Sejarah Persiapan Kemerdekaan Republik Indonesia dan Detik-detik Proklamasi.

Perjuangan bangsa Indonesia bukan hanya dari masa lalu. Hari ini, hari esok, dan selamanya. Perjuangan kita belum berakhir, mari kita perjuangkan bersama Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.
Indonesia RI 74 proklamsi hut dirgahayu
0
Partai Gerindra @Gerindra
Selamat sore tweeps, menuju 74 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, kita akan mengulas sejarah persiapan kemerdekaan Republik Indonesia.
Partai Gerindra @Gerindra
1. Jika kita ingin berhasil melaksanakan satu acara, pastinya kita juga butuh persiapan yang matang. Begitu juga dengan halnya kemerdekaan Republik Indonesia. Persiapannya sudah dilakukan sejak lima bulan sebelumnya, tepatnya pada 1 Maret 1945.
Partai Gerindra @Gerindra
2. Pada ta ggal tersebut dibentuk BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau dalam Bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Cosakai. Badan ini diresmikan pada 29 April 1945 dan diketuai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat. pic.twitter.com/nb5Vb8AHZj
Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
3. Dalam persiapannya BPUPKI melakukan dua kali sidang. Sidang pertama dilakukan pada 29 Mei -1 Juni 1945. Sidang tersebut menghasilkan rumusan dasar negara Indonesia (Pancasila) yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo, Muh. Yamin, dan Ir. Soekarno. pic.twitter.com/BKWKQYiJ1I
Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
4.  Itu juga lah asal muasal mengapa tiap 1 Juni, sekarang kita memperingati sebagai Hari Lahirnya Pancasila.
Partai Gerindra @Gerindra
5. Sebagai tindak lanjutnya, pada tanggal 22 Juni 1945, dibentuklah Panitia Kecil sebanyak sembilan orang (disebut juga Panitia Sembilan) untuk mematangkan konsep Pancasila. pic.twitter.com/2ikSc6vSES
Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
6. Panitia Sembilan tersebut pun akhirnya menghasilkan sebuah 'Piagam Jakarta' (Jakarta Charter). Sidang kedua dilakukan pada 10-14 Juli 1945 menghasilkan rumusan Undang-Undang Dasar lengkap dengan pembukaannya (preambule). pic.twitter.com/5R2GWCSe5O
Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
7. Dan akhirnya pada tanggal 7 Agustus 1945, BPUPKI diganti namanya menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau yang dalam bahasa Jepang Dokuritsu Junbi Inkai. Panitia ini berjumlah 21 orang dan tugasnya adalah mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. pic.twitter.com/w4N8ubilxe
Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
8. Selanjutnya, berita kekalahan Jepang. Ternyata berita kekalahan Jepang pada Perang Dunia II juga mempunyai pengaruh terhadap Indonesia yang saat itu sedang mempersiapkan kemerdekaannya.
Partai Gerindra @Gerindra
9. Perang Dunia II yang tengah terjadi saat itu ternyata juga membawa dampak buruk bagi Jepang. Salah satunya adalah peristiwa pengeboman kota Hiroshima dan Nagasaki di tanggal 6 dan 9 Agustus 1945.
Partai Gerindra @Gerindra
10. Peristiwa tersebut mendorong Jepang untuk menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945. Hal tersebut juga menyebar dengan cepat lewat radio dan didengar oleh tokoh muda Indonesia.
Partai Gerindra @Gerindra
11. Bersama dengan Moh. Hatta, tokoh muda mengadakan rapat di Pegangsaan Timur. Rapat dipimpin oleh Chairul Saleh dan menghasilkan dasar proklamasi Indonesia. Hasil tersebut disampaikan kepada Bung Karno oleh Wikana dan Darwis, namun sempat terjadi perbedaan pendapat. pic.twitter.com/hv5UIXVDG0
Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
12. Selanjutnya peristiwa Rengasdengklok. Bung Karno dan Bung Hatta diungsikan ke Rengasdengklok, Jawa Barat oleh para pemuda.
Partai Gerindra @Gerindra
13. Bung Karno dan Bung Hatta diasingkan karena meminta para pemuda untuk sabar dalam mengumumkan proklamasi. Sementara itu, di Jakarta akan dilaksanakan rapat anggota PPKI di gedung Pejambon 2.
Partai Gerindra @Gerindra
14. Ahmad Soebardjo yang saat itu mencari keberadaan Bung Karno dan Bung Hatta-pun diberangkatkan ke Rengasdengklok untuk bertemu dan berunding dengan mereka.
Partai Gerindra @Gerindra
15. Akhirnya Ahmad Soebardjo berjanji memberi jaminan nyawa kepada golongan muda bahwa Proklamasi Kemerdekaan akan diumumkan pada keesokan harinya selambat-lambatnya pukul 12.00 WIB.
Partai Gerindra @Gerindra
16. Dengan jaminan itu, akhirnya Ir. Soekarno dan Moh. Hatta dilepaskan. pic.twitter.com/h45gb2ngAH
Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
17. Dari Rengasdengklok, rombongan Bung Karno tiba kembali di Jakarta pukul 23.30 WIB. Setelah itu, Bung Karno dan Bung Hatta pergi ke rumah Laksamana Tadashi Maed. Walaupun orang Jepang, laksamana memiliki kedekatan dengan tokoh Indonesia dan beliau memberi jaminan keselamatan. pic.twitter.com/ocg9aOmBeK
Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
18. Pembuatan naskah proklamasi pun dilanjutkan. Kata “Proklamasi” adalah sumbangan pemikiran Soekarno, kalimat pertama adalah sumbangan pemikiran Ahmad Soebarjo, dan kalimat terakhir merupakan sumbangan pemikiran Hatta. pic.twitter.com/zn8BIyBn6b
Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
19. Setelah disepakati, Proklamasi akan dibacakan pada pukul 10.00 WIB di rumah Ir. Soekarno. Moh. Hatta berpesan kepada para pemuda yang bekerja di kantor pers, B.M. Diah untuk memperbanyak naskah teks proklamasi dan menyiarkan ke seluruh dunia.
Partai Gerindra @Gerindra
20. Pagi harinya rumah Bung Karno sudah dipadati oleh banyak orang. Shudanco Latief Hendraningrat menugaskan anak buahnya untuk berjaga-jaga di sekitar rumah Bung Karno. pic.twitter.com/peHcYb1Rt2
Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
21. Akhirnya sampai pada momen pengibaran bendera. Pengibaran bendera dilakukan oleh S. Suhud dengan bantuan Shudanco Latief Hendraningrat. Bendera merah putih yang dikibarkan dijahit oleh Ibu Fatmawati. pic.twitter.com/UhBHn4iMCd
Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
22. Berita proklamasi disebarluaskan melalui siaran radio dari kantor berita Domei. Mendengar berita ini, pihak Jepang melarang penyiaran berita proklamasi itu. Kemudian pada tanggal 20 Agustus 1945 alat pemancar di Domei diputus dan disegel sehingga pegawainya dilarang masuk. pic.twitter.com/lmEzOLrwP6
Expand pic
Partai Gerindra @Gerindra
23. Tidak putus asa, para pemuda kemudian membuat alat pemancar baru yang mereka ambil dari alat-alat pemancar dari kantor berita Domei. Alat pemancar ini dibawa ke Menteng dan berita tersebut segera disiarkan ke seluruh Indonesia.
Partai Gerindra @Gerindra
24. Selain dari radio penyebaran berita proklamasi dilakukan lewat pers dan surat selebaran. Hampir seluruh harian Jawa pada tanggal 20 Agustus 1945 memuat berita proklamasi dan Undang-Undang Dasar Negara Indonesia. pic.twitter.com/xaa4KuyTFu
Expand pic
Load Remaining (1)

Comment

Login and hide ads.