0
Nadirsyah Hosen @na_dirs
Cover majalah Tempo ini artistik. Yang hidungnya panjang kayak Pinokio adalah bayangan Jokowi, bukan gambar Jokowinya. Ada mesej yg kuat, tanpa melecehkan. Saya yakin Pak @jokowi tidak perlu tersinggung. Kritikan yg artistik dan argumentatif itu perlu dalam demokrasi ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿป pic.twitter.com/WyMrSAw3MY
Expand pic
dito_hutomo @liongfirman
@na_dirs @jokowi Jangan heran sejak pilkada DKI Tempo sudah ga beres pic.twitter.com/5gufhB1YPl
Expand pic
๐ŸŒบDella wb๐Ÿ†”๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ @AdellaWibawa
@na_dirs @jokowi Tapi gak etis gus meski di bingkai dg kata "demokrasi".demokrasi yg keblablasen kata pak Jokowi.
Chusnul chotimah @CH_chotimah
@na_dirs @jokowi Digambarkan sebagai Pinokio / pembohong hny dari pendapat orang itu jelas melecehkan Gus aplg apa yg diinginkan Jokowi itu blm terbukti melemahkan KPK. Bgmn jika mereka pegiat antikorupsi yg menuduh itu yg jd pengawas KPK apkh masih mau bilang melemahkan KPK?
akhmad sahal @sahaL_AS
Twit Gus @na_dirs ini scr normatif ok, tp utk kasus ini ga tepat. Emang sih bayangan saja, tp bayangan tsb asosiasinya ke gambar Jkw sbg Pinokio, yg dulu disebarluaskan Obor Rakyat. Cover bayangan dari gambar Obor Rakyat, itu ga artistik blas! Sekali2 kita beda ya Bro :) twitter.com/na_dirs/statusโ€ฆ
Joel Picard @sociotalker
@sahaL_AS @na_dirs Gus menurut sy cover itu permainan semantik yang cantik sbg representasi kritik scr visual. Emang kritiknya keras dan Jokowi pantas untuk dpt kritik itu. Tidak relevan utk diasosiasikan dg obor rakyat krn substansinya beda.
akhmad sahal @sahaL_AS
@na_dirs @sociotalker Hehe.. Fokus saya bukan ke isi tp cover. Dan sejauh ttg gambarnya, meski hanya bayangan, buat saya sangat relevan dikaitkan dgn Obor Rakyat, krn yg pertama mem-Pinokio-kan Jwk scr masif itu Obor Rakyat. Rujukan semiotiknya ke sana. Itu mnrt saya loh.. :))
dhani @arman_dhani
@sahaL_AS @na_dirs Sebelum Obor, tempo suda bikin ini. Asosiasi dan argumen bahwa hanya obor yang pake semiotik pinokio runtuh. Tempo melanjutkan tradisi artistik yang memang sudah ia miliki. Kecuali tentu ada maksud lain dari mas Sahal, ingin bilang Tempo = Obor Rakyat. pic.twitter.com/HaVybiRDW5
Expand pic
Nadirsyah Hosen @na_dirs
Ini bukan pertama dan terakhir kita berbeda, Kiai @sahaL_AS Toh, kita sepakat: ikhtilafu ummatiy rahmah. Kritikan sekarikatur apapun itu tetap enak dibaca dan perlu, asalkan jiwa kita lapang. Tempo hari kita sudah ngopi, kapan lagi nih? ๐Ÿ˜Š twitter.com/sahal_as/statuโ€ฆ
akhmad sahal @sahaL_AS
@na_dirs Yes..Lagian kita jarang jg sih beda pendapat. Yg lebih sering itu beda pendapatan :)) Yukk..udah lama kita ga ngupi2, Gus @na_dirs.
Saidiman TOLAK RKUHP @saidiman
@sahaL_AS @na_dirs Bedanya itu lumayan atau lumayan lumayan, mas? Haha
akhmad sahal @sahaL_AS
@saidiman @na_dirs Wallahu aโ€™lam bis shawab kalo itu, Man :))
Ariel Heryanto @ariel_heryanto
@na_dirs @sahaL_AS Sekali lagi saya sepakat rekan saya Gus @na_dirs. Jangankan cuma bayangannya. Langsung hidung pinokio di wajah karikatur doi pun OK. Bravo untuk TEMPO @tempodotco @arifz_tempo
akhmad sahal @sahaL_AS
@ariel_heryanto @na_dirs @tempodotco @arifz_tempo Bahwa karikatur mrpkn kebebasan berekspresi, itu jelas sah. Tp bukan di hal basic itu keberatanku. Tp ini: Tempo mengacu, meski hanya bayangan, pd gambar Jkw-Pinokio yg sblmnya disebarluaskan Obor Rakyat scr masif. Ini framing rendahan, bahkan mnrt standar Tempo yg saya tau.
Thinking Servant @crackshell13
@hidahidaan @sahaL_AS @ariel_heryanto @na_dirs @tempodotco @arifz_tempo Yang paling konyol, dan ini sudah dikatakan beberapa netizen, adalah ironi JIL: ketika Nabi diolok-olok karikaturis Barat, JIL malah menyuruh umat Islam dewasa dan gak sensi-an. Eh, ketika junjungannya dibikin karikaturnya, ia kebakaran jenggot, ceramah tentang etika. Hahaha
Rio Ramabaskara @Rio_Ramabaskara
@na_dirs @sahaL_AS Senang mendengar mereka yang beda pendapat masih bisa duduk satu meja, berbicara dan bahagia bersama...
#RakyatAkalSehat @abirekso
Gus @na_dirs dan Gus @sahaL_AS saling menyapa dalam argumen. Tanpa menjatuhkan. Betul-betul khas @nahdlatululama . Adem dan mencerdaskan. Aku lek dadi santri wae lah, denger dua dalil yg bagus-bagus...
akhmad sahal @sahaL_AS
@abirekso @na_dirs @nahdlatululama Mana berani aku jatuhin Gus @na_dirs. la wong badannua lebih besar dan lebih tinggi dariku. :)
Nadirsyah Hosen @na_dirs
@sahaL_AS @abirekso @nahdlatululama Tadi alasannya kalah pendapatan, sekarang alasannya kalah body. Kenapa gak jujur sih? Bilang aja kalah ganteng! Gitu dong ๐Ÿ˜„
akhmad sahal @sahaL_AS
@na_dirs @abirekso @nahdlatululama Haha.. Iya deh. Tp ingat, itu semua kan duniawiyah. Saya lebih memilih kemenangan di akherat.
Wagiman Deep (Habeib Selow) @WagimanDeep
Mohon di lanjutken pergumulan suci enih, sungguhlah ane benci kedamaian. Laskar eang dukung Gus @sahaL_AS Brdiri sebelah kiri, Lsekar eang dukung Gus @na_dirs sebelah kanan. Biar Akhi @abirekso jd wasitnyah, Waktu dan fentungan ane persilahken. Syapapun yg menang kita Demo..! pic.twitter.com/ichRoNNslO
Expand pic
Expand pic
Expand pic
ione @ioneinoe
@WagimanDeep @sahaL_AS @na_dirs @abirekso Keren habis, kaum sarungan ternyata lebih hebat dan elegan dlm berdebat dibanding yg pakai pantalon dan jas. Ini yg aku suka.
Load Remaining (3)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.