0
// Jax @JackVardan
Dan salah satu oknum yang menjadikan Indonesia jadi suriah adalah anda! Eksploitasi suriah demi modal konten dan miskin argumen. Coba hitung kata radikal dan suriah yang merupakan bagian dari tabungan konflik jauh sebelum ada hari ini. Bidji kuda liberal celup. twitter.com/GunRomli/statu…
// Jax @JackVardan
Barisan perindu konflik ini yang gemar bawa narasi syria jauh sebelum hari ini, gemar menuding yang lain radikal, khilafah dan lainnya. Logika kontra intelijen, dia yang mengaitkan, dia nanti yang sembunyi di ketiak penguasa dan menuding pihak lain sebagai cuci tangan.
// Jax @JackVardan
Gimana gak kayak suriah, sebangsa lu tuding radikal, lu bubarin pengajian, lu hadang di bandara, lu demonisasi ulama, lu stigma ulama, itu namanya narasi menabung konflik. Kira-kira siapa yang produksi narasi ini? Ya elu, kobokan warteg.
// Jax @JackVardan
Semua dari elu, gak mau kayak suriah tapi nuding yang lain radikal, kaitkan segala sesuatu dengan suriah. Ini perumpamaan sederhana. Elu gak mau kayak suriah tapi lu ngecap terus adu domba sana sini, tuding sana sini. Begini biji ketumbar dikasih nyawa. Syuram.
// Jax @JackVardan
Gua kasih tahu netijen dan milenial di lini masa ini, jauh sebelum ada ahok dan jokowi, serta segenap keributan saat ini. Makhluk ini @GunRomli jualannya bau agama, itu doang, Jaringan Islam Liberal, yang miskin literasi dan saat ini jadi politisi oplosan. Jualan agama mulu.
// Jax @JackVardan
Gua sendiri gak mau giring opini dan kaitkan dengan syria. Jauh banget. Bahkan kalo ada indikasi, coba bikin adem, bukan dikomporin biar kelihatan sok pinter. Kalo belum pernah terjun ke daerah konflik, jangan belagak paling iye giring opini publik.
// Jax @JackVardan
Efek dari genit, ganjen, centil, sok paling NKRI adalah konflik yang sekarang terjadi di timur. Dogma busuk yang hanya jadi bahan jualan dan ngemis proposal door to door sambil busungkan dada, bahwa kami yang paling NKRI paling memiliki kultur.
// Jax @JackVardan
Mungkin follower gua sering baca narasi gua terkait "corporate warriors dan konflik". Pernah gua bahas berulang, "konflik, group siluman, dan korporasi". Itulah sudah, jangan saling menyalahkan suku, ambil benang merah, bahwa indonesia tidak sendirian di bumi ini.
Story "Islam Liberal, Terorisme & Corporated Warriors Yang Sengaja Diciptakan Barat" by @JackV.. Chirpified By @M4ngU5il BACA ~~> https://chirpstory.com/li/378814 1989 pv 23
// Jax @JackVardan
Sering gua bahas dan paparkan, sebagai sample adalah konflik Rohingya, setelah konflik, apa yang terjadi? Bahkan gua menolak keras perkara keributan berbau agama Dan terjawab, pasca konflik dan dua pihak yang bertikai, akhirnya terusir dan korporasi masuk, pipa minyak tersambung
// Jax @JackVardan
Seperti gejolak di afrika saat konflik, dua pihak sipil terjebak pada konflik berbau agama, rugi! Akhirnya pasca konflik deal ekonomi korporasi, penguasaan sumber daya alam terjadi. Yang terjebak pun akhirnya menyesal. Operator konflik ini sangat mahir bergerak sesuai momentum.
// Jax @JackVardan
Syria? Dan akhirnya pipa migas dan deal proyek rekontruksi, serta perjanjian dagang korporasi antar negara terjadi. Siapa yang menguasai? Asing! Di satu layar mereka terlihat bertikai, layar satunya mereka berbagi jatah proyek bahkan sumber daya alam.
// Jax @JackVardan
Kashmir? Berbungkus agama, namun dua raksasa kapitalis berjibaku membalutnya menjadi konflik. Ada granit, pelabuhan strategis, juga lahan subur dan strategis yang akhirnya berujung pada pencaplokan wilayah oleh korporasi.
// Jax @JackVardan
Pasca konflik panjang afganistan, perebutan jalur bisnis dan ladang opium terjadi. Dan akhirnya deal pangkalan militer asing bahkan dua negara, yang satunya kuasai jalir Wakhan koridor menembus ke Xinjiang, sedang Xinjian sudah dilumat dengan pola "tren relijius persekusi".
// Jax @JackVardan
Serius dah, besok kalo sekolahin anak atau berobat ke dokter lo tanya, dia pendukung jokowi apa bukan. Dia parpol mana, dia agamanya apa. Biar kalo sinting itu sekalian yang total. Kayak gini. twitter.com/ichwankalimasa… pic.twitter.com/g976HNz1Hs
// Jax @JackVardan
Mungkin bukan gua aja sendiri yang menyimpulkan. Bahwa negara selama beberapa tahun terakhir energinya habis karena kelakuan "anjing penjaga konten". Dimana selama beberapa tahun, hanya atmosfir radikal radikul, anti bhineka dan stigma anti NKRI kepada yang berbeda pendapat.
// Jax @JackVardan
Dari tabungan narasi "anjing penjaga konten ini", berbanding lurus dengan fakta ekonomi dan enggannya investor masuk, bahkan belum lama negara menggelengkan kepalanya sendiri, "kenapa mereka (investor) lebih memilih parkir di luar?", Ini jadi jawaban atas narasi menabung konflik.
// Jax @JackVardan
Fakta paling menyedihkan, ketika membanggakan "unicorn", ternyata negara tersebut hanya jadi target pasar, selain target itu, dengan asik mereka bisa mengidentifikasi gaya hidup, produk, dan orientasi konsumsi masyarakatnya. Ekonomi dan teknologi, bisa jadi musibah.
// Jax @JackVardan
"Digital Silk Road", bisa dibilang soft invasion dengan topeng teknologi dan konsep ekonomi digital. Kedaulatan data menjadi titik penting. Kerusakan paling nyata jika negara tidak tegas dalam membuat regulasi adalah, korporasi dan para pebisnis barcode memonopoli mengatur negara
// Jax @JackVardan
Pebisnis barcode, sebuah pembahasan tentang kejahatan terselubung ekonomi dan platform teknologi. Memaksa, memonopoli, membuat candu. Dan kebanyakan orang tidak concern pada "dana mengendap" yang kemudian diputar untuk menguasai lahan bisnis lain.
// Jax @JackVardan
Dara kacamata rakyat kecil yang kebetulan suka baca dan bertanya pada beberapa orang yang concern di bidangnya, gua menyimpulkan bawah alur pembangunan ekonomi ini hanya sebatas ukuran beton dan sorak sorai cirlider dan anjing penjaga konten.
// Jax @JackVardan
Bagi gua, ada beberapa pondasi ekonomi yang gak sinkron. Distribusi, Konsumsi, Produksi, dan Regulasi. 4 poin itu tidak ada keseimbangan, ketika dikaitkan dengan ekonomi digital, maka negara kalah jauh dengan para pebisnis barcode.
// Jax @JackVardan
Distribusi diglorifikasi dan terlihat massiv, beton. Infrastruktur yang dananya kita juga masih bertanya bersumber darimana, kadung digembar-gemborkan dan porsinya besar meninggalkan sektor Produksi, sementara Konsumsi terus meningkat seiring pertambahan populasi dan gaya hidup.
// Jax @JackVardan
Ketika dikaitkan dengan ekonomi digital dan juga para pebisnis barcode, kita kembali pada poin Regulasi. Distribusi mendominasi, produksi lemah, konsumsi meningkat, Regulasi dengan topeng modernisme dan teknologi, melahirkan marketpalce, uang digital, dan impor oriented.
Load Remaining (5)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.