0
Fadli Zon @fadlizon
1) Minggu malam, 25 Agustus 2019, saya memimpin delegasi parlemen Indonesia @DPR_RI dalam rapat Komite Eksekutif ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) yg diselenggarakan di Bangkok, Thailand. pic.twitter.com/LtcmE39dLH
Expand pic
Fadli Zon @fadlizon
2) Sidang ini bertugas untuk memutuskan agenda serta daftar resolusi yg akan dibahas dalam Sidang Umum AIPA ke-40. Sy didampingi oleh dua anggota @DPR_RI lainnya, yaitu Amelia Anggraini (Nasdem) dan Kartika Yudhisti (PPP). pic.twitter.com/mUdkPLng7M
Expand pic
Fadli Zon @fadlizon
3) Rapat dipimpin Ketua Parlemen Thailand H.E. Chuan Leekpai, yg juga pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand 1992-1995 dan 1997-2001. @DPR_RI pic.twitter.com/7glJnEBULW
Expand pic
Fadli Zon @fadlizon
4) Dalam sidang tersebut, untuk ketiga kalinya sejak sidang AIPA 2017, delegasi parlemen Indonesia @DPR_RI kembali memperjuangkan isu krisis kemanusiaan Rohingya untuk dijadikan resolusi. pic.twitter.com/AQF2nyMIEl
Expand pic
Fadli Zon @fadlizon
5) Usulan tersebut mengundang perdebatan panjang dalam sidang Komite Eksekutif AIPA. Myanmar kembali menolak dengan tegas isu krisis Rohingya masuk ke dalam pembahasan Sidang AIPA. @DPR_RI pic.twitter.com/5P1eU7uCyW
Expand pic
Fadli Zon @fadlizon
6) Sementara sejumlah negara lainnya, seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, Laos, Kamboja, dan Singapura, lebih bersikap diam dan menyerahkan kepada mekanisme konsensus. @DPR_RI pic.twitter.com/oWOXfBV7gb
Expand pic
Fadli Zon @fadlizon
7) Hari ini, 25 Agustus 2019, menandakan tepat dua tahun peristiwa genosida dan eksodus ratusan ribu orang Rohingya dari Myanmar ke Bangladesh. Meski demikian, hingga kini situasi yg dialami para pengungsi Rohingya masih tak menunjukkan perbaikan.
Fadli Zon @fadlizon
8) Upaya repatriasi yg sudah direncanakan sejak tahun lalu juga belum menunjukkan perkembangannya. Itu sebabnya, kami kembali mengajukan draf resolusi atas krisis kemanusiaan yg terjadi di Myanmar. @DPR_RI
Fadli Zon @fadlizon
9) Resolusi ini harus menjadi bagian penting dari hasil Sidang Umum AIPA ke-40. Kita di ASEAN tak boleh menutup mata atas masalah Rohingya. @DPR_RI
Fadli Zon @fadlizon
10) Sikap delegasi parlemen Indonesia @DPR_RI masih sama dengan sikap pada 2017 dan 2018, bahwa krisis Rohignya harus masuk ke dalam agenda pembicaraan Komisi Politik AIPA.
Fadli Zon @fadlizon
11) Sbg forum parlemen tertinggi di ASEAN, AIPA tak boleh mengabaikan isu kemanusiaan Rohingya yg hingga kini belum tuntas penyelesaiannya. Penolakan AIPA thdp pembahasan isu Rohingya, menandakan forum AIPA tak memiliki komitmen perlindungan kemanusiaan n perdamaian di kawasan.
Fadli Zon @fadlizon
12) Kekhawatiran Myanmar dan sejumlah negara lainnya terhadap draf resolusi yg kami ajukan, karena dinilai mencampuri urusan internal anggota ASEAN lainnya, jelas tak beralasan. @DPR_RI
Fadli Zon @fadlizon
13) Draf resolusi ini kami ajukan semata untuk mendukung Myanmar dalam memulihkan perdamaian dan stabilitas, serta untuk memberi bantuan dalam mengatasi krisis kemanusiaan yg menimpa etnis Rohingya.
Fadli Zon @fadlizon
14) Sy sudah meninjau langsung para pengungsi di kamp Kutupalong Bangladesh dan mereka hidup sangat menderita. Lebih dari 1 juta pengungsi dan mereka membawa cerita mengerikan tentang pengusiran, pemerkosaan bahkan pembantaian. #Rohingya
Fadli Zon @fadlizon
15) AIPA sbg forum parlemen yg paling dekat dengan sumber krisis di #Rohingya, semestinya menjadi forum parlemen yg paling aktif dalam merespon krisis tersebut. #RohingyaGenocideDay
Fadli Zon @fadlizon
16) Sebab, dalam forum parlemen yg lebih luas, seperti dalam Sidang IPU (Inter Parliamentary Union) ke-139 di St. Petersburg, Rusia, pada 2018, masyarakat internasional telah mengakui urgensi untuk mengatasi situasi melalui sebuah resolusi. #RohingyaCrisis
Fadli Zon @fadlizon
17) Begitu juga halnya dengan PBB, yang telah menerbitkan laporan serta resolusi atas situasi yg terjadi di Rakhine, Myanmar. Sehingga, sangat aneh jika AIPA justru mengabaikan isu ini hanya karena hendak menjaga hubungan baik negara tetangga.
Fadli Zon @fadlizon
18) Rapat Komite Eksekutif dibuka pukul 20.00 dan ditutup pukul 22.30. Dari 2,5 jam itu, sekitar 1,5 jam di antaranya berisi perdebatan mengenai draf resolusi yg diajukan parlemen Indonesia. @DPR_RI #RohingyaCrisis
Fadli Zon @fadlizon
19) Selama persidangan, kami @DPR_RI melakukan persuasi kepada seluruh delegasi bahwa resolusi ini penting untuk dijadikan sbg sikap AIPA. Sesudah berdebat alot, persidangan terpaksa dihentikan sementara agar terjadi mekanisme lobi. #RohingyaCrisis
Fadli Zon @fadlizon
20) Namun, upaya tsbt pun gagal. Delegasi parlemen Myanmar, yg dipimpin oleh Ny. Su Su Lwin, yg juga mantan ibu negara, tetap tidak mau membuka diri untuk menerima dan membahas resolusi yg diusulkan Indonesia. #RohingyaCrisis
Fadli Zon @fadlizon
21) Sehingga sesuai dgn statuta AIPA, dimana mekanisme pengambilan keputusan di AIPA menganut sistem konsensus, akhirnya tak ada resolusi terkait isu Rohingya. #RohingyaCrisis
Fadli Zon @fadlizon
22) Sbg bentuk protes, delegasi Indonesia @DPR_RI menolak untuk membahas resolusi lain dalam bidang politik. Konsekuensinya, dalam sidang AIPA pada tahun ini tidak akan ada pembahasan isu di Komite Politik.
Fadli Zon @fadlizon
23) Sikap ini penting untuk ditunjukkan oleh delegasi Indonesia, agar AIPA tidak sekedar menjadi forum seremoni dan basa-basi belaka.
Fadli Zon @fadlizon
24) Krisis kemanusiaan di Rohingya adalah krisis kemanusiaan berat, tidak hanya untuk Asia Tenggara, tetapi untuk komunitas global. Itu sebabnya kami meminta agar AIPA tak lagi mendiamkan masalah ini. Itu posisi @DPR_RI dalam sidang AIPA kali ini. #RohingyaCrisis

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.