0
Marsinah Milenial @AQUBINAL
A Thread – Petrus, Kebijakan Misterius A la Soeharto Petrus bukanlah nama seorang laki-laki, melainkan akronim dari Penembakan Misterius (Petrus). Salah satu fenomena menakutkan yang terjadi saat era Orde Baru, terutama bagi orang-orang dengan rekam jejak dalam dunia kriminal. pic.twitter.com/ZjKvK2kE7w
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Petrus merupakan operasi misterius, alias dirahasiakan oleh pemerintahan Soeharto di era 80-an. Tujuannya sangat mulia, yakni memberantas para pelaku kejahatan (preman) yang marak beraksi saat itu. pic.twitter.com/FwQEIDsCdh
Expand pic
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Petrus akan menangkap dan segera membunuh orang-orang yang "dianggap" mengganggu keamanan dan ketentraman masyarakat, khususnya di Jakarta dan Jawa Tengah.
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Operasi Petrus pertama kali dilakukan di Jogja sebagai bentuk pembersihan gali (Gabungan Anak Liar) pada tanggal 6 April 1983. Namun, Panglima Kowilhan II Jawa-Madura Letjen TNI Yogie S. kemudian berencana mengembangkannya di kota-kota lain (dilakukan secara tertutup).
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Soeharto menganggap Petrus sebagai treatment yang paling tepat dilakukan. Ia berdalih bahwa Petrus bukan operasi yang asal tembak, melainkan penembakan tersebut baru akan dilakukan setelah para “preman” melawan. pic.twitter.com/zvJ8kyQ0gN
Expand pic
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Namun pernyataan Soeharto berbeda dengan yang dikatakan oleh Pak Kentus, seorang target Petrus yang selamat. pic.twitter.com/pEJEkyUUBQ
Expand pic
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Kentus ditangkap sekitar tahun 1982/1983. Saat itu sedang ramai kampanye, ia sebelumnya sempat menjadi pengawal (satgas) Partai Golkar, namun tiba-tiba ada temannya yang kena tembak di Terminal Bus Giwangan Jogjakarta.
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Kentus mengaku ia tidak mengerti penyebab temannya ditembak, namun ketika ia ingin melayat teman-teman yang lain melarangnya. Menurut teman-teman Kentus, bila datang ke rumah duka akan sangat memungkinkan dirinya dijadikan target operasi berikutnya, alias bakal mati ditembak.
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Beberapa temannya juga mati ditembak setelah itu. Ada yang ditembak begitu tragis, di hadapan anak istrinya di sebuah kadang babi. Kentus benar-benar tidak mengerti penyebab penembakkan itu, tapi Soeharto berhasil menewaskan sekitar 30 orang (hanya di Jogja) untuk saat itu.
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Bila Petrus berlaku untuk para preman, Kentus dkk memang hidup di jalanan, namun ia tidak pernah mencuri atau memeras. Hal ini didukung oleh pernyataan para pengusaha Malioboro saat bersaksi ketika Kentus ditahan di Kodim. Mereka berkata bahwa Kentus tak pernah meminta uang.
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Saat ditahan di Kodim, Kentus dan temannya tidak mengalami penyiksaan, mungkin karena berkat dibantu juga oleh LBH. Namun, Kentus mengakui begitu banyak tahanan saat itu, sel-sel penuh, dan di tembok banyak ceceran darah. gambar: ilustrasi pic.twitter.com/oi9X2WUolQ
Expand pic
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Operasi Petrus lainnya juga tak kalah seram, mayat-mayat korban penembakkan kerap dibiarkan di jalanan, disaksikan banyak orang. Menurut Soeharto saat itu, hal tersebut dapat membuat jera preman lainnya. Ada juga yang dibuang ke sungai, laut, atau hutan. pic.twitter.com/O0Rt20wORZ
Expand pic
Expand pic
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Jumlah korban tewas dalam Operasi Petrus mencapai ribuan orang. Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) menghimpun, jumlah korban tertinggi operasi ini terjadi pada tahun 1983 (781 orang tewas).
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Pelanggaran HAM berat ini telah disorot oleh dunia internasional, hingga menghasilkan Amnesti Internasional yang tak pernah dianggap oleh Soeharto. Namun karena semakin banyak tekanan masyarakat dan dunia internasional, pemerintah Orba pun menghentikan operasi tersebut pada 1985. pic.twitter.com/7TNTCgw8FM
Expand pic
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Sebelumnya, Adam Malik (Mantan Wapres 1978-1983) mengajukan protes, “Jangan mentang-mentang penjahat berkerah dekil langsung ditembak, bila perlu diadili hari ini langsung besoknya dieksekusi mati. Setiap usaha yang bertentangan hukum akan membawa negeri ini pada kehancuran.” pic.twitter.com/E5DZbdVnPw
Expand pic
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Juga, Jenderal Purn. TNI Umar Wirahadikusumah, “Apakah tidak ada cara lain yang tidak usah menggunakan tindakan-tindakan drastik itu?” Namun, Soeharto tidak gentar. pic.twitter.com/as369GUfSs
Expand pic
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Soeharto hanya mengatakan... “Ya, nanti biar saya yang bertanggung jawab kepada Tuhan.” Komnas HAM menyelidiki, para pelaku Petrus sendiri terdiri dari aparat militer & sipil, seperti Koramil, Kodim, Kodam, Ketua RT/RW, ataupun lurah (yang tentu sudah mendapatkan daftar target). pic.twitter.com/2HMURvc2NH
Expand pic
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Walaupun para petinggi militer lainnya menolak, bahwa pemerintah atau instansinya terlibat dalam Pelanggaran HAM Berat ini, namun dalam buku biografi “Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya (1989)” ia mengakui pembunuhan-pembunuhan ini secara tidak langsung. pic.twitter.com/Chhlkvpla6
Expand pic
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Bandit kelas teri, maling kelas coro, memang hanya kantung sampah. Sementara kantung berlian lainnya, rapih tersimpan, dalam Pemerintah Orde Baru itu sendiri, dalam Soeharto, bahkan dalam seluruh Cendana. Ayo balikin harta negara yuk... daripada ditembak Petrus. Hehe. 🙂🔫 pic.twitter.com/OzQClOhrxL
Expand pic
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Sumber: Tempo, Asumsi, Historia, dan sumber-sumber lainnya.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.