0
Brii @BriiStory
Anyer, salah satu "taman bermain" gw waktu kecil, entah sudah berapa banyak kejadian janggal dan menyeramkan yang pernah gw alami di tempat ini. Dua cerita akan gw angkat malam ini. Ingat, jangan pernah baca cerita di sini sendirian. @InfoMemeTwit pic.twitter.com/3WcTR66uMa
Expand pic
Brii @BriiStory
Labuan adalah kota kecil di ujung pulau Jawa, propinsi Banten, teman-teman bisa lihat peta supaya tau letak pastinya.
Brii @BriiStory
Kurang lebih 60km jarak yang harus ditempuh untuk sampai rumah, pulang pergi menjadi 120km. Sebagian besar perjalanan menyusuri garis pantai Anyer, pemandangan pantai pagi, sore, kadang malam menjadi santapan nyaris setiap hari. Kira-kira tiga tahun gw jalani seperti itu.
Brii @BriiStory
Selain pemandangan indah pantai di satu sisi dan hutan-hutan kecil di sisi lainnya, banyak juga peristiwa janggal, aneh, kadang mengerikan yang pernah gw alami, beberapa di antaranya akan gw angkat kali ini. ***
Brii @BriiStory
Kantor tutup jam lima sore, biasanya kalau semua pekerjaan sudah selesai gw gak akan buang waktu, langsung buru-buru naik motor untuk pulang. Sama juga pada hari itu, jam lima gw sudah menyusuri jalan pinggir pantai. Mulai dari pantai Carita lalu lanjut pantai-pantai berikutnya.
Brii @BriiStory
Kalau hari kerja, apa lagi masih jauh dari akhir pekan, daerah pantai Carita sampai ke pasar Anyer akan sepi, berbeda jauh keadaanya ketika menjelang akhir pekan, ramai wisatawan.
Brii @BriiStory
Makanya, sebisa mungkin gw gak akan pulang malam, semakin malam suasananya akan semakin sepi, masih rawan kejahatan juga. Biasanya kalau kemalaman karena pekerjaan, gw akan menginap di kantor atau di rumah rekan kerja yang tinggal di Labuan.
Brii @BriiStory
Tapi, kalau memang harus menginap di kantor, gw akan menyiapkan mental sekuat mungkin, karena kantor amat sangat angker, gw pernah cerita salah satu kejadiannya, dulu banget. ***
Brii @BriiStory
Setengah jam berlalu, gw sudah hampir sampai di daerah yang namanya tikungan Jambu, gak tau knapa namanya begitu, tapi penduduk sekitar memang menyebutnya seperti itu, tikungan Jambu.
Brii @BriiStory
Dari arah Labuan, sebelum sampai tikungan itu gw akan melewati jalan sepi menanjak yang kanan kirinya ada tebing agak tinggi, jadi seperti gunung kecil dibelah untuk jalan. Setelah itu jalanan akan menurun, nah kira-kira 300 meter di depan sudah sampai tikungan Jambu.
Brii @BriiStory
Tikungan Jambu ini jalanannya persis di sisi pantai, melengkung bentuknya nyaris seperti tapal kuda. Waktu gw masih kerja di Labuan, belum ada hotel di sebelah kiri (sisi pantai), sekarang katanya sudah ada.
Brii @BriiStory
Ketika mulai memasuki wilayah tikunga jambu, berbeda dengan biasanya, gw melihat banyak orang di pantai, sisi kiri jalan. Melambatkan laju motor, gw tertarik untuk mengetahui kegiatan apa yang orang-orang ini sedang lakukan.
Brii @BriiStory
Terus gw perhatikan, sampai ketika sudah benar-benar berada di tikungan, gw melihat semakin banyak orang, beberapa di antaranya berpakaian oranye layaknya seragam tim penyelamat
Brii @BriiStory
Nyaris jam enam sore ketika akhirnya gw memutuskan untuk berhenti, penasaran.. "Ada apa Pak? Kok rame banget?" Tanya gw kepada salah satu orang, ketika sudah turun dari motor.
Brii @BriiStory
"Ada orang hilang dari jam dua siang tadi, sepertinya tenggelam. Jenazahnya belum ketemu." Jawab orang itu sambil matanya tetap terus memandang ke arah pantai.
Brii @BriiStory
Jadi, tikungan Jambu ini, kalau agak bergeser sedikit ke timur, memang ada spot lumayan bagus bagi wisatawan untuk berenang.
Brii @BriiStory
Tapi menurut gw dan orang-orang yang sudah mengenal wilayah, sebenarnya daerah ini ada bagian yang sangat berbahaya untuk berenang, karena ada karang memanjang, di bawah karang itu banyak rongga yang bisa membuat perenang terjebak di dalamnya.
Brii @BriiStory
Nah, entah kenapa, tiba-tiba ada perasaan aneh yang gw rasakan, hingga akhirnya gw benar-benar penasaran dan ikut memperhatikan orang-orang yang sedang mencari wisatawan tenggelam itu, beberapa anggota tim penyelamat juga terlihat menyurusi menyisir garis pantai.
Brii @BriiStory
Langit yang berangsur gelap membuat proses pencarian sepertinya sebentar lagi akan dihentikan untuk sementara. Begitu yang gw dengar dari orang-orang sekitar.
Brii @BriiStory
Menjelang maghrib, angin seperti berhenti bertiup, laut menjadi tenang, hanya gelombang-gelombang kecil airnya yang pecah menghantam pasir pantai. Sekali lagi, pandangan gw sebar menyusuri setiap sudut pantai dari tempat gw berdiri.
Brii @BriiStory
Tapi, entah sudah yang keberapa kali gw selalu memandang ke salah satu spot pantai, memandang ke situ lagi ke situ lagi, terus menerus, sampai akhirnya gw menaruh curiga ke spot itu.
Brii @BriiStory
Agak jauh di sebelah kanan, ada karang laut memanjang yang menjorok jauh ke tengah. Di bagian paling ujung karang, gw melihat sesuatu, titik yang sudah berada di bagian pantai yang cukup dalam.
Brii @BriiStory
Di samping deburan ombak kecil yang menghantam ujung karang, ternyata ada seorang laki-laki sedang duduk di situ, di bagian karang paling ujung. Jarak gw ke tempat laki-laki itu sekitar seratus meter, masih cukup jelas terlihat kalau dia mengenakan kaos hitam, bercelana pendek.
Brii @BriiStory
Dia hanya duduk diam memandang ke laut lepas. "Ngapain orang itu di tengah laut?" Tanya gw dalam hati. Gak lama, hanya sekitar lima menit kemudian, orang itu berdiri dan menghadap ke arah tempat gw berdiri. Dia sepertinya tahu kalau gw sedang terus memperhatikannya..
Load Remaining (68)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.