0
// Jax @JackVardan
Philipine secara internal digoyang; maka untuk memperkuat posisi dan mengalihkan isu, biasanya black-ops dimulai, lagi-lagi isu berbau jihad akan jadi bahan bakar distraksi politik internal. "Corporate Warrirors", Game changer.
// Jax @JackVardan
Terkadang kita terlalu ralut dengan sesuatu yang memang disetting sebagai legitimasi politik. Konflik dan bisnis; industri underground yang dimanfaatkan untuk mengais laba. Mulai deal politik, korporasi, sampai bisnis senjata.
// Jax @JackVardan
Isu seksi bernama "radikalisme" dan permainan cantik group siluman, aliran dana, pengalihan isu, sampai masuk industri digital. Bisnis terselubung yang menguras dan mengaduk-aduk emosi penonton. Sedang sutradara, produser, dan penjual tiket yang bernama media mendapatkan laba.
// Jax @JackVardan
Setiap hal kontroversial yang dimunculkan; sebagai permainan cantik, mulai distraksi, hingga memunculkan pahlawan dadakan. Problem tak diselesaikan, hanya mempercantik panggung demi sorak sorai dan isu-isu yang ditenggelamkan. Ekonomi dan jabatan misalnya.
// Jax @JackVardan
Orang lebih memberi tempat pada opini berbau radikalisme, ekstrimis, dan konflik. Sedangkan panggung bernama "investasi" mendpt tepuk tangan. Konflik mengalihkan behind investasi. Kecemasan yang dibangun melalui narasi konflik, mengalihkan topeng investasi yg padahal soft invasi.
// Jax @JackVardan
Komodifikasi "radikalisme" paling enak untuk mengalihkan isu dan keadaan ekonomi. Ketika kemiskinan tinggi, berbanding lurus dengan kriminalitas bahkan paling gampang digoreng untuk "disintegrasi", dengan gagalnya suatu pemerintahan, secara tidak langsung memproduksi radikalisme.
// Jax @JackVardan
Jika negara hadir perkara ketahanan ekonomi bangsa, maka "radikalisme" itu sendiri akan surut, rakyat akan berpikir nyaman siap untuk impian-impian dan membangun peradaban. Ekonomi buruk, kemudian akademisi masturbasi di media perkara "radikalisme". Sehat?
// Jax @JackVardan
Menggoreng isu radikalisme sambil asik berwacana dengan proposal-proposal topeng edukasi dan radikalisme, atau jika suatu wilayah; dimana ada yang juga komodifikasi terorisme "black water", demi anggaran, jelas ini bagian dari "bisnis bertopeng keamanan". Pola basi.
// Jax @JackVardan
Ada apa? Akademisi dan orang parpol ramai menggoreng isu radikalisme? Seperti pattern "tren relijius persekusi", mengalihkan substansi problem sebuah wilayah, atau biasanya pola busuk korporasi dalam sebuah project gelap yang berjalan, agar tidak disorot publik.
// Jax @JackVardan
Ketahanan pangan apakah sudah? Ketahanan data, ketahanan ekonomi dan kedaulatan energi, apakah sudah? Berkutat pada "hantu radikalisme", tanpa sadar memproduksi "radikalisme", bahwa orang-orang lapar, kemiskinan, secara alami akan menggiring orang untuk jadi "radikal".
// Jax @JackVardan
"radikal" karena kelaparan, kemiskinan, ketimpangan hukum, sulitnya mencari lapangan kerja, lebih menakutkan ketimbang "radikal berbau agama versi proksi bejat" yang tanpa sadar tengah mengaduk-ngaduk emosi rakyat, tanpa sadar menabung konflik, sementara mereka dinafkahi negara.
// Jax @JackVardan
Jika hidup masih numpang dengan negara, setiap bulan dapat uang dari negara; dari rakyat. Maka jagalah negara, stop membenturkan sesama anak bangsa. Bahkan sperma yang kau keluarkan bau uang negara, hidup numpang dan dalam belas kasihan negara jangan banyak tingkah.
// Jax @JackVardan
Sementara perkara UU Tenaga kerja, alih fungsi lahan, ekonomi, tanah adat yang diserobot korporasi, kekayaan alam yang dikeruk, perkara kesehatan juga masih bermasalah. Perkara sejahtera dan kemiskinan, jangan tunjukan data, tapi ada, masih ada yang merasakannya.
// Jax @JackVardan
Kalau di Twitter ada yang pamer gaji 9 atau 10 digit, itu gak masalah. Tapi orang yang bahkan sehari mampu mendapatkan 50 rb tuk makan sekeluarga, di dunia nyata masih ada. Hidup tidak seanjing itu kawan, jika jasadmu kelak bisa kau mandikan sendiri, dan kain kafanmu berkantong.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.