1
MSA @MSApunya
Aksi Damai Mahasiswa dari 8 Universitas dengan tajuk #GejayanMemanggil Senin 23 September 2019 Lokasi : Jalan Gejayan (jalan Affandi Yogyakarta) pic.twitter.com/2FXlgBYbUE
Expand pic
Expand pic
prabu bogang @PBogang
@MSApunya @RahmaPt Ada 80 pt di jogja, bergeraklah....bergerak...jadilah jiwa jiwa yg resah, karena lidah rakyat sdh kelu bersuara jadilah suara rakyat....tuliskan nama kalian dalam sejarah
Nitta cancer @Attincancer
@MSApunya #Gejayan memanggil# Semangat...perjuangkan yg benar...lakukan dg santun n cinta damai ....semoga semuanya dlm lindungan Tuhan..
Buditaslim @Buditaslim4
@MSApunya Sangat diharapkan aksi damai tsb akan membawa dampak positif unt bangsa dan negara kedepan yg lebih baik lagi(aspirasi mahasiswa hrs cemerlang)
#GejayanMemanggil @jogjabergerak

Saatnya Jogja Bergerak

#GejayanMemanggil2 @hidupmahasiswaa
Aksi damai serentak akan dilakukan di Jl. Gejayan. Semua kalangan dan elemen. #GejayanMemanggil pic.twitter.com/alwYsignQl
Expand pic
#GejayanMemanggil2 @hidupmahasiswaa
Sebuah Pintu Gerbang 21 tahun lalu, kekuasaan rezim militer Soeharto telah runtuh setelah 32 tahun berkuasa. Peristiwa tersebut menandakan ada semangat memperjuangkan kembali demokrasi untuk rakyat. #GejayanMemanggil pic.twitter.com/jFeNKqhplU
Expand pic
#GejayanMemanggil2 @hidupmahasiswaa
Dalam gerakan tersebut, setidaknya terdapat beberapa poin penting yang menjadi landasan perjuangan reformasi. Pertama, narasi besar developmentalism rezim militer Soeharto yang telah berkontribusi terhadap tingginya angka kemiskinan dan ketimpangan. #GejayanMemanggil
#GejayanMemanggil2 @hidupmahasiswaa
Selanjutnya, ada semangat membebaskan masyarakat dari cengkraman ketidakpastian hukum, menghapuskan korupsi, penyelewengan kekuasaan, kenaikan harga, dan pengangguran.
#GejayanMemanggil2 @hidupmahasiswaa
Melalui latar belakang tersebut, gerakan reformasi menuntut lembaga penyalur pendapat masyarakat harus berperan serta menampung aspirasi pendapat masyarakat luas. #GejayanMemanggil
#GejayanMemanggil2 @hidupmahasiswaa
Ada setidaknya enam agenda reformasi yang menjadi tuntutan masyarakat 21 tahun silam; 1) adili Soeharto dan kroninya; #GejayanMemanggil
#GejayanMemanggil2 @hidupmahasiswaa
2) amandemen UUD 1945; 3) penghapusan dwi fungsi ABRI; 4) hapuskan korupsi, kolusi, dan nepotisme; 5) pelaksanaan otonomi daerah seluas-luasny, dan 6) supremasi hukum. Di sisi lain, reformasi juga menjadi pintu pembuka tata kelola negara yg lbih partisipatif. #GejayanMemanggil
#GejayanMemanggil2 @hidupmahasiswaa
Konteks di atas kemudian patut dijadikan refleksi bersama melihat peristiwa-peristiwa politik di Indonesia akhir-akhir ini. #GejayanMemanggil
#GejayanMemanggil2 @hidupmahasiswaa
Disahkannya UU KPK pada 17 September 2019 menjadi paradoks besar atas salah satu agenda reformasi untuk memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme. Selain itu, supremasi hukum sebagai salah satu agenda reformasi juga menemui jalan buntu. #GejayanMemanggil
#GejayanMemanggil2 @hidupmahasiswaa
Banyaknya pasal yang mendapat kritik dari berbagai lapisan masyarakat seolah tidak menjadi bahan pertimbangan bagi legislatif. #GejayanMemanggil
#GejayanMemanggil2 @hidupmahasiswaa
Pasal-pasal ini meliputi aturan mengenai Makar, Kehormatan Presiden, Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Hukum yang Hidup di Masyarakat, dan beberapa pasal yang mengatur ranah privat masyarakat. #GejayanMemanggil
#GejayanMemanggil2 @hidupmahasiswaa
Tidak berhenti sampai sana, saat ini juga muncul beberapa rancangan peraturan perundang-undangan yang terkesan hadir sebagai formalitas penyelesaian tugas legislatif. #GejayanMemanggil
#GejayanMemanggil2 @hidupmahasiswaa
Hadirnya RUU Prtanahan dn RUU Ketenagakrjaan, mislnya, trkesan terlalu menddak dn dpaksakan. Sdangkan dsisi lain, trdapat RUU Pnghapusan Kkerasan Seksual yg smpat mnjd bola pnas mnjelang pemilu, hngga saat in jstru blum mndapat kpastian pmbahasan lbih lnjut. #GejayanMemanggil
#GejayanMemanggil2 @hidupmahasiswaa
Melihat hadirnya sejumlah peraturan perundang-undangan yang mengancam hak-hak sipil hampir seluruh elemen masyarakat, sudah sepatutnya masyarakat sipil menunjukkan keberpihakan dan melepas sekat-sekat yang ada. #GejayanMemanggil
#GejayanMemanggil2 @hidupmahasiswaa
Akumulasi dr pola pngambilan kputusan pemerintah di beberapa wktu trakhir mnunjukkan bahwa saluran aspirasi dn partisipasi masyarakat sangat dibatasi. Kemudian, ruang-ruang bagi kebebasan sipil untuk berekspresi juga terancam dipersempit atau bahkan tidak ada.#GejayanMemanggil
#GejayanMemanggil2 @hidupmahasiswaa
Lalu pertanyaannya adalah, apakah seluruh rangkaian peristiwa politik akhir-akhir ini belum cukup untuk membangun kesadaran kita semua? #GejayanMemanggil
#GejayanMemanggil2 @hidupmahasiswaa
Paradoks Knsep Governance dn Policy Network:Mninjau Ltak Prtisipasi Msyrakat Sipil Krtik bsr trhdp sentralisasi kkuasaan ORBA,sbagaimna tlh dbahs dbagian sebelumnya, kmudian mmunculkan tuntutan trbukanya keran-keran dan sluran demokrasi bagi lebih byk pihak. #GejayanMemanggil
#GejayanMemanggil2 @hidupmahasiswaa
Demokrasi dalam Pusaran Oligarki: Satu hal yang perlu dipahami bahwa negara (state) adalah sebuah arena yang harus direbut.#GejayanMemanggil
#GejayanMemanggil2 @hidupmahasiswaa
Rakyat Bergerak: Mengajukan Klaim atas Ruang Publik Melihat konteks di atas, salah satu yang bisa dilakukan untuk mengajukan kembali klaim terhadap demokrasi adalah melalui penguatan masyarakat sipil. #GejayanMemanggil
Load Remaining (37)

Comment

andi cahaya @andicahaya33 24/09/2019 13:06:59 WIB
Pinjaman dana tunai jaminan bpkb mobil cepat langsung cair dengan suku bunga terendah dan pembiayaan kredit mobil bekas untuk seluruh wilayah di Indonesia. Info selengkapnya, silahkan kuunjungi : https://tinyurl.com/y3smgqn3
Login and hide ads.