3
Ryan @ryannasu

Struggling environment student. Desperately trying to be funny. Alone in Melbourne.

Ryan @ryannasu
Pengalaman tinggal di Desa Pemenggal Kepala Manusia Pic: Wijngaarden 1893: 371 pic.twitter.com/GGBYyUZ3uW
Expand pic
Ryan @ryannasu
Disclaimer 1: Desa ini udah gak mempraktikkan tradisi pemenggalan kepala lagi. Dulu pemenggalan kepala musuh lazim bagi orang Sumba, namun sejak pasifikasi oleh misionaris agama (1915), pemerintah kolonial, dan selanjutnya pemerintah RI, praktik tersebut sudah mulai ditinggalkan.
Ryan @ryannasu
Cerita ini tentang pengalamanku menelusuri gua kramat di bawah sebuah desa tua di sisi barat pulau Sumba. Penelusuran ini untuk melihat langsung sisa 300 tengkorak kepala manusia yang dipenggal oleh leluhur desa tersebut.
Ryan @ryannasu
Disclaimer 2: Gak ada setan, hantu, horor, mistis dan segala macamnya. Jadi silahkan dilewatkan kalau gak tertarik wk.
Ryan @ryannasu
Disclaimer 3: Sepanjang menulis ulang tulisan ini, aku ngerasa tulisan ini kok kayak fiksi ya wkwk. Jadi anggap saja fiksi, nama dan tempat di cerita ini juga disamarkan karena kaga jelas fiksi atau fakta.
Ryan @ryannasu
Dulu aku pernah berkesempatan tinggal di sebuah dusun di Sumba Barat Daya (SBD). Dibandingkan wilayah Sumba yg lain, SBD dikenal masih kental adat “kekerasannya”, apalagi bagi orang asing. Orang-orang di SBD masih membawa parang (katopo) kemanapun mereka pergi.
Ryan @ryannasu
Tapi karena ketika tinggal di sana aku dan teman-temanku disambut oleh gereja dan tetua adat, jadi lumayan diterima oleh masyarakat. Aku pernah diancam dan digertak sama warlok. Terus aku tinggal bilang aku tinggal di rumah tetua adat, mereka langsung segan dan minta maaf.
Ryan @ryannasu
Aku tinggal di sana dengan tiga orang temanku yang lain. Kita tinggal di rumah salah satu tetua adat, Pak Stephanus (alias). Pak Stephanus ini orang berpengaruh di gereja dan dilingkungannya. Beliau udah anggap kita kayak anak sendiri. Ini aku dan Pak Stephanus. pic.twitter.com/SdwrfgUkjX
Expand pic
Ryan @ryannasu
Cerita ini dimulai di hari tersibukku selama di Sumba. Dari pagi aku harus naik ojek untuk ke luar dusun. Dari desa aku naik bus ke Waikabubak untuk ambil filter air minum lalu harus antar filternya ke sebuah desa di Kodi. Sampai di Waikabubak, filternya belum sampe!
Ryan @ryannasu
Aku telepon supir bus yang dititipin filter airnya, eh dia malah bilang filternya disimpan di rumahnya di Waibakul dan dia lagi ada acara di desa lain. Akhirnya, setelah berdebat lama dan sampai ancam mau lapor polisi, dia suruh kita ambil filternya sendiri di rumahnya.
Ryan @ryannasu
Kita naik bus ke Waibakul, ambil filter, lalu naik bus balik ke Waikabubak. Sampai di Waikabubak, udah jam 1. Padahal diingetin sama senior kita untuk berangkat sebelum sore ke Kodi agar aman. Kodi termasuk wilayah yang paling bahaya di Sumba.
Ryan @ryannasu
Aku sampai pakai kalung fransiskan temanku biar gak diganggu orang. Kalau ada yang ganggu, sudah siapin nama pendeta di sana. Alhamdulillah dengan segala usaha, berhasil sampai di sebuah desa di Kodi, ngajarin Ibu-Ibu di sana cara pakai filter airnya. Lalu, pulang sebelum sore.
Ryan @ryannasu
Setelah segala keriuhan, sampai di rumah tempat kita numpang, aku cuma mau istirahat sambil cari sinyal untuk update kehidupan dunia luar. Maklum udah lebih dari dua bulan hidup dengan listrik dan sinyal yang sangat sangat terbatas.
Ryan @ryannasu
Lagi duduk santai di atas makam batu sambil berusaha refresh ig berkali-kali, tiba-tiba Mekel (alias, Michael) datang. Mekel ini pemuda setempat. Perawakannya sangar, kalau ngomong suka nyablak dan keras. Jadi aku sering jauhin dia karena takut. Ini penampakan makamnya. pic.twitter.com/rW3ivfnLLF
Expand pic
Expand pic
Ryan @ryannasu
Aku udah ketakutan pas dia datang nyamperin. Udah pikiran enggak-enggak dan takut canggung juga karena gak bisa sok asik. Eh ternyata, dia mau minta tolong katanya. Dia tanya aku bisa buka internet gak, dia mau minta tolong carikan gebetannya di facebook.
Ryan @ryannasu
Bermodalkan sinyal edge yang hilang timbul, aku coba cari nama gebetannya di facebook. Kaga nemu. Yah setidaknya sudah usaha. Tiba-tiba si Mekel curhat. Dia bilang, dia pernah hamilin anak orang, gak direstui oleh keluarga perempuan.
Ryan @ryannasu
Di Sumba, untuk melamar seorang gadis, laki-laki harus mempersiapkan belis atau mahar. Mahar Sumba gak tanggung-tanggung, keluarga mempelai perempuan bisa minta sampai puluhan ekor kerbau, babi dan kuda. Mekel gak sanggup untuk memberi mahar.
Ryan @ryannasu
Ketika dimintai pertanggungjawaban, dia memilih kabur. Mekel kabur lewat gua tersembunyi yang ada di bawah tanah desa. Sistem gua ini terbentang hingga sekian kilometer. Mekel mengarungi gua dan harus berenang di sungai bawah tanah, sampai keluar di mulut gua di sisi lainnya.
Ryan @ryannasu
Dia berhasil kabur ke kota. Di kota, Mekel kerja sebagai joki kuda. Menurutnya, dia hebat sebagai seorang joki. Dia selalu menang di pacuan. Dampaknya banyak orang yang tidak suka karena sirik dengan kehebatannya. Mekel diperlakukan tidak baik oleh rekan-rekan jokinya.
Ryan @ryannasu
Akhirnya Mekel memilih pindah ke pulau Sumbawa untuk melanjutkan karirnya sebagai joki. Menurut Mekel, di Bima, persaingan sebagai joki jauh lebih ketat. Joki-joki terbaik dari berbagai daerah semua bertarung di pacuan kuda kota ini. Mekel pun bukan lagi jadi joki nomor satu.
Ryan @ryannasu
Mekel sempat putus asa karena ia kalah bersaing. Kalau bukan jadi joki, dia tidak tahu mau jadi apa. Di tengah kegelisahannya, dia bertemu saudagar dari Arab. Sang saudagar menawarkan Mekel untuk menjadi kru di kapalnya, lalu menjadi joki sesampai di Arab. Mekel pun setuju.
Ryan @ryannasu
Namun, Mekel dibohongi. Dia dijadikan budak oleh sang saudagar. Mekel cerita, ada masanya dia bahkan gak diberi makan. Dia terpaksa minum air laut karena kehausan. Sesampainya di Arab, Mekel sadar mimpinya sebagai joki pupus dan ditambah lagi ia malah dijadikan budak.
Ryan @ryannasu
Menurut Mekel, yang membuatnya tambah sengsara adalah dia merasa asing dengan semua hal. Dia tidak mengerti bahasa orang di sekitarnya, tidak mengerti budaya mereka dan lingkungan sekitar juga sangat berbeda dengan yang ada di Sumba, kampung halamannya.
Ryan @ryannasu
Oleh majikannya, Mekel diperlakukan sangat tidak baik. Berhari-hari ia lewati dengan kelaparan. Sampai akhirnya, dia berhasil kabur dari kediaman majikannya. Di pelariannya, entah bagaimana, Mekel bertemu dengan orang Indonesia. Ya. Orang Indonesia. Di Arab. Pas doski lagi kabur.
Load Remaining (32)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.