0
TNI AD @tni_ad
Enzo, anak pasangan dari Alm. Jean Paul F. A. (Paris) dan Siti Hajah Tilaria ini, saat Sidang Pantukhir Pusat yang dipimpin Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dinyatakan lulus menjadi Taruna Akmil, Magelang, Jumat (2/8/2019) #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat pic.twitter.com/tjn2L83ojY
Bhaqir A. Latief @MukminIlyasS
Pengkhianatan pada apa yg mejadi falsafah bangsa yaitu Pancasila, karena pancasila sbgai Ideologi dasar NKRI merupakan represntasi salah satunya dari amanat para pejuang yg berjuang dengan melafalkan kalimat Tauhid. TNI harus segera seret Mahfud MD sbgai Oknum anti Pancasila twitter.com/tni_ad/status/…
Keythoshi 🇮🇩 @amusude
Kalau ada ummat islam yang cinta dengan agamanya lalu dibuktikan dgn bendera bertuliskan kalimat tauhid sbg tanda kecintaannya Pasti dituduh radikal, teroris, anti pancasila dan anti NKRI Kau bangun "OPINI MIRING" utk menghacurkan islam @mohmahfudmd kumparan.com/tugujogja/mahf…
Alfaqir @anasroeloh
@amusude @mohmahfudmd Ngenes. Orang islamnya sendiri seperti benci sama simbol agamanya. Apa yg salah dengan khilafah? Seolah ga percaya pada ajaran islam
Keythoshi 🇮🇩 @amusude
@anasroeloh @mohmahfudmd Benar sekali! ngaku islam kok takut ama kalimat tauhid, apa mereka itu masih islam?
Army @Army03437330
@amusude @mohmahfudmd Lo bukan yg dulu lg..jd jgn koment 2...gak ada lg yg mau dengerin...Lo sekarang parah...

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang juga Anggota Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof Mahfud MD, bikin sayembara. Bagi siapa pun saja yang memiliki bukti dirinya pernah mempersoalkan bendera tauhid, ia akan memberi uang senilai Rp 10 juta.

My Name Is Khan @kill_khilafah

Memanusiakan Manusia yg bisa dibina.. Membinasakan Manusia yg tak bisa dibina..

My Name Is Khan @kill_khilafah
Gini aja..Saya bakal kasih Rp.10jt per orang bagi yang berani mengibarkan Bendera Hitam bertuliskan Tauhid di Negara Arab Saudi, bgmna? Ada yg berani? #KamiTidakAntiTauhid Cc: @mohmahfudmd 😬 rmco.id/baca-berita/ar…
My Name Is Khan @kill_khilafah
Berani kaga? Jangan cuma teriak2 doang kalian, memprovokasi akar rumput dijadikan sebagai tumbal propaganda khilapah kalian.. Cc: @maspiyuuu @PKSejahtera @FPI_isback @info_Mekkah @IntelFPI @hizbuttahrir @haikal_hassan @hnurwahid
Mahfud MD @mohmahfudmd

Guru Besar FH-UII Yogya, Ketua Mahkamah Konstitusi (08-13) Presidium KAHMI (12-17), Ketum Asosiasi Dosen HATN-HAN, Ketum PP IKA-UII, Ketua Majelis Pakar PERADI.

https://t.co/SVaM9XN9nr
Mahfud MD @mohmahfudmd
Alhamdulillah, sejak kemarin saya ada kegiatan di Singapura, malam ini sudah tiba kembali di Indonesia dengan selamat. Acara di Singapura berjalan baik. Besok pagi saya akan buat semacam sayembara melalui cuitan di sini. Hadiahnya besar.

Sayembara Mahfud MD ini disampaikan setelah sejumlah portal berita online memberitakan pernyataannya soal Enzo Zens Allie. Sebelumnya, Enzo menjadi perbincangan usai videonya saat berdialog dalam Bahasa Prancis dengan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, menyebar di media sosial. Almarhum ayah Enzo adalah Warga Negara Prancis, sedangkan ibunya Warga Negara Indonesia.

Setelah viral dan jadi perbincangan, calon prajurit taruna akademi TNI berdarah Indo-Prancis ini diisukan terpapar dan berafiliasi dengan organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Nah, Mahfud MD diwawancarai wartawan pada Jumat (9/8/) di Kantor Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta, terkait Enzo dan isu yang menerpanya. Mahfud ingat betul wartawan yang mewancarainya adalah jurnalis dari Kedaulatan Rakyat, Kumparan, Tribun Jogja, dan Radar Jogja.

"Jumat lalu, saya ditanya wartawan tentang lolosnya Enzo masuk Akmil. Saya bertanya balik, apa masalahnya? Saya tak tahu berita tentang itu karena saya baru pulang dari Moskow dan terus ke Denpasar," cerita Mahfud saat Dialog Kebangsaan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Minggu sore (11/8).

Selanjutnya, sambung Mahfud, wartawan menjelaskan bahwa Enzo diterima di Akmil TNI tapi kemudian diisukan terpapar radikalisme. Mahfud pun lantas menjawab, jika isu itu benar, mungkin saja TNI kecolongan. Tetapi sepengetahuannya, seleksi masuk ke TNI itu sangat ketat, dilacak sampai ke keluarga, termasuk ibunya, dan kakeknya. Artinya, jika benar kecolongan, dia menyarankan dipecat saja karena prasyaratnya tak terpenuhi. Dirinya sama sekali tak pernah mengaitkan dengan berdera tauhid atau organisasi tertentu.

Usai wawancara, tak ada satu pun wartawan yang menulis bahwa Mahfud berbicara tentang bendera tauhid. Sayangnya, hasil wawancara tersebut memviral dan dibumbui hoaks di media sosial. Mahfud difitnah islamophobi dan antibendera tauhid.

"Saya hanya bilang begitu. Titik. Tak ada urusan bendera tauhid atau urusan organisasi radikal. Di bagian mana saya antibendera tauhid atau islamophobi?" ungkap Mahfud, heran.

Mantan Menteri Pertahanan ini pun menegaskan, sejak dulu hingga kini, dirinya tak pernah mengaitkan bendera tauhid dengan gerakan radikal di Indonesia. Menurutnya, radikalisme adalah masalah sendiri yang tak ada kaitannya dengan bendera tauhid.

Baca Juga : Lomachenko Diprediksi Kanvaskan Campbell

"Kalau ada yang bisa menunjukkan bukti bahwa saya pernah mengaitkan bendera tauhid dengan radikalisme, maka yang bisa menunjukkan buktinya, saya beri Rp 10 juta rupiah setiap orang. Silakan cari di pernyataan pers, di televisi, di orasi atau halaqah, di pengajian, di rekaman wartawan, atau di mana saja. Kalau ada yang menemukan pernyataan saya seperti itu saya beri hadiah Rp 10 juta rupiah," tantang Mahfud.

Mahfud menegaskan, dirinya berhati tauhid. Semua anaknya saat lahir, ia bisiki dengan kalimat tauhid "Laa Ilaaha Illaa Allah, Muhammadun Rasulullah", bahkan sampai usia tiga bulan ketika anak-anaknya masih orok, di ubun-ubunnya yang masih lembut seperti bubur selalu ia bacakan kalimat tauhid dan salawat nabi.

"Cucu-cucu saya juga begitu, setiap ketemu saya pegang kepalanya sambil membacakan kalimat tauhid dan Shalawat nabi. Di rumah saya juga punya koleksi lukisan kaligrafi dan ukiran tauhid di kain, di kayu, maupun di batu yang diukir," jelas Mahfud.

Bagaimana jika ada yang menemukan pernyataan Mahfud tentang penolakannya atas bendera kalimat tauhid, dan yang menemukan sampai 1.000 orang, apakah dirinya akan mambayar sebesar Rp 10 miliar? "Saya tak perlu membayar itu karena saya tak penah mengaitkan bendera tauhid dengan radikalisme. Tak akan ada, wong saya tak pernah mempersoalkan bendera tauhid itu," jawab Mahfud disambut tepuk tangan meriah peserta dialog yang berlangsung di KBRI tersebut.

rakyat +62 @koen_tj03
@mohmahfudmd apa sebesar gaji anda sebulan,tapi takutnya nanti ada yg kecolongan.sudah capek jahit baju !
Ypcss#SaveMuslimUyghur#SaveRohingyaMuslim @iwan02007
@mohmahfudmd mau tanya nih kalau ada anak PKI jadi anggota dewan itu namanya kecolongan nggak?
Didi Abdillah Ahmad @budayakanbaca
@mohmahfudmd Tahu kabar bapak selamat saja itu sudah hadiah besar bagi sy yg memang pengagum bapak :)
Marsuci @Marsuci6
@mohmahfudmd Semoga selalu sehat dan sehat terus Kebaikan menjadi penerus nuntun untuk maju terus Abaikan yang disamping Yang suka mendelik Biar nenek yang nyubit Sukses selalu pk prof Derajat didekat Anda Tuhan memberkati
civilians @ttaaje
@mohmahfudmd Ya..dan mari qta nikmatilah sgla kmudhan, kebahagiaan dan ksnangan hidup yg Allah berikan,dgn berusaha utk tdk mmprsulit dan merusak kbhgiaan org lain,barakallaah prof.
Load Remaining (57)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.