force you to enlist juga
JATOSINT @Jatosint

News and information (OSINT) about Indonesian security and defense related issues Tweets in English and Bahasa #MERDEKA

JATOSINT @Jatosint
Kita bahas UU Pemberdayaan Sumber Daya Nasional (PSDN) Untuk latar belakang dan pertanyaan apakah ini UU muncul tiba-tiba dan disahin tiba-tiba silahkan dinilai sendiri dari link ini: kemhan.go.id/pothan/wp-cont…
JATOSINT @Jatosint
Disclaimer: Admin bahas ini berdasarkan draft RUU yang admin punya, sepertinya ini draft thn 2018 jadi mungkin ada revisi sebelum kemarin disahin DPR, mungkin juga enggak karena DPR-Pemerintah bilangnya "tidak ada pasal-pasal yang menuai pro-kontra"
JATOSINT @Jatosint
Apa yg diatur di UU PSDN ini? Banyak Tapi fokusnya ada di: -Komponen Cadangan -Komponen Pendukung Ini definisinya di Pasal 1 dan yang penting: ⚠️INI BUKAN WAJIB MILITER KYK DI KORSEL/SINGAPURA/ISRAEL⚠️ pic.twitter.com/jo96KPVPwd
Expand pic
JATOSINT @Jatosint
Tapi pada dasarnya dihampir semua negara kalau lagi perang ya warga negaranya wajib bantu Dikita udah tertuang di Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 "setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara” Gk setuju? Ya debatin aja UUD-nya, bukan UU PSDN-nya
JATOSINT @Jatosint
Oke, jadi apa 'Bela Negara/Wajib Militer' yang dimaksud dalam UU PSDN? Dalam UU ini dijelasin kalau Bela Negara bentuka TIDAK HANYA militer, tapi pengabdian sesuai profesi juga udah bela negara Kemudian pelatihan dasar militernya juga GAK WAJIB karena ngikut aturan Komcad pic.twitter.com/eA8OmqIKSf
Expand pic
Expand pic
JATOSINT @Jatosint
Kita masuk ke Komcad Komcad ini tugasnya membantu Komponen Utama yaitu TNI Komcad terdiri dari empat: 1. Warga negara 2. Sumber Daya Alam (SDA) 3. Sumber Daya Buatan (SDB) 4. Sarpras Nasional Kita bahas dulu Komcad yang Warga Negara pic.twitter.com/dz2ah4f3kL
Expand pic
JATOSINT @Jatosint
Komcad ini SUKARELA alias GAK WAJIB Yang gk mau ya gk usah daftar, yang mau silahkan Tapi gak bakal diterima gitu aja, bakal ada tahapan seleksi dan syarat juga jadi gk diterima gitu aja Yang lolos seleksi bakal dilatih selama 3 bulan pic.twitter.com/mr4V3Yq1ef
Expand pic
Expand pic
JATOSINT @Jatosint
Selain dilatih, lo dapet apa aja kalau keterima jadi Komcad? Benefitnya lumayan loh walaupun nominalnya belum ada DAN selama lo ikut pelatihan tiga bulan perusahaan lo GAK BOLEH mecat lo atau itu pemilik perusahaan dipenjara 2 tahun :) Yg PNS/Mahasiswa juga statusnya gk hilang pic.twitter.com/fEWykJP6hV
Expand pic
Expand pic
Expand pic
JATOSINT @Jatosint
EITSSS Ada hak, ada kewajiban juga, kalau lo udah dilantik jadi Komcad lo WAJIB ikut pelatihan penyegaran dan WAJIB dateng kalau presiden netapin status darurat militer dan mobilisasi Kalau gk dateng? Penjara 4 thn Selain itu lo juga kena hukum militer kalau lagi aktif komcad pic.twitter.com/RqH7IqGlWz
Expand pic
Expand pic
JATOSINT @Jatosint
Oh iya, ada juga tunjangan operasi sama penghargaan yg bisa lo dapet kalau lolos jadi Komcad dan ikut operasi pic.twitter.com/HoyPBH0iKR
Expand pic
JATOSINT @Jatosint
Nah, kalau lo udah selesai pendidikan, udah resmi jadi Komcad, gak lagi latihan penyegaran, dan gk lagi ada mobilisasi, lo ngapain? Ya balik ke kehidupan sipil lo, kerja sesuai bidang masing-masing Model Komcad kyk gini juga ada di AS, Inggris, Spanyol, dll
alex_h @alaikahidayat
@Jatosint Komcad resmi selain menwa disini apa aja min?
JATOSINT @Jatosint
Kapan mobilisasi ada? Ketika presiden netapin Indonesia darurat militer/dalam keadaan perang Oh iya, darurat militer gk cuma karena perang tapi juga bisa karena pemberontakan, kerusuhan, bencana alam Jadi yg Komcad gk cuma buat perang ya pic.twitter.com/KBZ89S4ql9
Expand pic
Expand pic
JATOSINT @Jatosint
Kalau darurat militer udah dicabut, pemerintah wajib demobilisasi dan balikin Komcad ke kehidupan sipilnya Nah yang bagus dari UU PSDA ini pas dibalikin Komcad juga harus direhabilitasi sama pemerintah biar itu Komcad siap jadi sipil lagi pic.twitter.com/iuwUxo83Uk
Expand pic
Expand pic
Load Remaining (7)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.