2
SimpleMan @SimpleM81378523
langsung saja, sebulan yang lalu, ada sahabat kita, yang ingin berbagi cerita kepada saya, kemudian saya bilang, "kenpa gak kamu saja yang bikin thread, kan sama saja" tapi, sahabat kita ini tetap kekeuh, ingin saya yang menjadi penyampai untuk sebuah cerita pengalamanya
SimpleMan @SimpleM81378523
lanjutlah, dia bercerita garis besar pengalamanya, dan waow, saya langsung excited mendengarnya, tapi, saya masih pikir-pikir dulu, karena kok rasanya, cerita lebih enak kalau didengar secara langsung, berhubung sehabat kita ini rumahnya jauh sekali, ceritanya saya simpan dulu
SimpleMan @SimpleM81378523
sembari menabung, mungkin lain kali bisa ketemu sehingga saya bisa dengar secara langsung, membayangkan atmosfer dari ceritanya, namun, ternyata, ya, entah gimana, malah dia yang nyamperin ke kota tempat tinggal saya, akhirnya, saya dengarlah langsung pengalamannya,
SimpleMan @SimpleM81378523
oke, ini sangat menarik, cerita ini adalah cerita yang akan saya bawakan diThread selanjutnya. sebuah utas tentang kisa "Si Anak" pic.twitter.com/qkdzVlxzbp
Expand pic
SimpleMan @SimpleM81378523
tapi sabar ya, saya mau istirahat dulu setelah menghabiskan banyak energi kemarin, rehat dulu lah, untuk sebuah kejutan bagi kalian.. kejutan apa?? tunggu saja.
SimpleMan @SimpleM81378523
@bacahorror cerita yang akan saya bawakan malam ini, adalah cerita masa kecil seseorang yang dulu, pernah tinggal disebuah yayasan panti asuhan yang didirikan oleh sebuah keluarga, dimana, dalam pengalamannya, dia menemukan keganjilan2, sebuah rahasia besar yang tersembunyi dibalik dinding
SimpleMan @SimpleM81378523
sebuah cerita, yang akan membawa kita, melihat kilas balik dari rangkaian peristiwa yang ia pernah alami, satu pesan saya, jangan pernah membandingkan cerita ini dengan cerita lain, karena saya sendiri percaya, setiap cerita memiliki warnannya sendiri, dan mari kita mulai..
SimpleMan @SimpleM81378523
14 juni, 2004 siang terik itu, lebih tenang dari biasanya, seorang wanita bungkuk yg tengah bersusah payah dalam berjalan itu tengah menyusuri lorong rumah, wajahnya lelah, namun, masih tersirat sebuah semangat dari balik keriput kulitnya, lantas, ia duduk seorang diri, merenung
SimpleMan @SimpleM81378523
"nduk" teriaknya, suaranya lembut, lebih terdengar sumbang dari biasanya datang, seorang gadis kecil, menatapnya, si wanita tua itu, tersenyum lalu mengatakannya, "Nia, panggil adik-adik kamu, mbok mau bicara sama kalian semua ya" tanpa bertanya, Nia menuntaskan tugasnya,
SimpleMan @SimpleM81378523
ruang tamu yang sepi itu, kini ramai, ada lebih dari 6 anak, mereka duduk, menatap si mbok yang selama ini sudah merawat mereka, menjaga mereka, memberikan perlindungan didalam rumahnya, namun, hari ini, terdengar sebuah berita, bahwa si mbok, sepertinya, tidak akan ada lagi,
SimpleMan @SimpleM81378523
tidak untuk bisa menjadi figur yang akan menemani mereka, karena seminggu yang lalu, Nia mendengar bisik-bisik, bahwa yayasan yatim piatu milik mbok Sarni, akan dijual, meski berat, Nia yang pertama tahu, bahwa bisa saja hari ini, ia akan berpisah dengan adik-adik kecilnya.
SimpleMan @SimpleM81378523
"mbok sayang kalian, itu yg harus kalian tahu ya, le, nduk" ucapnya, "tapi sepertinya, mbok tidak bisa lagi, menjaga kalian, jadi, mbok mau langsung bilang saja, esok, pak Ridwan, akan mengantar kalian, ketempat baru, kerumah baru, dan mbok berharap, kalian tetap jadi anak baik"
SimpleMan @SimpleM81378523
tidak ada suara yang menjawab ucapan mbok Sarni, tidak bahkan Nia sekalipun, rasa sedih seperti berputar diruangan itu, semua anak, kemudian pergi, satu persatu, bermain, mencoba melupakan luapan kesedihan itu mbok Sarni melihat Nia, lantas memanggilnya lagi, "Nia kesini nduk"
SimpleMan @SimpleM81378523
"dari adik-adikmu, kamu yg paling besar, paliang kuat, paling ngerti, si mbok cuma mau bilang, semoga, ditempat yg baru, kamu temukan keluargamu, mbok cuma berpesan, jangan lupa sama mbok ya," "Nia mau dibawa kemana memang mbok" tanya Nia, ia sudah mendengar, bahwa, hanya Nia,
SimpleMan @SimpleM81378523
yang akan dibawa pergi, paling jauh, berpisah dengan semua adik-adiknya disini, karena, untuk usia Nia, tidak ada yg mau menerimanya, kecuali, yayasan Su******, yang ada jauh, di ja*****g**, mbok mencium kening Nia untuk terakhir kalinya, sebelum, hari itu tiba, Nia pergi
SimpleMan @SimpleM81378523
12 jam sudah dilalui dengan mobil, pak Ridwan berkali-kali menghibur Nia, ia akan suka dengan keluarga barunya, di yayasan yang baru ini, banyak anak yang mungkin sesusianya, meski ucapan pak Ridwan cukup menghibur Nia, ia merasa, berpisah dengan adik-adik angkatnya, sangat berat
SimpleMan @SimpleM81378523
sampailah, Nia, disebuah rumah besar, namun gaya bangunannya tua, halamanya luas, dipenuhi oleh rimbun berbagai macam tanaman, Nia digandeng oleh pak Ridwan, melintasi pagar besi yang berkarat, ia mengguncang lonceng didepan pintu, tiba-tiba, pintu terbuka, dan seorang melintas,
SimpleMan @SimpleM81378523
sebuah mobil ambulance terparkir didepan rumah itu, awalnya, pak Ridwan tidak mengerti, kenapa ada mobil ambulance disana, namun, pertanyaanya terjawab, dari balik pintu, 2 orang petugas, tengah membopong seseorang, tdak terlalu tinggi, mungkin setinggi Nia, ia ditutup kain putih
SimpleMan @SimpleM81378523
dari saat mereka melintas, tercium amis darah, Nia, bisa melihat dengan jelas, ada yang ganjil dari siapapun yang dibawa oleh petugas itu. kemudian, mata Nia dan pak Ridwan, teralihkan pada sosok yang tengah berdiri, tersenyum kepada mereka selamat datang, di yayasan kami.
SimpleMan @SimpleM81378523
seperti yang Nia duga saat ia melihat rumah itu, bangunanya tua, mungkin sudah dibangun sejak lama, lantainya masih menggunakan bahan tegel, selain itu, ornamen didalam rumah hanya diisi oleh foto-foto tua, dengan rak-rak buku dan kayu jati ukir, tidak ada yg menarik, kecuali,
SimpleMan @SimpleM81378523
sebuah foto, ukurannya lebih besar dari ukuran foto lain, seorang wanita, tengah duduk memandang ke kamera, foto itu tidak berwarna, seperti foto tua kebanyakan, namun, bila dilihat lebih teliti, si wanita dalam foto tampak berpose tengah menggendong sesuatu, layaknya seorang ibu
SimpleMan @SimpleM81378523
"namanya Nia, seharusnya, tahun ini, ia menginjak kelas 1 smp, saya sudah mendapat amanat dari mbok Sarni, untuk mengantarkannya, semoga, ia diterima dengan baik disini" ucap pak Ridwan si wanita tersenyum menatap Nia, suaranya dingin, "tentu saja, disini, kami siap menerimanya"
Load Remaining (242)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.