0

(HOAKS) Polres Surabaya Menculik Dua Orang Pengantar Makanan untuk Mahasiswa Papua

Penjelasan:

Beredar kabar adanya penculikan dua orang mahasiswa yang ditangkap hanya karena mengantarkan makanan untuk penghuni asrama mahasiswa Papua yang dikepung yang dilakukan oleh Polres Surabaya.

Kasat Intel Polrestabes Surabaya AKBP Asmoro membantah terjadinya penculikan. Ia menjelaskan, kepolisian hanya mewawancarai dan memeriksa kedua orang tersebut.

URL Website Resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI 49 [HOAKS] Polres Surabaya Menculik Dua Orang Pengantar Makanan untuk Mahasiswa Papua

Polisi Bantah Menculik Dua Orang Pengantar Makanan untuk Mahasiswa Papua

Pasca insiden pembuangan Bendera Merah Putih, yang berada di depan Wisma Mahasiswa Papua Jalan Kalasan Nomor 10 Surabaya, Jawa Timur beredar kabar adanya penghilangan paksa dua orang mahasiswa. Namun, hal itu dibantah pihak kepolisian.

Kasat Intel Polrestabes Surabaya AKBP Asmoro membantah terjadinya penculikan, atau penghilangan dua orang saat dikonfirmasi, Sabtu (17/8/2019).

"Ngawur (kabar) itu, enggak ada penghilangan," ujarnya di depan Wisma Mahasiswa Papua pada Sabtu (17/8/2019) siang.

Ia menambahkan, kepolisian hanya mewawancarai dan memeriksa kedua orang tersebut.

"Kami cuma memeriksa," katanya sambil kembali melihat lokasi.

Dari pantauan Suara.com di depan Wisma Mahasiswa Papua, saat mendekati area masih terasa bekas gas air mata di lokasi. Selain itu, massa yang berkumpul semakin banyak daripada tadi malam.

Untuk diketahui, dua orang dikabarkan hilang usai mengantarkan makanan kepada mahasiswa yang berada di dalam Wisma Mahasiswa Papua. Keduanya mengantarkan makanan, lantaran penghuni wisma yang berjumlah 15 orang kelaparan, lantaran dikepung ormas lebih dari 12 jam.

Pengepungan itu berawal dari viral foto bendera Merah Putih di kawasan asrama yang ditemukan terbuang di selokan. Sejumlah ormas menuding, mahasiswa Papua yang membuang bendera tersebut.

Dorlince Iyowau, mahasiswi Papua yang berada di dalam asrama tersebut kepada Suara.com via telepon mengatakan, mereka tak tahu menahu perihal bendera Merah Putih yang ditemukan dalam got.

Dari pantauan Suara.com di depan Wisma Mahasiswa Papua, saat mendekati area masih terasa bekas gas air mata di lokasi. Selain itu, massa yang berkumpul semakin banyak daripada tadi malam.

Untuk diketahui, dua orang dikabarkan hilang usai mengantarkan makanan kepada mahasiswa yang berada di dalam Wisma Mahasiswa Papua. Keduanya mengantarkan makanan, lantaran penghuni wisma yang berjumlah 15 orang kelaparan, lantaran dikepung ormas lebih dari 12 jam.

Pengepungan itu berawal dari viral foto bendera Merah Putih di kawasan asrama yang ditemukan terbuang di selokan. Sejumlah ormas menuding, mahasiswa Papua yang membuang bendera tersebut.

Dorlince Iyowau, mahasiswi Papua yang berada di dalam asrama tersebut kepada Suara.com via telepon mengatakan, mereka tak tahu menahu perihal bendera Merah Putih yang ditemukan dalam got.

URL suara.com 7 Polisi Bantah Menculik Dua Orang Pengantar Makanan untuk Mahasiswa Papua Kasat Intel Polrestabes Surabaya AKBP Asmoro membantah terjadinya penculikan, atau penghilangan dua orang saat dikonfirmasi Sabtu (17/8/2019).
Veronica Koman @VeronicaKoman
Twit saya tidak menyebutkan bahwa 2 pengantar makan tsb diculik, namun ditangkap. Saya bicara berdasarkan definisi KUHAP. Bahkan 2 orang tsb menandatangani BAP, apa itu namanya bukan ditangkap? The State is now saying that I broadcasted hoax. kominfo.go.id/content/detail…

Twit aslinya

Veronica Koman @VeronicaKoman
17/8/19 Surabaya, Java 2 pengantar makan minum ke 15 orang Papua yang terperangkap malah ditendang, dipukul, ditarik, dan ditangkap pada jam 2 pagi. Two good samaritan Indonesian students delivered food and water at 2 am to the trapped West Papuans, were assaulted and arrested. pic.twitter.com/c0iSLSKPjs
Veronica Koman @VeronicaKoman
Saya meminta klarifikasi dan permintaan maaf terbuka dari @kemkominfo atas pencemaran nama baik terhadap saya. Ini negara hukum, saya selalu gunakan bahasa hukum sesuai KUHAP, saya tidak pernah gunakan kata “penculikan”. kominfo.go.id/content/detail…
Veronica Koman @VeronicaKoman
I demand Ministry of Comms. @kemkominfo clarify & apologise for accusing me of an online hoax. I did not use 'kidnapping' to describe police's arrest of two Good Samaritans bringing food and water to besieged West Papuan students. I stuck to legal terms. kominfo.go.id/content/detail…
niko.. @OficialNikko
@VeronicaKoman Kominfo blg diculik. Padahal twitnya ditangkap. pic.twitter.com/wgyF8rLQzh
Expand pic
JANNA @thatxmine
@VeronicaKoman @kemkominfo Udah jelas ketikkannya “ditangkap” bukan diculik, duhh @kemkominfo bikin malu aja ah 😫
RIdwansyah @ridwan_LFC13
@VeronicaKoman @rudiantara_id coba dikamus mana arti kata ditangkap sama diculik itu memiliki arti yang sama? @kemkominfo
Waode Yulya @WaodeUli
@VeronicaKoman Apakah menurut @kemkominfo pengertian dua kata itu sama? Krn yg saya cek di KBBI, keduanya punya makna yg berbeda. Salam. #KitaPapua pic.twitter.com/CB0ngdGLUe
Expand pic
Expand pic
BadMan 4 ever @Handrislow84
@EL_Atheos @VeronicaKoman @kemkominfo Veronika lu harusnya segera ditangkap krn udh lama jd provokatori papua spy merdeka..
Subcomadante Arya @aryamilitiamen
@VeronicaKoman @Dandhy_Laksono @kemkominfo Orang2 ini dr kemaren manasin timeline banget ya Cyber @DivHumas_Polri kerja dong... Kami yg asli surabaya terganggu nih dituduh macam2
Anita Wahid @AnitaWahid
@tunggalp @VeronicaKoman Kalo liat link kominfo itu, dia menyertakan link berita yang dijadikan acuan. Di berita itu polisi memang bilang tidak menculik, melainkan mewawancara dan memeriksa.
Veronica Koman @VeronicaKoman
@AnitaWahid @tunggalp ya tapi kan pake ditangkap. Jadi proses pemindahan kedua orang tersebut ke kantor polisi untuk diperiksa namanya apa kalau bukan penangkapan, nongkrong-nongkrong asik? Kedua orang tersebut dikekang kebebasannya hingga 10 jam.
𝕐𝕪𝕦𝕜 - ᨐᨘ @oooyyuk
@VeronicaKoman @AnitaWahid @tunggalp Itu namanya proses “penyelidikan” mbak, bkn “penangkapan” krn penangkapan itu sdh masuk ranah “penyidikan”. Penyelidikan itu tujuannya sbg pemeriksaan awal utk mencari keterangan apakah ada tindak pidana atau tidak dlm kasus ini.
𝕐𝕪𝕦𝕜 - ᨐᨘ @oooyyuk
@VeronicaKoman @AnitaWahid @tunggalp Penyelidikan itu bisa dimana sj, termasuk di kantor polisi. Istilah awamnya “dimintai keterangan”. Adapun penangkapan itu artinya sdh melalui tahap penyelidikan (dimintai keterangan) dan sdh ditemukan min 2 alat bukti, penangkapan jg harus memakai Surat Perintah.
Anita Wahid @AnitaWahid
@tunggalp @VeronicaKoman Nah entah lah. Mesti dicari lagi siapa yang pertama memunculkan kata itu dalam konteks ini.
Tunggal Pawestri @tunggalp
@AnitaWahid @VeronicaKoman Jadi permintaan Vero, yang twitnya dikutip dan dibilang sebar hoaks penculikan, agar kominfo menarik info ini, valid dong.
Anita Wahid @AnitaWahid
@tunggalp @VeronicaKoman Iya, dalam twit itu tidak ada kata penculikan. Jadi kalau memang beredar hoax tentang diculik, harusnya bukan twit mbak Vero yang jadi rujukan.
Load Remaining (6)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.