Ini Adalah Kisah Pasien Jantung Koroner Termuda yang Pernah Saya Tangani. A Thread

Credit to dr. @GiaPratamaMD
3
dr. Gia Pratama @GiaPratamaMD
BRAKK!! Pintu IGD terbuka. Seorang pria berkacamata dibopong 3 orang laki2. Saya berdiri menyambutnya untuk mengarahkan ke triage, "kenapa mas nya?" Saya bertanya ke salah satu yang bopong sambil saya pegang nadi di lehernya. #serisayangidirimu
dr. Gia Pratama @GiaPratamaMD
"Kita lagi kumpul keluarga dok, dia lagi main game di hpnya, tiba- tiba kesakitan dadanya sampe susah bicara, tangan kirinya jg sakit sampe susah digerakin, kita bawa kesini trus tadi di mobol pas udah mau sampe sini dia ga sadar". Tidak ada nadi yang teraba. "Kode Biru!!"
dr. Gia Pratama @GiaPratamaMD
Saya menarik brankar triage sendirian untuk memindahkannya ke ruang resusitasi. 4 perawat saya yang sedang memegang pasien lain pun lgs berlarian menuju ruang resus. "Pindah bed! hitungan ketiga, satu, dua, TIGA!" Tubuh pasien terangkat dan pindah dengan mudahnya.
dr. Gia Pratama @GiaPratamaMD
Saya menaikan kedua lutut saya diatas tmpt tidur, mengunci kedua tgn saya, lalu mulai menekan tulang dadanya dgn kekuatan yg cukup dan dgn kcepatan tinggi yg berirama, smbil ngasih komando, "Dwi, psng monitor dan siapin defib", "Agus, ambil laryngoskop sm ett no.7 trus baging".
dr. Gia Pratama @GiaPratamaMD
"Siti, siapin obat di trolly emergency trus lo pasang iv line" "Rini, lo tanyain kekeluarganya brp berat badannya dan dia ada riwayat sakit apa sblmnya". "Ok, dok" lgs mereka kerjakan seketika. "Dok, monitor terpasang" kata dwi. Saya menghentikan kompresi dan membaca monitor
dr. Gia Pratama @GiaPratamaMD
Tampak gelombang spt puluhan huruf W berjajar berlarian dgn cepatnya. "V-tach! Dwi,lanjutin kompresi! Ini butuh defib". Saya turun dari tmpt tidur, nyalain mesin, Stel listrik 200 joule, ambil pedal, minta jelly ke pedal, saya gosokkan kedua pedal trsbut sambil kasih instruksi,
dr. Gia Pratama @GiaPratamaMD
"Stop Kompresi, stop ventilasi, semua lepas tangan!" Semua tangan menjauh dari tubuh pasien. Saya tempel pedal pertama di dada kiri bawah dan pedal kedua di dada kanan atas. lalu menekan tombol charging pengisi daya listriknya. "I'm Clear, everybody clear? "
dr. Gia Pratama @GiaPratamaMD
mata saya memandang ujung kepala dan ujung kaki pasien, memastikan tidak ada yg menyentuhnya. "Clear!" Seluruh perawat saya berteriak. "Shock!! " aliran listrik dari kedua pedal menghentak tubuhnya. "Lanjutin kompresi 30-2, 5 siklus, agus jangan ngelamun! Siti iv line oke? ".
dr. Gia Pratama @GiaPratamaMD
Rini lalu menghampiri, "Dok, kata keluarga beratnya 100 kilo, perokok berat, ibunya riwayat diabetes, ayahnya hipertensi, kakeknya meninggal krn serangan jantung, pasien blm pernah periksa diri selama ini, dan dok, tgl lahirnya sama kyk dokter, 31 agustus dgn tahun yg sama juga."
dr. Gia Pratama @GiaPratamaMD
Skrg saya yg sedikit syok. "Stop, saya baca irama". Sekarang tampak jelas gelombangnya seperti mie keriting yang berlari tidak beraturan di monitor. "V-fib! Lanjutin kompresi". Saya ambil lagi pedal kasih lagi 200 joule. "Stop Kompresi, stop ventilasi, semua lepas tangan!"
dr. Gia Pratama @GiaPratamaMD
Everybody clear! Charge!!" Kembali tubuh pasien terhentak. "Lanjutin kompresi, gantian dwi sama agus, siti masukin epinefrin 1 ampul, saya coba intubasi." Saya ambil laryngoskop, dan dgn scepat saya bisa, saya masukkan endotracheal tube itu ke bronkusnya, lnjt ventilasi 2 menit.
dr. Gia Pratama @GiaPratamaMD
"Stop kompresi, gus!" Agus berhenti dengan keringat bercucuran. Saya baca irama. Di monitor skrg tampak gelombang yg sangat saya damba-dambakan. "Irama sinus!" Saya cek nadi, "teraba!!" "Alhamdulillah.. " dwi menghela nafas sambil memegang kedua lututnya.
dr. Gia Pratama @GiaPratamaMD
Siti sama Rini rangkulan berdua smbil ngeliatin monitor. "Blm selesai!" Saya mengingatkan. "Agus, tetep kasih nafas tiap 6 detik sekali, Rini, kamu cek saturasi oksigennya, Siti, pasang EKG 12 lead, Dwi cek tensi dan suhu." Saya harus tau apa pnyebab jantungnya tadi berhenti.
dr. Gia Pratama @GiaPratamaMD
"Saturasi O2, 97% dok" kata Rini. "Tensi 100/60, suhu 37 C, dok." kata dwi Lalu siti memberikan selembar kertas print EKG ke saya. Saya angkat kertas itu lalu saya baca, tampak jelas segmen S dan T meningkat di beberapa lead dan beberapa V. "Ini serangan jantung koroner.. "
dr. Gia Pratama @GiaPratamaMD
Saya lalu lanjutkan ke penanganan serangan jantung lebih lanjut. Test enzim jantung, tes darah komplit, dan persiapan untuk Tindakan PCI secepat mugkin. Agar tetap masih dalam Golden period di bawah 6 jam. Alhamdulillah skrg pasien sudah kembali sehat seperti sedia kala.
dr. Gia Pratama @GiaPratamaMD
Ini adalah pasien jantung koroner termuda yang pernah saya tangani. Sekarang, saya mau bahas dan diskusikan dgn teman2 semua tentang penyakit ini. Penyakit penyebab kematian tertinggi di muka bumi ini. RT untuk yang mungkin membutuhkan informasi. pic.twitter.com/FDQL9ieVop
Expand pic
dr. Gia Pratama @GiaPratamaMD
Yang sedihnya, walaupun Penyakit Jantung Koroner adalah penyebab kematian yg utama, tapi jenis penyakit yang dicari terbanyak di Google bukan Jantung. pic.twitter.com/62o8X9LK6s
Expand pic
dr. Gia Pratama @GiaPratamaMD
Tentang Jantung. Jantung adalah organ yang lebih dermawan dari Bill Gates. Jantung memberikan 95% pendapatannya (darah berisi gizi dan oksigen) ke organ lain di seluruh tubuh. Sedangkan dia hanya menggunakan kurang dari 5% utk kebutuhan dirinya sendiri. Sang Raja Sedekah. pic.twitter.com/cnvYP6D5Y1
Expand pic
dr. Gia Pratama @GiaPratamaMD
Darah utk kebutuhan makanan jantung itu dialirkan oleh 2 pembuluh darah yg bercabang dari pembuluh darah terbesar yg manusia punya, yaitu Aorta. Dua pembuluh darah ini namanya Artery Coronaria dextra (kanan) dan sinistra (kiri). Jd asal kata Koroner itu bkn tendangan sudut.😐 pic.twitter.com/ztwWy91561
Expand pic
dr. Gia Pratama @GiaPratamaMD
Dinding dlm pembuluh darah itu namanya endhotel, dan itu lembuutt banget, lbh lembut dari kain sutra. Kelembutannya hny bisa dikalahkan oleh hati ibu. Jadi darah bisa mengalir dgn lancarnya. Nah, krna satu dan lain hal endhotel bisa rusak, dan trjdi penumpukan lemak disana. pic.twitter.com/aC5dspAkc8
Expand pic
dr. Gia Pratama @GiaPratamaMD
Jantung itu kan miliaran sel yang berdenyut, menari bergantian berirama indah sekali. Sel2 yang tidak kedapatan oksigen dan makanan akan berhenti menari dalam irama. pic.twitter.com/bHTPqBSIuF
Expand pic
dr. Gia Pratama @GiaPratamaMD
Kalau nyumbatnya di ujung2 Pembuluh darah mungkin masih ada cabang pembuluh darah lain. Tapi klo nyumbatnya di pangkal! Miliaran sel jantung akan mati menghitam seperti ini. pic.twitter.com/o7HqZ1tbO3
Expand pic
dr. Gia Pratama @GiaPratamaMD
Sekarang siapakah yang bisa terkena serangan jantung? Kita semua. Kalau kita memiliki banyak faktor resiko jantung. Ada yg bisa kita ubah ada yg tdk bisa kita ubah. Sekarang kita bahas satu2. 1. Umur. smakin bertambah, smakin tinggi resiko. Plak butuh waktu utk menumpuk.
dr. Gia Pratama @GiaPratamaMD
2. Riwayat keluarga. Bila ada ayahnya, kakeknya, om nya yang pernah kena serangan jantung. Berarti memiliki resiko. Saya punya resiko ini, kakek saya meninggal serangan jantung, uwa saya jg, ayah saya juga punya riwayat serangan jantung.
dr. Gia Pratama @GiaPratamaMD
3. Kelebihan berat badan. Indeks massa tubuh melebihi 30 itu resiko tinggi. Saat menangani pasien itu, saya punya resiko ini, berat saya sama dengan pasien 100 kilo, dgn umur yg sama. Itu yg bikin saya syok.
Load Remaining (11)

Comment

No comments yet. Write yours!