0
Fadli Zon @fadlizon
1) Keuangan inklusif merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketimpangan ekonomi. Faktor penyebab terjadi ketimpangan ekonomi cukup bervariatif, salah satunya akses masyarakat pada lembaga keuangan yg rendah. #WPFSD2019 @DPR_RI pic.twitter.com/a9snk1q96R
Expand pic
Fadli Zon @fadlizon
2) Demikian salah satu poin yg sy sampaikan dalam National Statement di World Parliamentary Forum on Sustainable Development (WPFSD) ke-3 di Bali, Rabu, 5 September 2019. WPFSD tahun ini mengusung tema “Combating Inequality through Social and Financial Inclusion. pic.twitter.com/FEPpDSEc5v
Expand pic
Fadli Zon @fadlizon
3) Ketimpangan ekonomi jika tak ditangani secara serius, akan menekan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Bahkan dalam jangka panjang, inequality juga akan mengakibatkan gejolak sosial, karena akses dan pemberdayaan masyarakat yg tak merata. #WPFSD2019 pic.twitter.com/3DEzi7JQQJ
Expand pic
Fadli Zon @fadlizon
4) Itu sebabnya, @DPR_RI melalui #WPFSD2019 menekankan pentingnya sinergi antara strategi keuangan inklusif dan strategi pembangunan ekonomi untuk menanggulangi kemiskinan secara lebih luas. pic.twitter.com/idXAi5NQaa
Expand pic
Fadli Zon @fadlizon
5) Bagi negara-negara berkembang, mengatasi ketimpangan ekonomi, tak cukup hanya dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi yg bergantung pada kinerja industri nasional. #WPFSD2019 @DPR_RI pic.twitter.com/hvXJq4CInB
Expand pic
Fadli Zon @fadlizon
6) Sebab, meskipun pertumbuhan ekonomi meningkat, namun kerap tidak berkualitas. Kue ekonomi hanya dinikmati segelintir kelompok. Krn itu, bagi negara-negara berkembang, ketimpangan ekonomi juga perlu diatasi dengan sistem keuangan yg inklusif. #WPFSD2019 @DPR_RI pic.twitter.com/wy7mt3NWXh
Expand pic
Fadli Zon @fadlizon
7) Layanan keuangan inklusif membantu kelompok rentan dan berpenghasilan rendah untuk meningkatkan pendapatan mereka, mendapatkan modal, mengelola risiko, dan pada akhirnya bisa membawa keluar dari kemiskinan. #WPFSD2019 @DPR_RI pic.twitter.com/QbBHaUbHRl
Expand pic
Fadli Zon @fadlizon
8) Untuk konteks Indonesia, sejauh ini menunjukkan perkembangan, meski masih perlu upaya lebih transformatif. #WPFSD2019 @DPR_RI pic.twitter.com/rj2kJNBblX
Expand pic
Fadli Zon @fadlizon
9) Berdasarkan laporan World Bank 2017 tentang Global Financial Inclusion Index (FINDEX), Indonesia tercatat sebagai negara cukup progresif keuangan inklusinya di antara negara-negara Asia Pasifik. #WPFSD2019 @DPR_RI pic.twitter.com/yCqh2ShXsC
Expand pic
Fadli Zon @fadlizon
10) Perkembangan tsb salah satunya ditandai pertumbuhan jumlah pengguna fintech (financial technology) yg tercatat sangat drastis. Jika pada 2018 terdapat 1,03 juta pengguna fintech, data per Mei 2019 jumlahnya telah mencapai 8,7 juta. #WPFSD2019 @DPR_RI pic.twitter.com/RDPVymRu6a
Expand pic
Fadli Zon @fadlizon
11) Ini menandakan adanya perluasan akses masyarakat terhadap layanan sistem keuangan. Namun, perluasan akses saja tak cukup. Perlu diiringi peningkatan kualitas. #WPFSD2019 @DPR_RI pic.twitter.com/Re4snGsbSK
Expand pic
Fadli Zon @fadlizon
12) Untuk itu, upaya aktif meningkatkan literasi keuangan masyarakat, menjadi hal yg patut diperhatikan kedepannya tidak hanya oleh institusi keuangan, tapi juga oleh parlemen sebagai institusi pembuat kebijakan. #WPFSD2019 @DPR_RI pic.twitter.com/1DF8UseE6d
Expand pic
Fadli Zon @fadlizon
13) Parlemen memiliki peran penting dlm mengadopsi kebijakan yg menitikberatkan pada pembangunan universal, inklusif, n berkelanjutan, untuk memastikan tdk ada satupun orang yg tertinggal (no one left behind) dlm upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di thn 2030. pic.twitter.com/9KOpAXn9kS
Expand pic

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.