2
cannabis @_cannabisindica
Kumpulan Eksekusi Mati yang Tidak Manusiawi (part 1) pic.twitter.com/xyEHumyzOF
Expand pic
Expand pic
Expand pic
cannabis @_cannabisindica
Pendahuluan Undang-undang yang mengatur tentang hukuman mati telah dikenal sejak abad ke 18 SM. Ditemukan dalam kitab hukum Raja Hammarubi di Babilonia yang mengkodifikasikan hukuman mati untuk 25 jenis kejahatan yang berbeda. Lebih lanjut, pic.twitter.com/nFpW3KNFLh
Expand pic
cannabis @_cannabisindica
peraturan mengenai hukuman mati juga telah dikenal sejak abad ke 7 SM di dalam Draconian Code of Athens dan pada abad ke 5 SM di dalam Roman Law of the Twelve Tablets.
cannabis @_cannabisindica
Eksekusi mati pada umumnya dilakukan degan berbagai cara, mulai dari penyaliban, ditenggelamkan, dipukul hingga mati, dibakar hidup-hidup dan berbagai cara lainnya dengan tujuan yang sama: menyiksa para penjahat atau orang yang dianggap jahat hingga ia mati secara mengenaskan
cannabis @_cannabisindica
1. Flaying Dilakukan dengan cara menguliti tubuh manusia. Tradisi menguliti manusia telah ada dan di terapkan oleh tradisi Neo-Asyur (Kekaisaran Mesopotamia Zaman Besi), sejak jaman Ashurnasirpal II (883-859 SM). Para raja Neo-Asyur tampak bersuka cita atas nasib buruk yang pic.twitter.com/VDjkHkbO35
Expand pic
cannabis @_cannabisindica
mereka timbulkan kepada para tawanan, khususnya pemimpin pemberontakan. Dalam beberapa mitologi prosesi ini telah dikenal, diantaranya: -Dalam mitologi yunani, Marsya (Seorang satir) dikuliti secara hidup-hidup setelah kalah dalam kontes music dari Apollo pic.twitter.com/iNf0BIlpgu
Expand pic
Expand pic
cannabis @_cannabisindica
-dalam budaya Aztec prajurit musuh yang ditangkap akan dikuliti setiap tahun sebagai pengorbanan kepada Xipe Totec (Dewa kematian dan kelahiran) Beberapa metode dapat diterapkan dalam prosesi Flaying ini. Salah satunya adalah pelaku dipaku diatas meja dan para algojo akan
cannabis @_cannabisindica
mengiris kulit agar terlepas dari daging, beberapa praktik juga dilakukan dengan membalurkan garam pada tubuh pelaku agar mereka merasakan sakit yang teramat parah. Cara lain yang digunakan adalah dengan memposisikan korbannya berdiri terikat pada tiang dan algojo akan menguliti pic.twitter.com/IIzTx5Xv8E
Expand pic
cannabis @_cannabisindica
2. Lingchi Merupakan metode penyiksaan dan eksekusi hukuman mati yang diterapkan oleh Tiongkok pada sekitar abad ke 10 dan dilarang digunakan pada tahun 1905. Tidak ada prosesi atau metode khusus yang digunakan oleh para algojo pic.twitter.com/04VRkqw5K1
Expand pic
cannabis @_cannabisindica
Proses lingchi dilakukan dengan cara mengikat para tahanan pada kayu (biasa di depan umum). Para algojo akan mulai mengiris dan memotong bagian tubuh hingga tahanan akan menderita banyak luka dan penderitaan panjang sebelum akhinya mati karena kehilangan darah. pic.twitter.com/z49d4hwony
Expand pic
Expand pic
cannabis @_cannabisindica
Proses hukuman biasa dilakukan 15-20 menit Hukuman ini dijatuhka untuk pelanggaran-pelanggaran berat seperti penghianatan tingkat tinggi, pembunuhan mansal, pembunuhan ayah/ibu, pembunuhan majikan/majikan orang lain. Kaisar juag menggunakannya untuk mengancam orang lain dan pic.twitter.com/H2M1zhqUnv
Expand pic
Expand pic
cannabis @_cannabisindica
terkadang memerintahkannya untuk pelaku pelanggaran ringan. Beberapa catatan dari dinasti Ming menyebutkan bahwa pelaku yang dihukum mati akan mendapat 3000 luka sebelum meninggal sedangkan catatan dari dinasti Yuan menyebutkan korban akan mendapat 100 luka.
cannabis @_cannabisindica
3. Scaphism Merupakan metode eksekusi Persia kuno. Dilakukan dengan cara menelanjangi para terdakwa yang diikat di atas sebuah perahu, dimana perahu tersebut akan dihanyutkan di sebuah danau dengan perairan yang tenang. pic.twitter.com/ckS8YfsHVN
Expand pic
cannabis @_cannabisindica
Setelah itu terdakwa dipaksa untuk mengkonsumsi madu dan susu. Madu dan susu tersebut juga dibalurkan dan terus menerus ditambahkan diatas tubuh mereka. Satu persatu serangga akan berdatangan dan mengerumuni tubuh tersebut, menghisap dan menusukkan sengatan menyakitkan dan pada pic.twitter.com/J8JTL2GF0M
Expand pic
cannabis @_cannabisindica
akhirnya ratusan-ribuan ulat akan meggerogoti tubuh terdakwa Prosesi ini dilakukan secara berhari-hari dan butuh waktu yang lama, menyiksa dan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Scaphism digunakan u/ menghukum berbagai pelanggaran berat, terutama yg berhubungan dgn kerajaan pic.twitter.com/lSKZv1RqMa
Expand pic
cannabis @_cannabisindica
3. Back-Breaking Atau yang biasa dikenal dengan roda ekskusi atau roda cathrenie. Merupakan metode penyiksaan yang cukup populer pada abad ke 18. Para penjahat akan diikatkan dengan sebuah roda, kedua kaki akan dijepitkan di jari-jari roda. Setelah itu roda akan mulai diputar pic.twitter.com/848U3Km8gW
Expand pic
Expand pic
cannabis @_cannabisindica
dan penjahat dipukul secara terus-menerus hingga terluka berat dan mengalami sejumlah patah tulah Cara lainnya yang dapat dilakukan adalah menggiling korban dengan roda. pic.twitter.com/evsDrUpAtV
Expand pic
Expand pic
cannabis @_cannabisindica
5. Brazen Bull Brazen bull atau banteng perunggu/banteng sisila merupakan metode penyiksaan & eksekusi hukuman mati yang dirancang di Yunani Kuno. Menurut sejarawan, Brazen Bull ditemukan oleh seorang rpia bernama Perillos dari Athena yg mengusulkannya hukuman ini kepada Phalaris pic.twitter.com/VGp9LWazBG
Expand pic
cannabis @_cannabisindica
seorang tiran dari Akragas, Sisilia untuk mengeksekusi penjahat. Banteng perunggu tersebut juga merupakan hadiah dari Perillos untuk Phalaris. Brazen bull terbuat dari perunggu yang berbentuk banteng, berlubang dibagian dalam dan memiliki pintu di samping tubuhnya, terdakwa pic.twitter.com/804wKAkQWD
Expand pic
cannabis @_cannabisindica
akan dimasukkan kedalam bante, pintu ditutup & api dinyalakan di bagian bawah perut banteng, memanggang korbannya hidup-hidup. Saat brazen bull dipanaskan, korban akan berteriak kesakitan, banteng perunggu ini juga akan menghasilkan suara melolong yg terpancarkan dari perangkat.
cannabis @_cannabisindica
6. Garrote/Laqueus Sejarah mencatat, Garotte/laqueus digunakan pada abad pertama SM di Roma. Dalam Second Catilinian Conspirasy, para konspirator termasuk Publius Cornelius Lentulus Sura dicekik dgn laqueus di Tullianum. Selama perang semenanjung/peninsular war (1808-1814), pic.twitter.com/SvzAiPqRfA
Expand pic
cannabis @_cannabisindica
para pasukan prancis menggunakna alat ini untuk mengeksekusi guerrilleros Spanyol, pendeta, dan penentang lain dari pemerintahan Napoleon (perancis). Alat ini juga digunakan oleh kekaisaran ottoman dan juga spanyol
cannabis @_cannabisindica
Merupakan alat yang digunakan untuk mencekik hingga mematahkan leher seorang terdakwa. Berbentuk seperti kursi, dimana terdakwa akan duduk dan algojo mengencangkan besi yang ada, menekan lehernnya hingga mati. Garotte memiliki beberapa varian serupa diantaranya pengikat rantai, pic.twitter.com/Rm62Cg0NiU
Expand pic
Expand pic
cannabis @_cannabisindica
tali, syal, kawat ataupun tali pancing yang digunakan dengan tujuan yang sama, mencekik korbannya hingga tewas. Alat ini juga digunakan sbg senjata oleh para tentara untuk membunuh penjaga & para musuhnya saat perang dunia II. Garrote yang digunakan tidak selalu memanfaatkan pic.twitter.com/NvDPTaRLRG
Expand pic
cannabis @_cannabisindica
kursi seperti yang digunakan dalam eksekusi mati, terdiri dari dua pegangan kayu yang terpasang pada kawat panjang flesibel. Kawat akan dililitkan diatas kepala penjaga dan ditarik dengan kencang dalam satu gerakan pic.twitter.com/9blaTYIJKo
Expand pic
Load Remaining (5)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.