Kasus Kredit Fiktif, BJB Syariah Dua Pejabat Jadi Tersangka

Polri menetapkan dua orang tersangka baru dalam kasus kredit fiktif sebesar Rp548 miliar BJB Syariah
0

bank bjb syariah sangat anti terhadap kasus korupsi. bjb syariah melihat kasus korupsi sebagai tindakan tercela yang harus mendapatkan perhatian khusus dalam rangka pencegahan agar kasus bjb korupsi tidak akan muncul.

Polri menetapkan dua orang tersangka baru dalam kasus kredit fiktif sebesar Rp548 miliar di bank bjb syariah atas nama Arif Budirahardja selaku Pimpinan Divisi Pembiayaan Bank BJB Syariah dan Yasril Narapraya selaku Grup Head Ritel Bank BJB Syariah.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa keduanya ditetapkan sebagai tersangka setelah tim penyidik melakukan gelar (ekspose) perkara pada Rabu (24/4/2019).

Dedi juga menjelaskan tersangka Yasril Narapraya diketahui berperan sebagai pihak yang turut serta dengan tersangka Yocie Gusman dan Andi Winarto dalam melakukan perbuatan tindak pidana korupsi melalui pengucuran kredit fiktif Bank BJB Syariah ke pihak swasta.

"Jadi setelah ekspose kemarin, penyidik langsung menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus kredit fiktif di Bank BJB Syariah," tuturnya.

Sebelumnya, tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi telah memanggil mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) setelah penyidik menemukan adanya fakta baru yang mengarah pada nama Aher.

Dalam perkara tersebut, Bareskrim Mabes Polri telah menetapkan mantan pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Bank Jabar Banten Syariah (BJBS) bernama Yocie Gusman sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemberian kredit BJBS kepada debitur atas nama PT. HSK periode 2014 hingga 2016.

Yocie Gusman merupakan bekas Ketua DPC PKS Kota Bogor, ditetapkan sebagai tersangka atas perannya dalam memberikan kredit kepada PT. HSK periode 2014 hingga 2016.

Yocie Gusman diduga tidak menaati prosedur saat memberikan kredit ke AW, selaku pimpinan PT. HSK dalam memberikan fasilitas pembiayaan sebesar Rp548 miliar. Dana itu sendiri digunakan PT. HSK untuk membangun 161 ruko di Garut Super Blok.

Penyaluran kredit itu sendiri belakangan diketahui dilakukan tanpa agunan. Debitur, PT. HSK, malah mengagunkan tanah induk dan bangunan ke bank lain. Setelah dikucurkan, ternyata pembayaran kredit tersebut macet sebesar Rp548 miliar.

Sebelumnya, tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Bareskrim Polri juga telah melakukan penyitaan terkait kasus tersebut dalam rangka pengembalian kerugian negara.

Berikut aset yang disita:

  1. Sertifikat dan tanah seluas 7.000 m² atas nama Andy Winarto, terletak di Jalan, Bukit Pakar Timur, Ciburial, Cimenyan, Bandung.

  2. Sertifikat dan tanah seluas 1.522 m² beserta bangunan atas nama Andy Winarto, terletak di Jalan Wastukencana No. 31 Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.

  3. Sertifikat dan tanah seluas 1.493 m² beserta bangunan atas nama Andy Winarto terletak di Jalan Inggit Garnasih No. 110 Keluraha Ciateul, Kecamatan Regol, Bandung tanah dan sertifikat.

  4. Sertifikat dan tanah seluas 1.400 m² atas nama Rosalina Hakim terletak di Desa Langensari Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.

  5. Sertifikat dan tanah seluas 15. 593 m² atas nama Rosalina Hakim terletak di Jalan Pembangunan Blok Untung Ds Jaya waras Kecamatan Tarogong, Kabupaten Garut.

  6. Sertifikat dan tanah seluas 13. 884 m² atas nama Rosalina Hakim terletak di Jalan Pembangunan Blok Gordah Ds Jaya waras Kec. Tarogong Kab. Garut.

  7. Sertifikat dan tanah seluas 7.740 m² beserta bangunan yang terletak di Jalan Malabar No. 331 Kelurahan Samoja Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.

  8. Mobil Bently warna hitam Nopol: B 1 BAA atas nama Theresia Situngkir.

Meskipun terdapat kasus demikian bank bjb syariah masih mampu menorehkan catatan gemilang memasuki periode Triwulan III 2019. Anak perusahaan bank bjb ini memperoleh penghargaan pada ajang TOP Bank 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (28/8/2019). Dalam penganugerahan tahunan itu, bank bjb syariah mendapat komplimen sebagai TOP Bank Syariah 2019.

Selain itu, Direktur Utama bank bjb syariah Indra Falatehan juga dianugerahi gelar kehormatan TOP CEO Bank 2019 oleh dewan juri. TOP Bank merupakan ajang pemberian penghargaan tertinggi di Indonesia yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan perbankan dengan kinerja keuangan, produk, dan layanan terbaik, serta memiliki prospek bisnis cerah dan berkontribusi tinggi dalam pembangunan nasional.

Penyelenggaraan awarding ini digagas oleh sejumlah lembaga, termasuk di antaranya Majalah Top Business yag bekerjasama dengan Asia Business Research Center (ABRC), SGL Management, PPM Management, Melani K. Harriman & Associate, Investment & Financial Learning Center (IFLC) dan Yayasan Pengembangan Keuangan Mikro (Pakem). Pemberian penghargan dilakukan berdasarkan penilaian kinerja keuangan tahun 2017-2018, isian data kuesioner, dan data-data publikasi lainnya yang dihimpun oleh dewan juri. Adapun fokus penilaian yang dipilih antara lain adalah kinerja masa lalu dan prospek bisnis perbankan ke depan.

Pengolahan penelitian yang dilakukan dewan juri menggunakan tiga metode penilaian sekaligus, yakni penilaian kinerja, kuesioner dan survei konsumen. Hasil analisis tersebut kemudian dituangkan dalam laporan dan menjadi pijakan bagi dewan juri untuk menunjuk pemenang.

sumber: Bisnis dan Ayobandung

Comment

No comments yet. Write yours!