1
KEB @Emak2Blogger
Yuhuuuu~ Emak! Syelamad malam~ Udah makan malam belom?
KEB @Emak2Blogger
Yesss~ Semoga udah pada makan malam sih. Perut kenyang, sekarang tinggal diajakin #MakminSpesialisMalam buat diskusi, ngobrol, dan belajar. Hasek!
KEB @Emak2Blogger
Yes, seperti biasa Senin-Rabu, Makmin akan sharing2 dikit seputar blogging dan medsos di Twitter ini. So, mau belajar apa yah kali ini? Masih soal #2ndLevelofSEO sih!
KEB @Emak2Blogger
Content is the king. Coba yg setuju, RT 😂
KEB @Emak2Blogger
Makanya, semakin ke sini, Google semakin memperbaiki algoritmanya agar berpihak pada mereka yg memang punya konten2 yg berkualitas dan berfaedah.
KEB @Emak2Blogger
Yg ngisi web/blognya dengan konten alakadarnya, siap2 saja semakin tergulung, tersisih dan tercampakkan dari hasil pencarian Google. *tsah
KEB @Emak2Blogger
"Bikin konten yang berkualitas." Selalu itu yg jadi tip jitu utk bisa "mengatasi" algoritma Google.
KEB @Emak2Blogger
Kalimat tip yg cukup simpel. Tapi sungguh sulit utk dilaksanakan. Siapa yg setuju sampai di sini? 😂
KEB @Emak2Blogger
Kadang yg terjadi di lapangan/pada praktiknya adalah--karena suatu sebab, apa pun itu--kita jadi terburu2 atau kesulitan menyelesaikan konten. Hingga yg dihasilkan adalah konten yg ... ya itu tadi alakadarnya, pokoknya publish aja.
KEB @Emak2Blogger
Hingga akhirnya, kita pun menayangkan thin content. Satu dua thin content, masih okelah. Tapi kalau semua kontennya berupa thin content? Wah, ya susah nongol di Google. Malahan bisa2 kena penalty kalau kita sampai banyak memproduksi thin content tertentu.
KEB @Emak2Blogger
Nah, ini yg akan kita bahas dan diskusikan malam ini. Tentang #ThinContent dan bagaimana cara menghindarinya.
KEB @Emak2Blogger
Mari kita kenalan dulu dengan si #ThinContent ini. Apa sih, thin content? Konten yg kurus? Konten yg tipis? Apaan tuh?
KEB @Emak2Blogger
Yes, pasti sudah bisa meraba sih, apa arti #ThinContent ini. Thin content adalah konten yang tidak berkualitas, lawan dari ‘quality content’.
KEB @Emak2Blogger
Yg kek apa #ThinContent ini? Kalau mau tahu, thin content itu kayak apa sih sebenarnya gampang 😆 *nyengir
KEB @Emak2Blogger
Coba lihat ke sini: support.google.com/webmasters/top… Di situ, ada guidelines konten seperti apa yg dimaui oleh Google. Nah, tinggal dibaca deh. Sekian sharing malam ini #HLOH! #ThinContent
KEB @Emak2Blogger
Hahahaha becandaaaa~ Ya, di tautan di atas memang sudah dijelaskan dengan ringkas tapi detail, hal-hal apa saja yg perlu kita perhatikan dalam membuat konten utk blog. #ThinContent
KEB @Emak2Blogger
Dengan memenuhi persyaratan yang ada dalam quality guidelines dari Google tersebut, maka sudah pastilah konten yang kita produksi adalah konten yang berkualitas. #ThinContent
KEB @Emak2Blogger
Nah, kalau ada “larangan” yang masih saja kita lakukan, maka itu berarti kita masih membuat #ThinContent ini.
KEB @Emak2Blogger
Lalu, bagaimana kriteria penilaian Google akan konten-konten yang ada ini? Konten seperti apa sih yang mereka kumpulkan dan jadikan satu dalam database pencarian–sehingga mereka bisa memutuskan, konten yang ini quality content yang itu #ThinContent?
KEB @Emak2Blogger
1. Originality Ini adalah yang utama, orisinalitas. Makanya Google concern banget dengan yang namanya copyright. #ThinContent
KEB @Emak2Blogger
Google sudah memasukkan orisinalitas ini dalam algoritma pencarian sejak Google Panda tahun 2011, dan masih terus berlangsung sampai sekarang. #ThinContent
KEB @Emak2Blogger
So, buat Emaks yg suka terima job content placement, mohon ini diperhatikan banget ya. Setiap kali terima job CP, mohon dicek di plagiarism checker. Jangan sampai originalitasnya kurang. #ThinContent
KEB @Emak2Blogger
Originalitasnya kurang ini standarnya berapa? Well, sebenarnya beda2 sih. Ada yg bilang, standar 70%, 50% .... tapi kalau Makmin pribadi--paling safe itu--originalitas 90%. Itu angka PALING AMAN. #ThinContent
Load Remaining (38)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.