4
Serigala Jakarta @Kisuriel
Semua yg perlu kamu ketahui tentang asal-usul makhluk pemilik "keindahan paripurna" bernama 🧝‍♂️ Elf 🧝‍♀️. . . . (( SEBUAH UTAS )) pic.twitter.com/ktZunXkmbD
Expand pic
Serigala Jakarta @Kisuriel
Elf (jamak: elves), adalah makhluk magis yg muncul di hampir semua mitos/kearifan lokal negara2 Eropa, terutama Eropa Utara. Elf (ælf) dalam bahasa Jerman = 'makhluk putih'. pic.twitter.com/ZUYcjrRke0
Expand pic
Serigala Jakarta @Kisuriel
Mereka muncul pertama kali dari mitos Nordik (Denmark, Norwegia, Islandia, Swedia), lalu mendunia lewat folklores Jerman. Semua dongeng masa kecil yg pernah kamu baca mostly berasal dari Jerman.
Serigala Jakarta @Kisuriel
Dalam mitologi Nordik, elves digambarkan sbg makhluk supernatural yg cantik2 atau tamvan2. Wujudnya mirip manusia, tapi JAUH lebih glowing. Mereka bertelinga panjang, berumur panjang, tinggal di hutan, dan punya kemampuan memanipulasi alam (healing). pic.twitter.com/oJ85OTe4MS
Expand pic
Serigala Jakarta @Kisuriel
Elves terbagi jadi 2 jenis: Light Elf (Ljósálfar) dan Dark Elf (Dökkálfar). 'Light Elf' adalah elf yg tinggal di Álfheimr. Mereka merupakan penjaga kesuburan alam. Karakteristiknya adalah tipe kita semua: putih, bening, cantik, shimmering splendid. pic.twitter.com/ddcSpUz62f
Expand pic
Serigala Jakarta @Kisuriel
Sedangkan 'Dark Elf' adalah kontrasnya. Mereka tinggal di Svartalfheim barengan sama kaum dwarf (kurcaci). Karakteristik dark elves mirip sama pecandu narkoba: pucat, galak, suka kegelapan, paranoid. pic.twitter.com/TpHLj8Ni04
Expand pic
Serigala Jakarta @Kisuriel
Seiring dengan waktu, ekspansi negara2 Eropa Utara di tahun 1500-an merubah bentuk para elves. Citra elf yg tadinya nyaris mahakuasa, perlahan dikerdilkan jadi makhluk magis yg kecil, nakal, suka mencuri dan menculik anak2. pic.twitter.com/8nJ18ZX4aD
Expand pic
Serigala Jakarta @Kisuriel
Penggambaran elf mengalami diminutif menjadi peri (gnome, fairy, sprite). Deformisasi ini membuat sosok mereka menjadi mudah diterima anak kecil. Oh iya, Kristenisasi juga punya andil besar dalam "pengerdilan" sosok elf. pic.twitter.com/h1EwsQPXKc
Expand pic
Serigala Jakarta @Kisuriel
Kala itu, kristenisasi gak mengizinkan adanya makhluk2 "demigod" lain selain malaikat, roh kudus, dan santo/santa. Sehingga citra para elf harus dirubah menjadi bogel, jelek, meski tetap naturalist (hal ini gak akan bisa hilang). pic.twitter.com/ajPGbYjSzJ
Expand pic
Serigala Jakarta @Kisuriel
Namun setidaknya, kristenisasi memberikan citra baik tersendiri ke para elves. Elf perlahan digambarkan sebagai makhluk pembantu Sinterklas dalam pembuatan & distribusi kado natal. pic.twitter.com/lHSItcwAhT
Expand pic
Serigala Jakarta @Kisuriel
Dongeng2 pun mulai memunculkan elf yg baik di tahun 1900-an dalam wujud Peter Pan, Tinkerbell, dll. Ketenarannya membuat keberadaan mereka nyaris SELALU ada di setiap karya sastra Eropa. "Fairy Tale" bahkan menjadi istilah universal untuk semua bentuk dongeng. pic.twitter.com/K2yU6a64At
Expand pic
Serigala Jakarta @Kisuriel
Sampai hari ini, sosok elf yg kita kenali secara umum adalah peri kecil bertelinga panjang. TAPI ... ... ada 1 tokoh penulis yg secara konsisten melestarikan keaslian citra elf. Beliau menolak evolusi ini di kepala insan2 yg membaca karya2nya. pic.twitter.com/CtGeCYDToz
Serigala Jakarta @Kisuriel
Sosok tersebut tiada lain tiada bukan adalah 'John Ronald Reuel Tolkien' (J.R.R. Tolkien 1892 - 1973). You hear me right! The proud author of "Lord of the Rings" & "The Hobbit" Chronicle! pic.twitter.com/vYnG2Rddtk
Expand pic
Serigala Jakarta @Kisuriel
Elf versi Eyang Tolkien nyaris menyerupai deskripsi elf awal di Eropa Utara: berwujud manusia, berumur panjang, berkulit putih, tinggal di hutan, berdikari, dan ahli dalam penyembuhan. Sedikit improvisasi di budaya, bahasa, politik, dan keterlibatan militer. pic.twitter.com/yCq1CrgfmF
Expand pic
Serigala Jakarta @Kisuriel
Karya modern-classic ini sudah ada dari tahun 1954, tapi baru diangkat ke layar lebar tahun 2001. Film "Lord of the Rings" sukses dalam mengejutkan insan2 non-gamer akan citra para elves. Bagi para fundamentalis fantasi seperti saya, film ini adalah kemenangan! ⚔ pic.twitter.com/OBaZKhazXN
Expand pic
Serigala Jakarta @Kisuriel
One does not simply forget about: 🧝‍♂️ Legolas yg ganteng mampus & jago panahan. 🧝‍♀️ Arwen yg bikin kita lupa bahwa dia anaknya Steven Tyler. 🧝‍♀️ Lady Galadriel yg otherworldly beautiful. 🧝‍♂️ Raja Thranduil yg pongahnya "to the moon and back". pic.twitter.com/XX8Vsb92gr
Expand pic
Serigala Jakarta @Kisuriel
Elf versi Eyang Tolkien menginspirasi & memengaruhi banyak sekali (bisa dibilang hampir semua) literatur dan pop-kultur bergenre fantasi dunia, sampai hari ini. Karakternya sama semua: Jago panahan, cantik/ganteng, tinggal di hutan, cinta alam, semi-immortal. pic.twitter.com/P2ME1CTXIT
Expand pic
Serigala Jakarta @Kisuriel
TCG/Video games fantasi paling populer di dunia: Warcraft, The Elder Scrolls, Zelda, MTG, D&D The Witcher, lahir dari akar fantasi Eyang Tolkien. Bahkan DotA dan Mobile Legends bisa dibilang cucu/cicitnya. pic.twitter.com/W7KN9n5XVZ
Expand pic
Serigala Jakarta @Kisuriel
Namun tidak untuk J. K. Rowling. Elf dalam karya beliau merujuk pada bentuk yg modern. Saya pernah ngerayu cewek di Tinder dengan bilang: "You looked like an elf", dan dia bales "Dobby? You asshole." Lalu saya di-unmatch 🤔 pic.twitter.com/ryhLJtJV7T
Expand pic
Serigala Jakarta @Kisuriel
Oke sekian dulu kisahnya 🧝‍♂️ Sebenarnya masih banyak yg bisa digali dari ras mewah nan mistis ini, namun saya kira permukaannya cukup. Semoga utas ini menjadi penyegar di iklim "panas" penuh drama politik ini. Terima kasih yg udah menyimak dan berkomentar 🙏🏻 pic.twitter.com/dE3MBw2fWS

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.