0
MUSTOFA NAHRAWARDAYA @TofaGarisLurus
Dari cerita di @kumparan ini JELAS. Antara yang menancapkan bendera Merah Putih dan yang menggeruduk asrama berbeda. FPI ikut memasang Bendera Merah Putih, tetapi pas Menggeruduk, Banser ikut dan FPI tidak ada. CC ⁦@CNNIndonesia⁩ dan Metro TV kumparan.com/@kumparannews/…

Cerita FKPPI yang Berinisiatif Pasang Bendera di Asrama Papua Surabaya

Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri (FKPPI) adalah ormas yang memasang bendera merah putih di depan Asrama Papua Surabaya. Wakil Ketua FKPPI Surabaya Tri Susanti atau akrab disapa Susi mengatakan organisasinya sengaja memasang bendera merah putih di tiang bendera depan asrama untuk memperingati HUT ke-74 RI.

Susi mengatakan inisiator pemasangan bendera itu adalah organisasinya. Bendera merah putih dipasang di asrama pada Kamis (15/8) sekitar pukul 09.00 WIB. Pada saat itu, kata Susi, organisasinya juga dibantu dengan sejumlah ormas lain seperti Pemuda Pancasila, FPI, dan macam-macam karang taruna di wilayah sekitar.
"Hari Kamis terpasang, yang memasang dari Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan). Inisiatif dari kita. Muspika dengar rencana kami, beliau-beliau ini langsung menindaklanjuti usulan tersebut," kata Susi, Selasa (20/8).
Menurut Susi, organisasinya dan juga ormas lain dua tahun terakhir memang rutin memasang bendera di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya. Menurut dia, biasanya pemasangan bendera di Asrama Papua itu berujung penolakan oleh penghuni asrama.

"Tahun lalu juga sama seperti ini, tapi dampaknya biasa-biasa saja." ujar Susi. "Mereka selalu menolak memasang bendera merah putih. Kewajiban kita memperingatkan mereka untuk memasang dan tahun ini, mulai hari Kamis terpasang."

Susi mengatakan organisasinya memasang bendera merah putih dengan juga memberikan tiang alumunium. Tiang itu kemudian ditancapkan di tanah kecil depan asrama. Pada saat pemasangan itu sempat terjadi silat lidah dengan penghuni asrama namun tiang beserta benderanya tetap terpasang.
Susi mengatakan pada Kamis malam dia mendapat kabar bahwa bendera yang diberikannya itu dipindahkan ke rumah sebelah. Namun dia tidak memastikan kebenaran kabar itu.
Musababnya, pada Jumat (16/8) pagi, ketika dia melintas di depan Asrama Mahasiswa Papua yang terletak di Jalan Kalasan No.10, Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya, kondisi bendera beserta tiangnya tetap sama ketika dia memasangnya.
Setelah itu, pada Jumat siang sekitar pukul 14.00 WIB, Susi mendapat kabar dari rekannya tiang bendera yang dipasangnya itu rusak dan patah. Patahan tiang yang masih terikat bendera itu bahkan terjatuh ke selokan di depan asrama.

Foto jatuhnya bendera itu kemudian menyebar di media sosial. "Setelah bendera tersebut jatuh, rekan-rekan semua emosi. Terus akhirnya kita ramai mendatangi asrama," ujar dia.
Susi mengatakan sejumlah teman-teman ormas yang datang ke asrama pada saat itu terdiri dari Pemuda Pancasila, Pagar Jati, FKPPI, ada juga Banser Kecamatan Tabaksari, Karang Taruna setempat, dan juga massa berbaju ojek online.
Niatnya, massa ke sana hanya ingin dialog. "Jadi kita minta bendera itu tetap terpasang. Jangan sampai jatuh. Jangan sampai dibuang. Kita tidak mengancam," ujar dia.

Menurut Susi, saat itu juga sudah meminta pihak kepolisian untuk mediasi. Namun pada saat itu, reaksi mahasiswa di asrama itu diam.
Susi mengatakan pada saat itu, massa yang berdatangan ramai. Massa pada saat itu saling berteriak meminta mahasiswa Papua yang ada di asrama itu menjelaskan duduk perkara bendera yang terjatuh.
Hanya saja, dia mengaku tidak mendengar ada umpatan rasial yang ditujukan ke mahasiswa Papua seperti yang beredar di media sosial. Lebih lanjut Susi meminta maaf karena pemasangan bendera itu berujung permasalahan yang menurutnya hingga terjadi kerusuhan di Manokwari.
"Saya meminta maaf atas kejadian tersebut. Untuk masyarakat Papua yang di Surabaya, kita bersaudara," ujar dia. "Kalau bisa kita duduk bersama diskusi. Kami minta maaf atas kejadian ini terjadi letusan di sana. Terus terang kami sangat menyesalkan".

sumber: kumparan.com

Wong Tidar @Wong_Tidar1
@TofaGarisLurus @kumparan @CNNIndonesia Sekarang kita tunggu.. Berani kah pemerintah mem bredel media pembuat fitnah dan tukang hasut ini. Mau kah bangsa ini jadi tercerai berai?
#GerakanKedaulatanRakyat @surodilagan
@TofaGarisLurus @kumparan @CNNIndonesia Tanya pa @jokowi @tni_ad @Puspen_TNI @DivHumas_Polri 1.Mhswa Papua itu WNI bkn? Kl WNI knp tolak kibarkn mrhputih saat 17 agt? Gd kantor sy, jgnkn mnolak,telat kibarkn sj bs jd prkara. 2.Apkh aparat akn beri dispnsasi jg ut komunitas yg krn kyakinan tak mau kibarkn mrh putih?
deasy @HDnQRsays1
@CH_chotimah Ternyata lo sekelas abu janda yg fitnah FPI ikut geruduk eh ujung2nya minta maaf, sekarang lu lagi yg nyebar hoax, cc @DivHumas_Polri ni penyebar hoax
Chusnul chotimah @CH_chotimah
Awalnya dengan bangga ikut geruduk sambil teriak mana Banser, mana Banser, tapi sekarang rame2 membantah sambil teriak, FPI ga ikut, FPI ga ikut. Dasar banci bungul.😂 twitter.com/HDnQRsays1/sta… pic.twitter.com/dXURk3X1bw
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Dedek Uki (ig: @uki_dedek) @Uki23
@TofaGarisLurus @kumparan @CNNIndonesia Ibu Tri Susanti ini kan tim 02, saksi BPN 02 dalam sidang MK, dan caleg Gerindra. Buat saya sih ucapannya udah gak kredibel. Dan bendera di selokan itu mana? Itu aja sampe skr juga gak terbukti. Aduh kalau di bongkarin, ga muat character limitnya. pic.twitter.com/EAi2zHPmkH
Expand pic
Expand pic
wildanrm @donymiku
@Uki23 @TofaGarisLurus @kumparan @CNNIndonesia sama,kamu jg gk kredibel utk bicara ttg kjadian itu,mulai kmaren FPI yg dibahas ,mnding diem aja ato kl emang mau nunjukin cinta papua ya monggo.
wildanrm @donymiku
@Uki23 @TofaGarisLurus @kumparan @CNNIndonesia 🤣🤣 ya monggo lah kl gk mau emangnya sy maksa,lah kamu aja mau dengerin omongan orang msh liat sapa orangnya? msh minat jd wakil rakyat model gini? kamu trs FPI sj yg diframing,emangnya ada gunanya framing itu?
Dedek Uki (ig: @uki_dedek) @Uki23
@donymiku @TofaGarisLurus @kumparan @CNNIndonesia Ya iyalah, memangnya kalau kamu ada yang nyuruh2, orang gak kenal dari internet, kamu harus iya kan?
wildanrm @donymiku
@Uki23 @TofaGarisLurus @kumparan @CNNIndonesia laaahh , gk usah liat dari mana nya lah,omonganmu sdh dirasa gk berguna ya mending diem aja ,gt aja msh diajarin .
#KataNalar @ZAEffendy
@Uki23 @TofaGarisLurus @kumparan @CNNIndonesia Kau banyak baca dulu Uki...jangan spin framing soal Bendera Merah Putih di Surabaya ke urusan Pilpres lagi. Provokator! pic.twitter.com/lE1coQZbx5
Expand pic
Expand pic
Dedek Uki (ig: @uki_dedek) @Uki23
@NoNdeBong @ZAEffendy @TofaGarisLurus @kumparan @CNNIndonesia kok ngawur? bahkan Pak Tito pun saya kritik. Kamu cuma alergi kritik, tapi sukanya nyinyir 😁
PriBumi 62 @NoNdeBong
@Uki23 @ZAEffendy @TofaGarisLurus @kumparan @CNNIndonesia Dlm hal apa dek @Uki23 mengkritik pak tito...? Dari semua narasi mu ttg kasus rasis ini jelas adek sedang mengarahkan ke FPI ,adek boleh benci FPI tp ya jgn dgn membabi buta gtu dung... Apakah dek @Uki23 mengecam pelaku rasis di surabaya...?
Dedek Uki (ig: @uki_dedek) @Uki23
@NoNdeBong @ZAEffendy @TofaGarisLurus @kumparan @CNNIndonesia scroll aja timeline gw. poin mu aku kritiknya karena benci satu pihak tertentu kan? ya udah opinimu ngawur. Kalau mau ganti topik itu dulu diselesain
PriBumi 62 @NoNdeBong
@Uki23 @ZAEffendy @TofaGarisLurus @kumparan @CNNIndonesia Adek uki udah mengecam oknum yg mengucapkan "monyet" . . . ? Jawab saja ,udah ato belum . . .
Load Remaining (13)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.