1
irna lestari @irna_lestari
Guys, just info..di pasar kenari lt.3 ada toko2 buku (pindahan dr kwitang & senen). Masih sepi pengunjung, pdhl tempatnya enak ber Ac, bersih, ada mushola, ada kedai kopi nya. Ini para pedagang disana minta tolong di promoin, krn mungkin blm byk warga jkt yg tau pic.twitter.com/Hu5aKWOosp
Expand pic
irna lestari @irna_lestari
Oiya, btw nama tempatnya adalah wisata buku, ini baru diresmikan oleh Pak Gubernur kl ga salah 4 bln lalu. Ada coffee corner di sudut hall ini pic.twitter.com/EUbGhgsYHg
Expand pic
irna lestari @irna_lestari
Ini semacam tempat utk leyeh2 smbil baca buku pic.twitter.com/irSSBGdkPv
Expand pic
irna lestari @irna_lestari
Oiya, hari sabtu-minggu tetap buka, walau pasar (di lantai bawahnya) tutup, jd kalo kesana dan menemukan keadaan sepi bgt seolah gedungnya tutup, tetap masuk aja dan langsung parkir di rooftop gedung
irna lestari @irna_lestari
Lokasi detailnya via google disini, Jakbook ini jg salah satu toko yg ada di "Wisata Buku" pic.twitter.com/S7kW6VuQzH
Expand pic
irna lestari @irna_lestari
Ini coffee corner yg ada dipojokan, td sih saat saya kesana sedang tutup pic.twitter.com/0Oo07yyfvW
Expand pic
irna lestari @irna_lestari
@desmalinda03 @arman_dhani Tadi sih saat saya kesitu blm byk yg buka, dan info dr pedagangnya blm semua yg di kwitang di relokasi kesini, tp kt mereka kl pengunjung disini sdh ramai, mereka mau pindah kesini semua
imeh_hs @imeh_hs
@irna_lestari Makazeeh banget teh infonya... segera merapat & promoin ke teman2 mumpung deket heheheu ๐Ÿ’š
irna lestari @irna_lestari
@desmalinda03 @arman_dhani Ya mungkin krn bbrp ada yg blum buka, dan krn emg masih baru bgt, baru diresmikan 4bln lalu kayanya sm pak gubernur.. makanya para pedagang memang minta tolong di promoin biar tambah ramai

Jakarta, CNN Indonesia -- Ruang luas, sejuk, dan bersih menyambut setiap pengunjung saat menjejakkan kaki di lantai tiga Pasar Kenari, salah satu sentra penjualan alat listrik yang telah sekitar 20 tahun berdiri di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.

Berbeda dengan lantai-lantai di bawahnya yang sedikit kotor dan pengap, lantai tiga pasar itu lebih terlihat seperti pusat perbelanjaan modern yang banyak bertebaran di belantara beton ibu kota.

Namun bukan lampu, kabel maupun pompa air listrik yang dijual di lantai itu, tetapi buku-buku.

Beberapa bulan yang lalu, tepatnya pada 29 April 2019, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan lantai tiga Pasar Kenari sebagai salah satu sentra belanja buku di Jakarta yang diberi nama 'Jakbook'.

Sentra buku Pasar Kenari yang dikelola Pemprov DKI Jakarta melalui Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya itu digadang menjadi surga baru bagi para pecinta buku sekaligus dapat meningkatkan minat baca masyarakat.

Beragam fasilitas

"Lokasinya strategis, harganya (buku) murah harapannya nanti warga Jakarta bisa lebih cepat pertumbuhan minat bacanya," kata Anies saat meresmikan sentra buku Pasar Kenari.

Di lantai tiga gedung Pasar Kenari ini sebanyak 66 kios pedagang dan satu gerai besar buku Jakbook akan memanjakan siapa saja yang ingin berburu buku.

Beraneka ragam jenis buku, dari baru maupun bekas, baik keluaran Indonesia maupun buku impor berbahasa Inggris, Arab, hingga Jepang, semua tersedia di tempat ini.

Pengunjung tidak akan berpeluh keringat saat mencari buku yang mereka inginkan, karena pendingin udara aktif menyejukkan ruang seluas sekitar 714 meter persegi itu.

Sejumlah fasilitas lainnya seperti eskalator, mesin-mesin ATM, ruang menyusui, co-working space, dan tiga titik tempat membaca kekinian turut memanjakan pengunjung di pasar buku ini.

Ada juga gerai kopi dengan sofa-sofa yang empuk menjadi pilihan tempat membaca buku yang nyaman.

Kemudahan tidak hanya diberikan kepada pengunjung. Pasar Jaya juga memberikan kemudahan kepada para pedagang buku yang berjualan di lokasi tersebut.

Dari 66 kios yang ada, semuanya diisi pedagang dari sentra buku terdahulu di Kwitang dan Pasar Senen tanpa biaya sewa kios selama setahun.

Biaya yang dibayar para pedagang, kata Staf Pemasaran Perumda Pasar Jaya, Astri Vinasty, hanya untuk biaya perawatan, kebersihan, dan pelayanan yang berkisar Rp250 ribu-Rp500 ribu per kios tergantung ukurannya.

Dalam area yang sama Pasar Jaya juga menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) yang bernama Tempat Penitipan Anak (TPA) Negeri Bina Tunas Jaya 4.

Layanan gratis ini memfokuskan pada pengembangan anak usia dini, khususnya bagi anak dari para penjaga toko di Pasar Kenari.

Salah seorang pedagang buku di Pasar Kenari, Labora Sitorus mengatakan, suasana berjualan di lokasi barunya ini jauh lebih nyaman dibandingkan kios lamanya yang berada tak jauh dari Terminal Bus Pasar Senen.

Dahulu panas dan bising suara kendaraan bermotor. Kini setiap hari selalu sejuk dan tidak pernah merasakan polusi udara saat berjualan.

Apalagi Labora kini dalam proses pemulihan dari sakit berat yang diderita beberapa bulan terakhir.

"Kondisi lokasi jualan yang tidak panas seperti di sini membantu pemulihan sakit saya," kata Labora.

Kondisi sepi

Hingga sejak dibuka oleh Anies, dari 66 kios yang ada banyak di antaranya yang tidak beroperasi.

"Ramainya pembeli hanya pada sepekan awal setelah tempat ini dibuka Gubernur Anis Baswedan pada akhir April 2019. Kalaupun ramai, ya Sabtu, Minggu atau hari libur. Saat hari biasa ya seperti sekarang, sepi," kata Labora.

Setelah itu, kata dia, jumlah pengunjung semakin menurun hingga saat ini.

Sejak pekan kedua sentra buku di Pasar Kenari ini dibuka, banyak pedagang yang menutup kiosnya dan memilih berjualan di kios maupun lapak lama mereka di Pasar Senen maupun Kwitang.

"Di sana penjualannya lebih menjanjikan. Saya pun masih membuka satu lapak di Pasar Senen dengan hasil penjualan yang lebih bagus dibandingkan di Pasar Kenari ini," kata salah satu pedagang yang sudah sejak 2013 berjualan buku di Pasar Senen.

Dia membandingkan, omset penjualan di Pasar Kenari hanya mencapai rata-rata sepuluh buku per hari. Sedangkan di Pasar Senen bisa mencapai 40 buku per hari.

"Untuk ujung tombak pemasukan penjualan buku dagangan saya berasal dari penjualan melalui toko daring. Itu memang sudah tiga tahun terakhir semenjak maraknya penjualan secara daring," kata Labora.

Senada dengan Labora, seorang pedagang lainnya, Indah Suciati mengaku merasakan berkah dari ramainya penjualan di Pasar Kenari berlangsung pada sebulan pertama.

"Untuk mencapai penjualan Rp100 ribu per hari susahnya bukan main," kata pemilik kios buku di Pasar Senen.

Padahal di kiosnya yang lama di Pasar Senen, omset penjualan rata-rata per hari bisa mencapai Rp300 ribu.

Mengenai sepinya pengunjung, Astri mengatakan Pasar Jaya sudah berupaya melakukan beragam promosi.

"Kami sudah bekerja sama dengan salah satu vendor biro iklan untuk mempromosikan Pasar Kenari sebagai destinasi wisata buku baru Jakarta Pusat di media iklan digital di sejumlah gerbong kereta rel listrik (KRL) Commuterline dan stasiun KA di Jabodetabek," kata Astri.

Itu dilakukan agar cita-cita menjadikan Pasar Kenari sebagai "surga" yang nyaman bagi pedagang dan penggemar buku di Jakarta dapat tercapai.

sumber: https://www.cnnindonesia.com

Silly Girl @desmalinda03
@irna_lestari okayyy makasii infonya mba ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š
Rangga K Tanuwidjaja @RanggaTanuwid
@irna_lestari Ini pindahan dari toko yang jualan buku bekas yang dekat perempatan atrium senen dari arah Salemba bukan, mba? Yang di depan toko bukunya ada jembatan nya itu loh
irna lestari @irna_lestari
@RanggaTanuwid Itu merujuk ke satu toko aja? Atau lokasi toko2 buku di kwitang, kl merujuk ke satu toko sy kurang tau infonya, tp kl toko2 buku dikwitang ini sebagian direlokasi kesini tp sebagian ada yg balik lg krn di kenari ini blm ramai, td sy ada share berita dr cnn bs dilihat
Rangga K Tanuwidjaja @RanggaTanuwid
@irna_lestari Iya, maksud saya secara keseluruhannya. Sip, thanks buat infonya mba. Nanti akhir pekan saya ke sana.
MDA @maulineda
@irna_lestari Mba, buku yg dijual ori apa bajakan ya?
irna lestari @irna_lestari
@maulineda Beragam mas, kmrn sy cari buku ori import jg ada

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.