5

Kisah kehidupan Pangeran Diponegoro sebagai tokoh panutan yang dianggap “setengah dewa” selalu menarik untuk disimak. Tokoh yang lahir 230 tahun yang lalu ini dianggap sebagai pembaharu di tengah zaman yang bergejolak. Sebab, Perang Jawa yang dipimpinnya telah mengubah struktur tatanan lama di Pulau Jawa.

Nathaniel Rayestu @rayestu

Host of Asumsi Bersuara - @asumsico @box2boxid & the rayestu show Views expressed are my own.

https://t.co/3gS7RUUiHA

Peter Carey, sejarawan Universitas Oxford yang menulis buku Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro (2014) dan Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa (2012) menuliskan ada banyak aspek tentang sang pangeran yang terasa “lebih aneh dibandingkan khayalan”. Salah satunya, seperti yang ia ungkapkan dalam wawancara tertulis dengan Liputan6.com pada Selasa, 26 April 2016, adalah hubungan sang pangeran Jawa dengan para wanita.

Dalam Babad Dipanegara yang ditulis sendiri oleh sang pangeran dalam masa pembuangan di Manado, ia mengidentifikasikan dirinya seperti Arjuna, tokoh Pandawa yang paling tampan. Namun menurut Peter Carey, dalam hal penampilan fisik, Diponegoro tidak dapat disebut setampan Arjuna, tetapi dapat dikatakan “cukup enak dipandang oleh mata Jawa.”

Perkawinannya yang pertama adalah dengan anak seorang ulama terkemuka dari Desa Dadapan, dekat Tempel, yakni Raden Ayu Madubrongto. Setelah itu, karena didesak orang tuanya, Sultan Hamengkubuwono III, sang pangeran melakukan pernikahan yang lebih bersifat politis dengan Raden Ayu Retnokusumo, putri Bupati Panolan, Kesultanan Yogyakarta, Raden Tumenggung Notowijoyo III.

Seumur hidupnya, Pangeran Diponegoro memiliki tujuh istri resmi dan selir yang tak terhitung banyaknya. Di Tegalrejo sendiri sang pangeran memiliki empat istri resmi dan beberapa selir. Salah seorang selirnya yang terakhir konon cukup cantik sampai memancing sifat mata keranjang Asisten Residen Belanda untuk Yogyakarta, P.F.H Chavellier (menjabat 1823-1825). Si selir dikabarkan hidup bersama sang asisten residen beberapa bulan sebelum Perang Jawa.

Peter Carey mencatat Pangeran Diponegoro setidaknya memiliki 17 anak, 12 laki-laki dan 5 perempuan, dari istri-istri resminya.

Dalam masa perang, setelah kematian istri keempat yang paling dikasihinya, Raden Ayu Maduretno, di penghujung November 1827 ia mengawini tiga istri baru. Salah satunya adalah Raden Ayu Retnoningsih (1810-1885), putri Bupati Madiun dan kemenakan perempuan Raden Ronggo Prawirodirdjo III.

Ketika dinikahi Diponegoro, Raden Ayu Retnoningsih masih berusia 17 tahun dan ia sungguh sangat cantik. Sebagai satu-satunya istri resmi yang menemani di pengasingan, Raden Ayu Retnoningsih memberi sang pangeran dua anak.

Pangeran Diponegoro memang memiliki daya tarik yang sangat besar, yang membuatnya terlihat menawan di mata kaum hawa. Diponegoro sendiri pernah menyebutkan, salah satu sifat yang paling menganggu di masa mudanya adalah “sering tergoda oleh perempuan”.

Masa Pengasingan dan tuah Wanita Peranakan
Sekalipun berada di pengasingan, Pangeran Diponegoro sering membanggakan keahliannya dalam soal menaklukkan hati wanita. Residen Manado Pietermaat (menjabat 1827-1831) melaporkan “percakapan yang paling digemarinya adalah tentang perempuan-perempuan yang melihatnya sebagai seorang kekasih yang menawan.”

Bahkan, tutur Peter Carey, ketika Pangeran Diponegoro sakit malaria selama masa tiga bulan di akhir perang, ia masih mampu bermain-main dengan janda-dukun, Nyai Asmarataruna, yang merawatnya di Desa Sebodo di timur Bagelen.

Ketika di Manado, sang pangeran malah pernah ingin menikahi perempuan setempat, putri dari seorang warga Muslim terkemuka, Letnan Hasan Nur Latif. Namun seperti halnya pejabat setempat, Letnan Hasan Nur Latif menolak lamaran itu dan mengatakan, bila ia menikahkan putrinya dengan sang pangeran, maka itu hanya akan membawa sang putri pada “nasib buruk”.

Nathaniel Rayestu @rayestu
Apakah ini asal mula rasisme terhadap warga keturunan? Apakah ini kenapa di Yogyakarta hingga saat ini warga keturunan ga boleh punya tanah? 😂 pic.twitter.com/O1aYAauqqm
Expand pic
ꦭꦫꦱꦠꦶ @huahasina
@rayestu Tunku Imam Bonjol juga. Kaget banget asli waktu tau cerita aslinya 😂
Sabda Diraja Tidak Benar @Istanajenayah
P. Diponegoro: we have to wage war against the kafir P. Diponegoro: *slept with a njonja*
Whores of Yore @WhoresofYore
Victor Hugo (1802-85) had an enormous sexual appetite. He claimed that on their wedding night he and his wife Adèle Foucher had sex nine times. After five pregnancies in eight years, his wife called a halt to any more sex. So Hugo turned to the brothels of Paris. (Thread) pic.twitter.com/9YtOZJNgWT
Expand pic
Tori @Toriahmad_
@rayestu Ini penelitian dari sejarawan barat kafir yg dibiayai oleh Akatsuki, dgn agenda mengudutkan pahlawan muslim.
🌻 @neyma_choi
@rayestu Paradox Diponegoro. Sebenernya hal lama. Digoreng. Mungkin setelah ini banyak banget yang jadi hakim apalagi kalo gorengnya kelamaan. Bisa jadi gosong. Apalagi bagi yang belom pernah baca.
Ade @adepedia
@rayestu Lo harus baca karya2 Peter Carey Kak! Banyak banget yg gk diceritain ttg Diponegoro di sekolah. Salah satu lo bisa ttg ulasan Peter Carey terhdp Babad Kedung Kebo yg sebagiannya ditulis sma oposisinya Diponegoro waktu Perang Jawa.
Load Remaining (63)

Comment

andi cahaya @andicahaya33 16/09/2019 08:58:37 WIB
Dapatkan pinjaman dana paling tinggi hanya dengan gadai bpkb mobil, proses pencairan dana cepat dan pembiayaan kredit mobil bekas untuk seluruh wilayah di Indonesia. Info selengkannya silahkan kunjungi https://tinyurl.com/y3smgqn3
Login and hide ads.