7
SimpleMan @SimpleM81378523
Kampung Randu kulon, adalah nama sebuah kampung yg kini menjadi salah satu kampung paling padat penduduk setelah melewati tahun 2000’an. Namun, dahulu, sebelum masa pendatang berdatangan dan menghuni lahan di kampung ini, kampung ini pernah menyimpan beribu cerita misteri.
SimpleMan @SimpleM81378523
dari hal2 yg biasa hingga hal2 di luar nalar manusia, apapun itu, bila menginjakkan kaki di kampung ini, konon, kengerian itu langsung terasa begitu saja. setidaknya itu adalah gambaran nama yg tepat bagi gw untuk menyamarkan nama kampung gw sebagai pembuka sajian gw malam ini,
SimpleMan @SimpleM81378523
di karenakan bila gw menunjukkan nama sebenarnya dari kampung gw, takutnya akan membuat gw sendiri sebagai si pencerita kesulitan atau malah bisa terkena masalah, karena menyangkut privacy gw dan warganya.
SimpleMan @SimpleM81378523
Di sajian gw malam ini, kita akan memutar waktu dimana ketika pertama kali kampung ini berdiri dan hanya di huni oleh beberapa kepala keluarga yg bisa di hitung jari, namun, sebelum gw mulai, gk ada salahnya buat gw mengingatkan, bahwa cerita ini di tulis berdasarkan pengalaman-
SimpleMan @SimpleM81378523
-dan cerita2 yg berkembang yg langsung di ceritakan oleh warga, tetangga, tetua kampung hingga semua orang yg dulu pernah terlibat secara langsung atau tidak langsung, jadi semua cerita ini bisa di pertanggung jawabkan. dan gw sebagai si penulis tidak melebih2kan kejadian-
SimpleMan @SimpleM81378523
atau pengalaman dengan mereka yg juga menghuni alam ini bersama kita.
SimpleMan @SimpleM81378523
Malam itu, hujan rintik2, sudah 3 hari berturut2 hujan turun di kampung ini, pos ronda terlihat sepi, tidak ada orang yg akan mau apalagi repot2 pergi berjaga di kampung dengan kondisi dingin di sertai hujan seperti ini, hal itulah yg di pikirkan oleh Mbah Gimon.
SimpleMan @SimpleM81378523
saat itu usianya masih terbilang masih muda berkisar antara umur 30'an. kaget bercampur penasaran, karena di pos ronda yg jaraknya hanya sekitar beberapa meter dari rumah mbah Gimon ada seseorang yg tengah duduk disana, sendirian dengan bercahayakan lampu petromax yg menyala2.
SimpleMan @SimpleM81378523
“siapakah gerangan?” kata mbah Gimon dalam hati Namun rasa penasaran itu di tepis begitu saja, karena yg tersirat dalam pikiran mbah Gimon, hanyalah mungkin anak muda yg sedang mencari angin atau mungkin orang yg berteduh dari rintiknya hujan sembari menikmati suasana.
SimpleMan @SimpleM81378523
anehnya, kejadian ini terjadi berkali2, setiap malam, di kala hujan turun dan tidak ada warga satupun yg pergi keluar, selalu saja di temui sosok itu tengah duduk sendiri.
SimpleMan @SimpleM81378523
Karena rasa penasaran yg semakin lama semakin menggunung, maka, malam itu, ketika hujan turun kembali, di temuilah sosok itu, dan benar saja, sosok itu seperti sudah menunggunya.
SimpleMan @SimpleM81378523
“Assalamualaikum” kta mbah Gimon, menyapa, rupanya yg ada di hadapanya adalah seorang pemuda tanggung, lebih muda dari mbah Gimon saat itu, pemuda itu tidak menjawab, hanya tersenyum tipis, tidak ada hal yg membuat mbh Gimon lebih curiga manakala baru pertama kalinya dia melihat-
SimpleMan @SimpleM81378523
-wajah pemuda ini ada di kampung yg hanya di huni oleh beberapa kepala keluarga. “sinten nggih? Kok ra tau ketok nok kene sampeyan” (siapa ya? Kok baru pertama kali saya lihat kamu)
SimpleMan @SimpleM81378523
Pemuda itu lagi2 tidak menjawab, hanya duduk dan melihat mbah Gimon sembari tersenyum tanpa arti, hal itu membuat mbah Gimon tidak nyaman, dinginya malam sudah mulai menusuk ke tulang, sembari menunggu jawaban, mbah Gimon merasa semakin curiga dengan pemuda ini.
SimpleMan @SimpleM81378523
Tidak beberapa lama, muncul seseorang lain, dengan baju koko dan peci putih, aromanya wangi, berjalan dalam keheningan, yg tau menau orang itu sudah berdiri di hadapan mbah Gimon dan pemuda itu. “Assalamualaikum” katanya, ramah.
SimpleMan @SimpleM81378523
“Waalaikumsallam” jawab mbah Gimon, sembari mencium tangan orang itu yg rupanya adalah Pak Muslimin, guru ngaji sekaligus imam Surah di kampung ini. Dengan sekali lihat, mata pak Muslim memandang pemuda asing itu, lama ia melihatnya lalu ikut duduk bergabung bersama.
SimpleMan @SimpleM81378523
“Onok opo to le, kok onok nang kene?” (ada apa ta nak, kok kamu ada disini?) Untuk prtama kalinya, pemuda itu menjawab, suaranya kecil dan tampak sopan, “kulo di usir pak kale maha ratu, mboten gadah tempat tinggal” (saya baru saja di usir oleh maharatu, jadi belum punya tempat)
SimpleMan @SimpleM81378523
Mbah Gimon tampak tertegun atas apa yg di ucapkan oleh pemuda itu yg terdengar asing di telinganya, apa maksudnya maharatu dan siapa yg mengusir pemuda ini, namun mbah Gimon memilih mendengarkan.
SimpleMan @SimpleM81378523
“ngunu to” (oh begitu) kata pak Muslim “wes ngene a ewes” (sudah begini saja) “yo opo nek awakmu tak kek’I enggon gawe panggon ben awakmu gak nganggu warga kene” (bagaimana kalau kamu tak kasih tempat tinggal biar kamu tidak menganggu warga sini) kata pak Muslim.
SimpleMan @SimpleM81378523
Mbah Gimon masih terlihat bingung. “nggih pak, yen onten kulo purun” (baik pak, bila ada saya mau) “onok2” (ada2) kata pak Muslim, “jenenge panggon seng tak tawarke jeneng’e SAPI” (nama tempat tinggal yg tak tawarkan itu SAPI)
SimpleMan @SimpleM81378523
Mbah Gimon tambah bingung dengan ucapan pak Muslim, sebenarnya apa yg sedang di bicarakan oleh pak Muslim dan pemuda asing ini. Kenapa membahas sapi dan lain sebagainya.
SimpleMan @SimpleM81378523
Rupanya, tidak beberapa lama terdengar suara langkah kaki mendekat, mbah Gimon, serta pak Muslim juga pemuda itu memandang kemana suara itu terdengar, rupanya, mbak Pah isterinya pak Muslim yg baru saja datang.
Load Remaining (117)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.