"JKW Harus Mengendalikan 'Pendengungnya' Yang Makin Lama Makin Ngawur" by @TempoNewsRoom

Chirpified By @M4ngU5il BACA ~~> https://chirpstory.com/li/378814 Disclaimer: Read More
1
Majalah Tempo @temponewsroom

Jokowi harus mengendalikan pendengungnya, yang makin lama makin ngawur. Berpotensi merusak demokrasi. A THREAD pic.twitter.com/Ni3060N61A

01/10/2019 13:30:36 WIB
Expand pic
Majalah Tempo @temponewsroom

Tingkah buzzer pendukung Presiden Joko Widodo makin lama makin membahayakan demokrasi di negeri ini. Berbagai kabar bohong mereka sebarkan dan gaungkan di media sosial untuk mempengaruhi opini dan sikap publik.

01/10/2019 13:30:36 WIB
Majalah Tempo @temponewsroom

Para pendengung menjadi bagian dari kepentingan politik jangka pendek: mengamankan kebijakan pemerintah.

01/10/2019 13:30:37 WIB
Majalah Tempo @temponewsroom

Para pendengung itulah yang pertama kali menyebarkan kabar tentang ambulans berlogo pemerintah DKI Jakarta yang berisi batu saat unjuk rasa pelajar sekolah menengah atas pekan lalu.

01/10/2019 13:30:37 WIB
Majalah Tempo @temponewsroom

Terekam oleh Drone Emprit, aplikasi pemantau percakapan di dunia maya, cuitan mereka lebih cepat beberapa jam dibanding akun resmi TMC Polda Metro Jaya. Sebagian di antaranya mengolok-olok Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang mereka perangi sejak pemilihan Gubernur DKI 2017.

01/10/2019 13:30:37 WIB
Majalah Tempo @temponewsroom

Belakangan, polisi menyatakan kabar itu tidak benar.

01/10/2019 13:30:38 WIB
Majalah Tempo @temponewsroom

Dalam kasus seleksi calon pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi dan revisi Undang-Undang KPK, para pendengung menyebarkan agitasi bahwa lembaga itu dikuasai kelompok agama garis keras yang mereka sebut Taliban.

01/10/2019 13:30:38 WIB
Majalah Tempo @temponewsroom

Mereka menyebut Novel Baswedan, penyidik yang dikenal gigih mengusut pelbagai kasus korupsi jumbo, sebagai antek khilafah. Ketika timbul dukungan kepada KPK, mereka menyerang para pendukung itu dengan memberi mereka label pendukung khilafah.

01/10/2019 13:30:39 WIB
Majalah Tempo @temponewsroom

Sesungguhnya, para buzzer ini adalah produk gagal dari era kebebasan berpendapat. Memanfaatkan kemampuan menulis—sebagian di antara buzzer Jokowi adalah bekas wartawan—dan fanatisme pembacanya, mereka mengemas kabar bohong sedemikian rupa sehingga terlihat benar.

01/10/2019 13:30:39 WIB
Majalah Tempo @temponewsroom

Kadang disertakan pula bumbu "berdasarkan sumber intelijen".

01/10/2019 13:30:39 WIB
Majalah Tempo @temponewsroom

Diterpa arus informasi yang masif dari para pendengung yang saling menggaungkan pesan, para pendukung Jokowi yang tidak melakukan verifikasi ikut-ikutan mendukung sikap tersebut dan menghujat mereka yang berbeda pandangan.

01/10/2019 13:30:40 WIB
Majalah Tempo @temponewsroom

Para pendengung agaknya punya hubungan kuat dengan penguasa dan aparat negara. Mereka bisa dengan mudah mendapatkan profil pihak yang dianggap sebagai lawan, seperti kartu tanda penduduk, nomor telepon, bahkan jenis telepon seluler yang digunakan.

01/10/2019 13:30:40 WIB
Majalah Tempo @temponewsroom

Dukungan pemerintah kepada buzzer pun terlihat dengan pemberangusan akun-akun yang punya sikap berbeda, yang dituding menyebarkan kabar bohong.

01/10/2019 13:30:40 WIB
Majalah Tempo @temponewsroom

Kolaborasi para buzzer dengan aparat negara ini pada akhirnya memperkuat kartel kekuasaan yang memberangus kebebasan berpendapat dan berbicara.

01/10/2019 13:30:41 WIB
Majalah Tempo @temponewsroom

Presiden Jokowi harus segera menertibkan para buzzer yang sulit dipercaya keberadaannya tidak Presiden ketahui jika bukan dia kendalikan. Tanpa mereka pun, Jokowi sebenarnya tak perlu khawatir terhadap berbagai serangan di media sosial.

01/10/2019 13:30:41 WIB
Majalah Tempo @temponewsroom

Meraih dukungan 55,5 persen suara pada pemilihan umum lalu, Jokowi punya pengikut setia yang sebenarnya siap membelanya di media sosial.

01/10/2019 13:30:41 WIB
Majalah Tempo @temponewsroom

Seandainya kinerja Jokowi dalam lima tahun ke depan meningkat, terutama di berbagai bidang yang selama ini masih berponten merah, para pemilih niscaya akan terus membela Presiden.

01/10/2019 13:30:42 WIB
Majalah Tempo @temponewsroom

Pada era digital ini, tak salah jika seorang pejabat negara memiliki pasukan khusus di dunia maya untuk membantu pemenangan atau mempromosikan keberhasilan.

01/10/2019 13:30:42 WIB
Majalah Tempo @temponewsroom

Tapi, ketika pejabat negara membiarkan pendengungnya bertindak kelewat batas, sudah selayaknya kita mempertanyakan autentisitas kepemimpinannya.

01/10/2019 13:30:42 WIB

Comment

No comments yet. Write yours!