0
Story "Bahkan Enzo Allie-pun Menjadi Korban Fitnah & Dampak Penggorengan Isu Radikalisme" by @.. Chirpified By @M4ngU5il BACA ~~> https://chirpstory.com/li/378814 Disclaimer: Isi & Tulisan Diluar Tanggung Jawab Peringkas & Foto Ringkasan Hanyalah Ilustrasi 807 pv 94
Peziarah @eae18
Mari cek ke diri. Sebelum ada sarana media sosial, kita siapa? Karena medsos jembatannya melalui tulisan, maka pertanyaannya, apakah kita punya karya tulis yang dimuat di media massa, jurnal atau punya karya berupa buku? Kalau tak punya, terus jejak tulisan kita cantolanya apa?
Peziarah @eae18
Ada yang berapologi, di medsos orang bebas menulis apa saja tanpa ada jejak kepenulisan. Oke. Tapi kenapa kita sering merasa ide-ide kita melalui tulisan di medsos sebagai kebenaran tunggal? Apakah ada kebenaran tunggal? Siapa sejatinya pemilik kebenaran itu?
Peziarah @eae18
Apa maksud kebenaran tunggal. Perdebatan dua kubu di medsos, sering mendedahkan, kubu kita paling benar dan kubu yang berbeda, salah. Contoh kasus Enzo. Mahmud dan gerombolannya mengklaim Enzo pendukung HTI, adalah klaim kebenaran. Sementara yang kontra, menuduh Mahmud cs, dungu.
Peziarah @eae18
Jadi siapa yang benar di antara kedua kubu tersebut. Tentu kebenaran menurut kubunya masing-masing. Dalam konteks Enzo, kebenaran harus dikembalikan ke institusi TNI @Puspen_TNI karena mereka punya standarisasi soal kebenaran rekrutmen anggota, khususnya Akmil.
Peziarah @eae18
Manusia sejatinya selalu memburu pengetahuan dan kebenaran. Dua hal; sumber pengetahuan (the origin of knowledge) dan teori tentang kebenaran (the theory of truth), selalu berjalan beriringan. Ini perbincangan klasik tapi perlu kita tahu dan paham karut marut sumber kebenaran.
Peziarah @eae18
Yang pertama menegaskan, apakah pengetahuan bersumber ke akal pikiran ('‘aqliyyah), pengalaman indra (tajribiyyah), kritik (naqdiyyah) atau ntuisi (hadasiyyah). Sementara term kedua, mempersoalkan apakah “kebenaran” pengetahuan itu dapat dijabarkan dengan pola korespondensi.....
Peziarah @eae18
koherensi atau praktis-pragmatis. Memang agak jlimet bagi orang-orang yang tak bergelut dalam filsafat ilmu. Apa itu korespondensi, apa itu koherensi dan apa itu praktis pragmatis. Kenapa ini perlu dijadikan bekal kita dalam bermedsos, karena medsos itu menguar tradisi teks.
Peziarah @eae18
Kasus Enzo, mari selidiki dalam konteks kebenaran korespondensi. Teori kebenaran korespondensi, Correspondence Theory of Truth atau sering ditulis "accordance theory of truth". Korespondensi ini terkait apakah pernyataan Mahmud Cs sesuai dengan objek yang dituju, sesuai fakta?
Peziarah @eae18
Kebenaran dalam konteks korespondensi, mempersoalkan apakah pernyataan Mahmud dan gerombolannya, sesuai dengan objek yang dituju bahwa Enzo HTI? Faktanya, Enzo bukan HTI. Sebuah proposisi dinyatakan benar, apabila pernyataan Mahmud cs sesuai fakta yang ada.
Peziarah @eae18
Aristoteles menguar bahwa kebenaran pengetahuan harus sesuai dengan kenyataan atau realitas yang diketahuinya. Aristo dan gurunya Platon juga beberapa pemikir lain seperti Moore dan Ramsey, pengusung asas kebenaran ini. Kemudian Bertrand Russell memperluas.
Peziarah @eae18
Platon (saya tulis Platon bukan Plato ya. Platon bisa dimaknai luas, lebar. Pemberian gurunya terkait bentuk jasad Platon. Nama aslinya Aristokles), mengusung tentang idea. Ide bermula dari logika, logika rasional atau dapat diterima akal sehat, berujung pada pandangan hidup.
Peziarah @eae18
Maka pernyataan Mahmud dan gerombolannya, jelas mengesampingkan logika yang rasional, tak dapat diterima akal sehat. Kenapa? Karena proses rekrutmen di Akmil sudah melalui tahapan yang ketat. Saya tahu rekruktmen ketat karena ponakan ikut juga seleksi di Akmil. @Puspen_TNI
Peziarah @eae18
Pernyataan dari pihak TNI, tak ada kecolongan terkait proses Enzo masuk Akmil. Harusnya yang perlu dipersoalkan Mahmud cs, apakah tak kecolongan itu bersandar pada nilai-nilai objektif atau subjektif. Dua elemen dasar ini, tentu ada di setiap institusi dan setiap individu.
Peziarah @eae18
Jika mau didekatkan dengan kasus Mahmud, apakah kegagalan Mahmud jadi cawapres @jokowi berdasarkan penilaian objektif atau subjektif? Tentu berdasarkan penilaian objektif terkait ketidaklayakan Mahmud dan tentu subjektif dari kubu Jokowi. Mari kita bercermin.
Peziarah @eae18
Tak ada kebenaran tunggal. Kebenaran tunggal itu hanya dimiliki Sang Maha Benar, Allah SWT dan kebenaran itu datang dari Rabb: الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ ۖ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ Kebenaran itu dari Rabbmu, maka jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.