Plt Dirut BJB Dipanggil Polda Jabar

Plt Dirut BJB Agus Mulyana mendapat panggilan dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Ditreskrimsus Polda Jabar sebagai saksi terkait kasus asuransi. Namun Agus tidak datang memenuhi panggilan tersebut.
0

Plt Dirut BJB Agus Mulyana mendapat panggilan dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Ditreskrimsus Polda Jabar sebagai saksi terkait kasus asuransi.

Dalam surat tertanggal 24 April 2019 yang banyak beredar di publik, plt dirut bjb Agus Mulyana dipanggil terkait penyelidikan terhadap surat dari PT SIB pada 26 Febuari 2019 perihal Permohonan Perlindungan Hukum. Sesuai surat, seharusnya Agus Mulyana memenuhi panggilan pada Senin (29/4/2019) pukul 10.00 WIB.

Agus Mulyana menjabat Plt Dirut Bank BJB mulai akhir 2018 lalu, menyusul diberhentikannya pejabat Dirut sebelumnya Ahmad Irfan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Agus sebelumnya menjabat Direktur Kepatuhan Bank BJB. Rencananya Bank BJB akan menggelar RUPS yang salah satu agendanya menentukan pejabat direktur utama pada Selasa (30/4/2019) hari ini.

Diduga panggilan itu terkait pemindahan pengelolaan asuransi dari SIB kepada perusahaan asuransi lain. Sehingga kemudian SIB yang merasa dirugikan melaporkannya kepada pihak kepolisian.

Sementara itu Anggota DPR RI dalam keterangan tertulisnya memberikan komentar terkait beredarnya surat pemanggilan kepada Plt Dirut Bank Jabar Banten (BJB) Agus Mulyana oleh Polda Jabar.

"Figur- figur yang memimpin bank harus figur yang profesional dengan literasi etis yang tinggi. Bila tidak diambil tindakan tegas, perbuatan buruk akan berubah seperti kanker, yang sulit untuk diatasi," ujarnya

Reputasi Dirut dapat menjadi modal untuk menentukan kepercayaan masyarakat dan pertumbuhan bisnis bank. "Ironisnya, bank sering jadi muara persekongkolan dalam pengucuran kredit, pembiayaan fiktif dan penyalahgunaan investasi," tutur dia.

Namun terlepas dari hal tersebut, Agus Mulyana sebagai Direktur Kepatuhan berhasil menerapkan pola manajemen risiko bank bjb dengan kualitas kredit perseroan yang terjaga baik. Selain itu, bank bjb berhasil menjaga non performing loan (NPL) pada level 1,7%. Angka ini lebih baik dari rata-rata NPL industri perbankan nasional hingga Mei 2019 yakni sebesar 2,61%.

Tangan dingin Agus Mulyana juga mampu membawa bank bjb meraih penghargaan TOP GRC 2019 #4 Stars karena dinilai telah menerapkan manajemen risiko dan kepatuhan yang sangat baik. Penghargaan ini dinilai dari tiga aspek utama, yakni sistem, infrastruktur dan implementasi tata kelola perusahaan.

Agus Mulyana memang memiliki kredibilitas dan kemampuan yang luar biasa dalam memimpin divisi kepatuhan, berperan penting dalam meningkatkan kinerja bank pembangunan daerah terbaik di Indonesia ini.

Agus Mulyana lahir di Bandung tahun 1964. Menyelesaikan pendidikan S2 di Universitas Padjadjaran, Bandung pada tahun 2007. Menjabat sebagai Direktur Kepatuhan bank bjb sejak 2019. Jabatan lain yang pernah dipegang antara lain:

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko bank bjb(2015–2019)
Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb(2014–2015)

Comment

No comments yet. Write yours!