10
SimpleMan @SimpleM81378523
jadi gw berencana mau nulis cerita tentang sebuah keluarga yg menjadi korban santet, gak hanya satu anggota keluarga, melainkan semua anggota keluarga itu, kejadianya sendiri terjadi sekitar tahun 90'an, dan semacam menyimpan kerak luka yang benar-benar membuat gw gk habis pikir
SimpleMan @SimpleM81378523
bahwa, manusia bisa menjadi momok yang bahkan gak bisa di terima oleh nalar, kejadian ini rupanya memiliki benang merah, yg mana kelak membongkar semua rahasia besar. tapi, cerita ini, gak segampang itu di ceritain, ada titik dimana gw lupa bagaimana kronologi kejadian saat itu
SimpleMan @SimpleM81378523
karena pd saat itu, gw gak lebih dari seorang anak kecil yang baru mencuri dengar tentang peristiwa itu dari orang dewasa. karena cerita ini bisa di bilang, cukup panjang, dan bakal ngehabisin tenaga, gw butuh waktu buat cari beberapa orang yg bisa mengulang cerita ini
SimpleMan @SimpleM81378523
agar gw, bisa menyampaikan pesan yg terkandung di dalamnya, terlepas dari teror yang keluarga itu alami. semacam membongkar keseluruhan cerita dari beberapa saksi mata yang saat ini masih hidup. well, intinya, cerita ini kelak akan gw sajikan setelah semua sudah siap.
SimpleMan @SimpleM81378523
jadi, sabar. Malam ini, gw mau adain vote, ada 2 cerita yang gak terlalu berat namun memilik porsi yang gak kalah serem, sebuah pengalaman seorang teman dengan cerita urban tentang arti sebuah karma yang dulu hampir selalu di ceritakan pada awal tahun 2007'an,
SimpleMan @SimpleM81378523
jadi daripada lama, mending kita mulai Vootingnya, gw kasih beberapa penjelasan tentang cerita ini tanpa mengurangi kengerian di dalamnya.
SimpleMan @SimpleM81378523
1. Sepotong Tali cerita di mulai dari 4 orang yang tergabung dalam team sales sebuah perusahaan penjual bumbu masakan, yang mendapat tugas untuk menetap di sebuah kota kecil, dimana, mereka di haruskan menginap di sebuah rumah tua yang di sewakan, siapa sangka, ada kejadian-
SimpleMan @SimpleM81378523
janggal selama mereka tinggal di rumah itu. kisah ini di ceritakan oleh seorang teman, tentang pengalamanya menghadapi sebuah teror tak kasat mata, yang terus mengejar mereka tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi. klise, namun menyimpan ketakutan tersendiri. pic.twitter.com/gmlwP8JcWS
Expand pic
SimpleMan @SimpleM81378523
2. Pesan dari mereka dulu, sekitar tahun 2007'an, tersiar sebuah cerita urban, yang hampir pernah di dengar semua siswa SMP di kota gw tinggal, tentang sekelompok anak nakal yang mengusik sebuah masalah serius, hingga berurusan dengan kejadian mistis yang seperti mengikuti
SimpleMan @SimpleM81378523
kemanapun mereka pergi, ia terus di ikuti, semacam, memberi pesan yg tak tersampaikan kepada mereka, dan mereka harus menanggungnya bersama-sama. gw masih inget cerita ini, bahkan hingga detik ini, gak akan pernah gw lupain cerita ini, terlepas apakah cerita itu nyata atau tidak pic.twitter.com/kgscNtfoD5
Expand pic
SimpleMan @SimpleM81378523
Vote berakhir, esok di jam yang sama, jadi silahkan memilih, gw simpleMan, undur diri.
SimpleMan @SimpleM81378523
@bacahorror Selamat malam. kali ini, gw ingin menyajikan sebuah cerita yg dulu, sempat booming di sekolah gw, mungkin bukan hanya sekolah gw, lebih tepatnya, semua sekolah di kota gw, tentang sebuah cerita yg masih terpatri dalam ingatan gw, tentang, kehadiran mereka yg nyata adanya!!
SimpleMan @SimpleM81378523
@bacahorror seperti yg gw katakan, cerita ini dulu, hampir di ketahui semua anak sekolah, mungkin ada pesan yang ingin di sampaikan dalam cerita ini, sehingga cerita ini sangat cepat tersebar, pesan itu adalah, "kami ada" , dan gw akan menceritakanya dari sudut pandang gw sebagai dia.
SimpleMan @SimpleM81378523
dia, yg mengalami semuanya, sehingga pesan ini bisa sampai kepada kalian. dia, adalah gw, mereka memanggil gw dengan nama "Dayuh" dan darisini, mari kita mulai, memulai peran gw, sebagai Dayuh.
SimpleMan @SimpleM81378523
"Yuh, ayok muleh, mumpung rung bengi nemen" (Yuh, pulang yuk, mumpung belum larut) kata teman ngaji gw, Pandu. gw memandang ke langit, dari ubin langgar (surah) yang dingin, disana, langit sudah menghitam, dengan cepat, gw bereskan peralatan belajar gw, memasukkanya dalam kresek
SimpleMan @SimpleM81378523
setelah mencari dimana sandal gw berada, dengan cekatan, gw menyusul Pandu, yang sudah berjalan cepat menelusuri jalan setapak persampingan sawah. susah memang tinggal di desa pelosok, untuk belajar pun, harus pergi ke balai desa, karena hanya disana, lampu terang benderang
SimpleMan @SimpleM81378523
tidak seperti di rumah, listrik saja belum pasang, bukan cuma gw, namun, hampir semua rumah, jarang ada yang pasang, karena mahalnya biaya. namun, mata gw teralihkan pada Pandu, yg berjalan, semakin cepat, nyaris seperti berlari, gw pun, mengikutinya dengan langkah cepat juga
SimpleMan @SimpleM81378523
"jok banter-banter tah, nek melaku" (jangan cepat-cepat tah kalau jalan) kata gw setengah berteriak. Pandu masih berjalan cepat, seakan di kejar sesuatu. "kebengen Yuh, ben cepet sampe omah, wedi aku nek liwat kebon kelopo" (kemalaman kita, biar cepat sampai rumah, takut-
SimpleMan @SimpleM81378523
-aku, kalau lewat kebun kelapa) "kebon kelopo cak Sarmbon" (kebun kelapa milik pak Sarmbun!) "iyo" kata Pandu, "onok opo seh nggok kunu, kok Wedi" (memang ada apa sih disitu, kok takut) kata gw bingung. "cah iki, gak tau krungu tah" (anak ini, emang gak pernah dengar ya)
SimpleMan @SimpleM81378523
Pandu berhenti, ia melotot sembari berbisik di telinga gw, "wingi, onok sing liwat kunu bengi, trus, onok suoro nyelok-nyelok, eroh, teko ndi suoro iku?" (kemarin ada yg lewat situ, ada suara memanggil, tahu darimana suara itu terdengar?) gw cuma menggelengkan kepala.
SimpleMan @SimpleM81378523
"tekan nduwor wit kelopo, eroh, opo sing nyelok" (dari atas pohon kelapa, tahu, apa yang memanggil) tanya Pandu, gw terdiam cukup lama, memproses ucapan Pandu, yg masih menunjukkan ekspresi ngeri. "opo kui" (memang apa?) Pandu meminta gw mendekatkan telinga lebih dekat
SimpleMan @SimpleM81378523
"gok nduwor onok" (diatas ada) Pandu terdiam lama, "Kemamang" gw mengerutkan dahi, mencerna ucapanya lagi. tidak ada yang tidak mengenal nama itu. namun, bukan nama itu yg di takuti, jarang orang takut dengan kemamang, yg mereka takutkan bahkan bukan itu,
Load Remaining (146)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.