"New Gamelan" a.k.a gamelan baru ada di Yogyakarta Gamelan Festival ke-24 #YGF24 Tahun 2019

Visi dari diselenggarakannya Yogyakarta Gamelan Festival adalah menggagas kehidupan seni gamelan yang dinamis, selalu menyelaraskan diri dengan jaman tanpa harus kehilangan latar belakang budayanya dan saling menghargai keanekaragaman kebudayaan di dunia
NEWS social miscellaneous LIFE leisure ENTERTAINMENT FUN media STUDY
0
ACARA SENI @acaraseni
24th Yogyakarta Gamelan Festival 19 - 24 Agustus 2019 Venue utama: Plaza Ngasem Venue lain: ~Kawasan Titik 0 Kilometer #Jogja ~Kompleks Komunitas Gayam 16 ~Museum Wayang Ukur Program: - Gaung Gamelan - Rembug Budaya - Lokakarya - Pagelaran More: bit.ly/2Zci6BG pic.twitter.com/UXITcNbJAD
Expand pic
Expand pic
ACARA SENI @acaraseni
Hey, You... Yes, you... yang lagi ada di #Jogja Sore ini bisa banget lho merapat ke helatan pembukaan Yogyakarta Gamelan Festival #YGF24 yang salah satunya digelar di Titik 0KM #Jogjakarta Kuy, gass... pic.twitter.com/v5O3U114hW
Expand pic
ACARA SENI @acaraseni
Yups, #YGF sebagai akronim #Yogyakarta #Gamelan #Festival merupakan festival internasional yang mewadahi pertemuan antara pemain dengan pecinta gamelan bukan saja di Indonesia, namun juga di seluruh dunia lhooo.... #YGF24 #NewGamelan
ACARA SENI @acaraseni
Karenanya dalam helatan YGF ke-24 di tahun 2019 ini, Komunitas Gayam 16 sebagai pegiat seni gamelan bergandengan tangan sekaligus bersinergi dengan pihak Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta dalam penyelenggaraan Festival Gamelan ini #YGF24 #NewGamelan
ACARA SENI @acaraseni
24 tahun silam Festival Gamelan di Jogja ini mulai menyapa khalayak di wilayah kota budaya Jogja. Ia lahir dari tangan sang maestro gamelan, Sapto Raharjo, yang juga adalah ayah kandung dari Ishari Sahida a.k.a Ari Wulu yg saat meneruskannya ini berlaku sbg Program Director YGF
ACARA SENI @acaraseni
Latar belakang kelahiran YGF pada tahun 1995 ini adalah adanya rasa keprihatinan sekaligus keresahan akibat ketidakhadiran gamelan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, di antaranya yaitu berupa stigma negatif yang dilekatkan pada gamelan itu sendiri #YGF24 #NewGamelan
ACARA SENI @acaraseni
Bahwa acapkali gamelan diidentikkan dengan “orang tua”, dan bahkan dikaitkan dengan hal-hal yang berbau mistis. Dampaknya, generasi muda menjadi enggan mempelajari dan memainkannya #GaungGamelan
ACARA SENI @acaraseni
Kala itu musik gamelan juga sering dianggap tidak memiliki potensi menjadi tren yang digemari oleh mereka anak-anak muda sebagaimana keberadaan musik modern. Tak pelak, eksistensi gamelan menjadi terkikis #YGF24 #NewGamelan
ACARA SENI @acaraseni
Ironisnya, justru gamelan mulai merambah dan mendapatkan tempat di hati pecinta musik di negara lain Tahun pertama lahirnya Festival Gamelan di 1995 itulah yang kemudian menjadi tonggak munculnya wadah bagi eksistensi gamelan yang telah dikenal minimal oleh 36 negara #YGF24
ACARA SENI @acaraseni
Selanjutnya #YGF bukan saja menggaungkan diri sekadar sebagai “Festiva;”, lebih dari itu, ia juga terus bertumbuh sebagai media berkumpul, berkomunikasi dan berinteraksi yang ditunggu-tunggu pemain dan pecinta gamelan. Bahkan ada harapan lebih darinya... #YGF24 #NewGamelan
ACARA SENI @acaraseni
[...] bahwa dengan YGF akan ada semangat untuk terus menyuarakan keberadaan gamelan serta spirit dalam mendorong pun mengajak setiap orang guna memberikan kontribusi. #YGF24 #NewGamelan #GaungGamelan
ACARA SENI @acaraseni
Mengenai visi dari diselenggarakannya #Yogyakarta #Gamelan Festival ini adalah menggagas kehidupan #seni gamelan yang dinamis, selalu menyelaraskan diri dengan zaman tanpa harus kehilangan latar belakang budaya sendiri, dan saling menghargai keanekaragaman kebudayaan di dunia
ACARA SENI @acaraseni
Sementara untuk misi #YGF adalah guna menciptakan dan mengelola media yang secara berkesinambungan menjadi sarana berkumpul, berkomunikasi dan berinteraksi bagi para pencipta seni gamelan dan membantu mereka yang sedang mempersiapkan masa depan untuk terlibat #GaungGamelan
ACARA SENI @acaraseni
Pada penyelenggaraan helatan rutin tahun ke-24 ini tema yang diusung adalah #NewGamelan, yang jika didefinisikan adalah “Gamelan Baru” Artinya, tahun 2019 menjadi tahun berbeda dibanding dengan helatan serupa yang diselenggarakan pada tahun-tahun sebelumnya #YGF24 #GaungGamelan
ACARA SENI @acaraseni
Salah satu wujud perbedaan itu adalah, bahwa Yogyakarta Gamelan Festival tahun 2019 dihelat dengan memilih tempat sebagai venue utama adalah di tempat terbuka, yaitu Plaza Ngasem Yogyakarta, ditambah lagi dengan beberapa venue lain sebagai rangkaian acaranya #YGF24 #NewGamelan pic.twitter.com/MikOtb4rME
Expand pic
ACARA SENI @acaraseni
Gamelan baru dalam tema “New Gamelan” terpantik bukan saja dipandang dari sisi penyajian dengan gaya atau cara baru. Lebih dari itu adalah juga dalam merespon perkembangan tren saat ini, yaitu tuntutan agar kita memiliki kemampuan dalam beradaptasi terhadap zaman
ACARA SENI @acaraseni
Selain itu, apabila dipandang dari segi spiritnya, gamelan juga harus mampu berinovasi agar dapat diterima pada zaman saat ini #YGF24 #NewGamelan #GaungGamelan
ACARA SENI @acaraseni
Terkait dengan hari pembukaan YGF24 sore ini, sebagai program pembuka adalah #GaungGamelan yang bertempat di 4 titik arah mata angin, dan satu titik pusat yaitu di kawasan Titik 0 Kilometer Yogyakarta, tepatnya di seberang Monumen Serangan Umum 1 Maret #Jogja #YGF24 #NewGamelan pic.twitter.com/Volcyj4geC
Expand pic
ACARA SENI @acaraseni
So buat kamu yang sedang ada di #Jogja, segera merapat yess... Oh ya, selebihnya perihal #YGF24 dengan tema #NewGamelan #GaungGamelan ini sila bisa menyimaknya pula di laman acaraseni.top/art/yogyakarta… acaraseni.top/art/yogyakarta…

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.