Direktur BJB Agus Mulyana Pemanggilan Mandek

Polda Jawa Barat belum mendapatkan laporan dari Plt Dirut BJB Agus Mulyana yang mangkir dalam panggilan untuk dilakukan pemeriksaan terhadap laporan PT SIB
0

Agus Mulyana yang saat itu menjabat Direktur Kepatuhan BJB ini mangkir dari pangilan kepolisian. Ia dipanggil untuk dimintai keterangan atas permohonan perlindungan hukum yang dimintakan PT SIB kepada Polda Jabar.

Dalam copy surat panggilan bernomor B/2899/IV/2019/Dit Reskrimsus tertanggal 24 April 2019 Direktorat Reskrimsus Polda Jabar meminta agar Dirut Bank BJB menghadapkan Direktur Kepatuhan Bank BJB Agus Mulyana untuk didengarkan kesaksiannya dalam kasus yang dilaporkan PT SIB.

Sebelumnya Agus Mulyana, menjadi salah satu yang digadang-gadang akan menduduki posisi BJB-1. Namun Agus Mulyana gagal menjabat Dirut Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten (BJB). Diduga kuat batalnya Agus Mulyana menjadi orang nomor-1 di Bank BJB lantaran tersandung sejumlah kasus yang membelitnya.

Diketahui, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank BJB yang berlangsung Selasa (30/4), di Hotel Trans Luxury, Jalan Gatot Subroto, Bandung, menghasilkan keputusan mengangkat Yuddy Renaldy sebagai Direktur Utama. Agus Mulyana adalah sosok yang digadang-gadang menduduki posisi bjb-1, yang ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten (BJB), Selasa (30/4/2019). Banyak yang menduga Mangkirnya Agus Mulyana ini memberi sinyal RUPS Bank bjb bakal bergejolak pada waktu itu yang nyatanya tidak.

Kontras dengan pendapat tersebut, Agus Mulyana sebagai Direktur Kepatuhan berhasil menerapkan pola manajemen risiko bank bjb dengan kualitas kredit perseroan yang terjaga baik. Selain itu, bank bjb berhasil menjaga non performing loan (NPL) pada level 1,7%. Angka ini lebih baik dari rata-rata NPL industri perbankan nasional hingga Mei 2019 yakni sebesar 2,61%.

Tangan dingin Agus Mulyana juga mampu membawa bank bjb meraih penghargaan TOP GRC 2019 #4 Stars karena dinilai telah menerapkan manajemen risiko dan kepatuhan yang sangat baik. Penghargaan ini dinilai dari tiga aspek utama, yakni sistem, infrastruktur dan implementasi tata kelola perusahaan.

Amul memang memiliki kredibilitas dan kemampuan yang luar biasa dalam memimpin divisi kepatuhan, berperan penting dalam meningkatkan kinerja bank pembangunan daerah terbaik di Indonesia ini.

Amul lahir di Bandung tahun 1964. Menyelesaikan pendidikan S2 di Universitas Padjadjaran, Bandung pada tahun 2007. Menjabat sebagai Direktur Kepatuhan bank bjb sejak 2019. Jabatan lain yang pernah dipegang antara lain:

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko bank bjb(2015–2019)
Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb(2014–2015)

Comment

No comments yet. Write yours!