0
Fadli Zon @fadlizon
1) Kembali mencuatnya bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) jelas merugikan masyarakat. Hal ini juga memancing munculnya protes dari negara tetangga. Kejadian ini terus-menerus berulang, terutama saat kita menghadapi kemarau.
Fadli Zon @fadlizon
2) Padahal, sejak jauh hari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika), telah memperingatkan bahwa tahun ini kita kembali bertemu kemarau panjang seperti empat tahun lalu. Tapi seperti biasanya, antisipasi pemerintah tak kelihatan.
Fadli Zon @fadlizon
3) Ironis, bencana asap ini terjadi di tengah wacana pemindahan ibukota ke Kalimantan. Apa jadinya nanti jika bandara harus ditutup dan kantor-kantor Pemerintah harus diliburkan bila terjadi bencana asap di “Ibukota” baru?
Fadli Zon @fadlizon
4) Pertanyaan berikutnya, bagaimana publik mempercayai Pemerintah sanggup memindahkan ibukota, jika mengatasi bencana asap saja tak mampu?
Fadli Zon @fadlizon
5) Itu adalah pertanyaan-pertanyaan standar dan sederhana yg hinggap di kepala kita saat membaca kembali meluas dan meningkatnya bencana asap yg terjadi di Kalimantan dan Sumatera tahun ini.
Fadli Zon @fadlizon
6) Bencana asap yang terjadi tahun ini memang sangat bertolakbelakang dengan klaim yg pernah diutarakan Pak @jokowi saat acara debat calon presiden tanggal 17 Februari 2019 silam.
Fadli Zon @fadlizon
7) Pada waktu itu sbg petahana Presiden @jokowi mengklaim tak ada lagi karhutla dalam kurun tiga tahun terakhir masa pemerintahannya.
Fadli Zon @fadlizon
8) Padahal, merujuk data-data BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) ataupun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sepanjang pemerintahannya selalu terjadi karhutla dgn luasan bersifat fluktuatif.
Fadli Zon @fadlizon
9) Pada 2015, areal kebakaran hutan mencapai 2,6 juta hektare. Itu adalah bencana karhutla terburuk sesudah bencana tahun 1997/1998, yg luas areal kebakarannya mencapai 10 hingga 11 juta hektare.
Fadli Zon @fadlizon
10) Pada 2016, luas areal yang terbakar turun menjadi 438.363 hektare. Tahun berikutnya, 2017, luas areal kembali turun menjadi 165.528 hektare. Tapi, pada 2018, luar areal kembali melonjak menjadi 510 ribu hektare.
Fadli Zon @fadlizon
11) Tahun ini luas areal diperkirakan akan kembali bertambah. Menurut data BNPB, luas karhutla pada periode Januari hingga Agustus 2019 saja sudah mencapai 328.724 hektare.
Fadli Zon @fadlizon
12) Provinsi Riau tercatat sbg wilayah terluas yg dilanda karhutla, yakni mencapai 49.266 hektare. Daerah terluas berikutnya adalah Kalimantan Tengah, dengan luas karhutla mencapai 44.769 hektare.
Fadli Zon @fadlizon
13) Selanjutnya adalah Kalimantan Barat seluas 25.900 hektare, Kalimantan Selatan seluas 19.490 hektare, dan Sumatera Selatan seluas 11.826 hektare.
Fadli Zon @fadlizon
14) Dari tingkat polusi, levelnya juga telah melampaui ambang batas. Hingga akhir pekan lalu, misalnya, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Pekanbaru, Riau, mencapai 848. Di Kabupaten Siak, Riau, mencapai level 877. Padahal, batas polusi kategori berbahaya adlh 350.
Fadli Zon @fadlizon
15) Di tengah peningkatan skala bencana yang terjadi, sy melihat opini yg disampaikan Pemerintah terkait penyebab karhutla justru simpang siur.
Fadli Zon @fadlizon
16) Jika KLHK tegas menyebut korporasi, bahkan sudah melakukan penyegelan terhadap lebih dari 40 perusahaan, namun kita mendengar Menko Polhukam justru memberikan pernyataan berbeda dari kesimpulan KLHK.
Fadli Zon @fadlizon
17) Sy kira ini akan membuat penyelesaian kasus karhutla jadi tidak jelas dan tak tegas.
Fadli Zon @fadlizon
18) Pernyataan Menko Polhukam bahwa karhutla disebabkan oleh petani peladang, bagi sy sangat tak perlu dan tak produktif. Berapa sih luas areal yg dikuasai petani?
Fadli Zon @fadlizon
19) Berapa besar signifikansinya terhadap luasan karhutla secara keseluruhan? Sy kira lebih produktif jika Pemerintah dan aparat penegak hukum fokus memback-up KLHK dalam melakukan penindakkan terhadap para pelanggar yg tengah diselidiki.
Fadli Zon @fadlizon
20) Sy ingin mengingatkan, sejak September 2014 Indonesia telah meratifikasi ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (Persetujuan ASEAN tentang Pencemaran Asap Lintas-Batas).
Fadli Zon @fadlizon
21) Ini adalah perjanjian lingkungan hidup yg pertama kali ditandatangani negara-negara ASEAN pada 2002 untuk mengendalikan pencemaran asap di Asia Tenggara.
Fadli Zon @fadlizon
22) Perjanjian ini merupakan reaksi terhadap bencana asap yg terjadi pada akhir 1990-an, akibat pembukaan lahan dgn cara membakar hutan di Sumatra dan Kalimantan.
Fadli Zon @fadlizon
23) Indonesia menjadi negara ASEAN terakhir yg meratifikasi perjanjian tsb. Jadi, bencana asap ini sejak lama telah jdi isu diplomatik penting. Sehingga, Pemerintah seharusnya menindak tegas korporasi yg terlibat kejahatan karhutla, termasuk jika pelakunya adlh perusahaan asing.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.