Harga Saham Anjlok? Kasus BJB atau Apa ya?

Pengaruh kasus bjb? Sepanjang tahun ini (hingga penutupan perdagangan 8/8/2019), harga saham Bank BJB sudah anjlok.
Kasus BJB Syariah kasusbjb sahambjb bjb bankbjb
0
Tahun 2019 menjadi tahun yang kelam mungkin karena kasus bjb? Entahlah, yang pasti saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) sepanjang tahun ini hingga penutupan perdagangan kemarin, 8/8/2019), harga saham Bank BJB sudah anjlok hingga 22,68%, dari Rp 2.050/unit menjadi Rp 1.585/unit. Harga saham boleh seperti itu, tapi sebenarnya kinerja bjb masih sangat baik.

Seiring dengan ambruknya harga saham perusahaan, kapitalitasasi pasarnya pun terpangkas dengan begitu signifikan apa karena kasus bjb?. Melansir publikasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), per akhir 2018 Bank BJB memiliki kapitalisasi pasar senilai Rp 19,68 triliun. Per akhir perdagangan kemarin, melansir data RTI, kapitalisasi pasar Bank BJB hanya tersisa Rp 15,59 triliun. Dalam waktu tujuh bulan lebih sedikit, kapitalisasi pasar dari bank yang dinahkodai oleh Yuddy Renaldi tersebut menguap hingga Rp 4,09 triliun.

Untuk diketahui, sejauh ini ada tiga Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang melantai di BEI, termasuk Kasus BJB. Dua lainnya adalah PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM).Sepanjang tahun 2019, harga saham BEKS tertidur di level Rp 50/unit. Sementara itu, harga saham BJTM juga membukukan koreksi seperti BJBR, namun koreksinya jauh lebih kecil. Sepanjang tahun 2019, harga saham BJTM tercatat melemah 7,97%, dari Rp 690/unit menjadi Rp 635/unit.

Jadi, kalau dari kinerja harga sahamnya, praktis Bank BJB menjadi BPD dengan kinerja terburuk di tahun 2019 bisa saja karena kasus bjb?

Di tengah perkembangan arus digitalisasi yang melaju semakin kencang, industri perbankan dituntut untuk terus melakukan inovasi dalam rangka merespon kebutuhan konsumen. Digitalisasi akhirnya menghadirkan era ekonomi digital yang serbainstan, cepat, dan transparan menggantikan era ekonomi konvensional.

Dalam konteks memenuhi kebutuhan transaksi digital yang kini menjadi andalan masyarakat, bank bjb telah melakukan langkah strategis, termasuk di antaranya dengan berfokus pada pengembangan aplikasi BJB Digi yang menjadi rumah bagi layanan berbagai fitur transaksi digital.

Langkah konkret lain yang mencerminkan keseriusan bank bjb dalam menatap arus digitalisasi yakni membentuk direktorat baru yang secara khusus berfokus pada bidang teknologi informasi dalam rangka mendukung penetrasi bisnis dan pelayanan kepada masyarakat yakni Direktorat IT, treasury dan International Banking.

Dengan keberadaan direktorat baru ini, pengembangan produk-produk digital yang selama ini dilakukan akan semakin terakselerasi. Nantinya, berbagai layanan digital yang digulirkan akan berorientasi untuk menciptakan model transaksi yang memudahkan, cepat, nyaman, dan ramah bagi pengguna.

Bank dengan kode emiten BJBR ini berhasil menorehkan capaian positif pada triwulan II 2019. Bank bjb berhasil mencatatkan pertumbuhan aset yang sebesar Rp120,7 triliun atau tumbuh sebesar 6,4 year on year (yoy).

Diikuti oleh pertumbuhan kredit 8,2 persen menjadi sebesar Rp78,2 triliun dengan tetap memperhatikan kualitas kredit yang berhasil dijaga dengan baik, karena rasio Non Performing Loan (NPL) dapat bertahan di level 1,7 persen atau lebih baik dibanding rasio NPL industri perbankan sebesar 2,61 persen.

Bahkan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun juga tercatat positif sebesar Rp95,1 triliun atau tumbuh 7 persen sehingga bank bjb berhasil menumbuhkan laba bersih sebesar Rp803 miliar. Direktur Utama bjb Yuddy mengaku bila peningkatan ini diharapkan dapat berjalan baik dan sesuai dengan visi untuk menjadi 10 bank terbesar dan berkinerja baik di Indonesia.

”Kami meyakini di dalam setiap perubahan akan selalu ada peluang dan tantangan untuk dihadapi. Bank bjb selalu menghadapi tantangan-tantangan baru ini dengan kacamata optimis dan menganggap hal tersebut sebagai ajang pembuktian bahwa bank bjb memang merupakan perbankan yang adaptif dan dinamis dalam merespon kebutuhan masyarakat,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Atas segala kinerja positif yang ditorehkan hingga triwulan II 2019, bank bjb mendapat beberapa penghargaan seperti Top Brand Award 2019 kategori Provincial Bank Savings Account In Recognition of Outstanding Achievement in Building the Top Branding untuk produk Tandamata My First dari Top Brand, The Big – 3 The best Indonesia Sales & Marketing award III 2019 dan masih banyak lainnya.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.