2
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
Hari-hari ini adalah saat yang tepat untuk mengingat kembali, bahwa kita sebagai bangsa pernah punya standar moral yang tinggi dalam menghindari konflik kepentingan dan korupsi di kalangan pejabat publik. -- A THREAD -- pic.twitter.com/85PlsGquC2
Expand pic
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
Rahmi Hatta pernah bercerita, tahun 1970-an, Gubernur Ali Sadikin ingin membantu biaya listrik rumah Bung Hatta di Jalan Diponegoro, Jakarta. Tapi Ali Sadikin khawatir Bung Hatta menolak. Lalu ia membuat narasi Bung Hatta sebagai "Warga Teladan" sehingga bebas biaya listrik. pic.twitter.com/2xAdr1K8KH
Expand pic
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
Kisah lain yang kerap kita dengar adalah bagaimana Bung Hatta melarang keras trio Meutia, Gemala, dan Halida menggunakan mobil dinas, untuk keperluan keluarga seperti antar jemput dari rumah Jalan Proklamasi ke tempat peristirahatan keluarga di Mega Mendung. pic.twitter.com/PcPnpmLlYo
Expand pic
Iseh Menungso @deni_atmojoo
@Dandhy_Laksono Kita hanya pernah Bung, masa itu sudah jauh dan hampir tak mungkin datang kembali.
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
Putri mantan Gubernur Bank Indonesia, Syafruddin Prawiranegara bercerita, saat pemotongan uang kertas (sanering alias "Gunting Syafruddin") tahun 1950, keluarganya juga tidak diberi tahu. Nilai harta mereka tinggal separuh. "Masa hanya rakyat yang kena," ujar Syaf ke keluarganya pic.twitter.com/2c1TjlZZH4
Expand pic
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
Meutia Hatta juga bercerta tentang tabungan ibunya yang jeblok gara-gara sanering. Uang dipotong dua, yang satu berlaku nilai separuhnya, yang satu disimpan dan dicairkan 30 tahun kemudian. "Kalau aku kasih tahu kamu, nanti kamu kasih tahu ibumu, dan seterusnya," kata Bung Hatta pic.twitter.com/lQdzkYadjj
Expand pic
Virdika Rizky Utama @virdikaa
@Dandhy_Laksono Saya pernah wawancara anaknya. Tapi lupa Halida/Gemala Hatta, salah satu diantaranya pernah magang di Kedubes Indonesia utk Australi. Lantas Halida/Gemala bikin surat dgn kertas kedubes langsung ditegur Bung Hatta. Knp? Krn surat itu pribadi tak patut pakai kertas resmi negara.
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
Sebagai Menteri Keuangan dan dua kali menjabat Gubernur Bank Indonesia, Syafruddin Prawiranegara tak pernah menerima tamu urusan partai (Masyumi) di kantor. Ia pernah menolak bonus hasil nasionalisasi perusahaan Belanda dengan alasan "Kita kan sudah menerima gaji dari negara." pic.twitter.com/7ED11B85c2
Expand pic
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
Hasnah Faizah, putri mantan Perdana Menteri Muhammad Natsir bercerita tentang pakaian-pakaian ayahnya yang lusuh dan sobek, namun dijahit sendiri, menolak menempat rumah di Pondok Indah, atau langsung menanggalkan mobil dinas di hari ia meletakkan jabatannya. pic.twitter.com/vIlePQQrFr
Expand pic
Fatah H. Sidik @FatahSidik
@Dandhy_Laksono Saya kira, figur Ali Sadikin juga layak diceritakan. Tentang inisiatifnya membentuk LBH. Salah satunya. Alasannya sederhana: Kinerja Pemprov DKI diawasi. Sekitar 200 kali dituntut ke pengadilan. Bang Ali tetap memberikan sumbangan kepada LBH.
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
Ini bukan Jokowi. Ini Jenderal Hoegeng, Kapolri (1968-1971). Gus Dur menyebutnya sebagai salah satu dari tiga polisi yang tidak bisa disuap setelah polisi tidur dan patung polisi. Sebagai Kapolda Sumut, ia pernah mengeluarkan piano dari rumah dinasnya karena dianggap gratifikasi pic.twitter.com/fTxvxzAudp
Expand pic
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
"Saya, mbak Rini, dan adik itu tidak pernah boleh menyelenggarakan pesta ulang tahun. Kata, Bapak, 'orang tidak bisa mendekati saya, tapi akan mendekati dari keluarga dan orang-orang terdekat,' karena itu kami tidak boleh bikin acara apapun," kata Aditya Hoegeng, anak keduanya. pic.twitter.com/zl4aJUXria
Expand pic
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
Ketika diberhentikan Soeharto sebagai Kapolri karena dianggap tak cocok lagi, keluarga Jenderal Hoegeng bisa menerima, tapi mereka bingung akan tinggal di mana, karena tidak punya rumah, tidak punya mobil. Semua fasilitas milik negara. Ini Ibu Merry Hoegeng, istri beliau. pic.twitter.com/Pfop4QjJBa
Expand pic
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
Aditya ingin masuk tentara, dan Hoegeng tak pernah mau memberikan surat saksi atau memo. Akhirnya ia gagal. Begitu juga saat Rini, kakaknya, mau masuk ITB. "Kalian tes saja yang baik. Kalau diterima berarti kalian memang layak," kata Aditya menirukan bapaknya. pic.twitter.com/iw9XCV34ET
Expand pic
Dandhy Laksono @Dandhy_Laksono
Demikian, semoga menjadi refleksi kita semua di masa-masa yang murung dan suram ini. sumber @watchdoc_ID : 1. Memoar "Hoegeng" 2. Memoar "Rahmi Hatta" 3. Bab Yang Hilang "Negara Kesatuan Rasuah Indonesia" pic.twitter.com/vrXPZLRgIt
Expand pic
Mas Wahyu @inspect02
@Dandhy_Laksono Jaman sekarang sederhana hanya citra... Ada politisi yg pakaiannya ditulis nominal harganya di baliho kampanye. Pas udah kepilih pakai sepatu impor harga jutaan. Apalagi kebijakannya jauh dari sederhana.
MH Maqbul Halim @maqbulhalim
@Dandhy_Laksono Seorang mantan Jaksa Agung, Baharuddin Lopa, jg teladan yg tdk memikat kebanyakan pejabat saat ini.
Docta~Ignorantia @nicolauscusanus
@Dandhy_Laksono Sejak generasi pejuang dan pendiri republik mengakhiri masa bhaktinya kpd negara, generasi setelahnya mengalami disorientasi dlm mengabdi. Jabatan politik tdk lagi sbg pengabdian semata tapi jadi benefit bagi keluarga dan kolega yg kelak jadi akar korupsi.
Mahasiswi 🐢 @UviaVia
@Dandhy_Laksono Pasangan favoritku adalah Bung Hatta dan Bu Rahmi Rachim. Sosok yang sangat sederhana. Bahkan semasa pensiun tepatnya pasca Bung Hatta resign menjadi Wakil Presiden, Bung Hatta kembali ke tanah Minangkabau, dan beliau masih menyukai berjalan kaki daripada menaiki mobil tua nya.
Mahasiswi 🐢 @UviaVia
@Dandhy_Laksono Yang saya kagumi dg Hatta, beliau tdk gila harta & wanita, padahal andai saja ia memilih seorang wanita, siapa yg tdk mau dengannya. Beliau bersumpah tdk menikah sebelum Indonesia merdeka, dan benar beliau menikah setelah Indonesia merdeka, itupun di comblangin Bung Karno hehe.
M. Sulhan @sumulya
@Dandhy_Laksono Saya yakin mereka ini orang-orang selalu rajin membaca buku. Pintar beneran. Pendapat saya: orang2 yang sering baca buku (bagi yang muslim baca alquran), moralnya lebih baik dibanding yang tidak sering baca buku.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.