0
Nusantara Link @lingkarpalapa
@M4ngU5il @ndorokakung @digeeembok @zoelfick @habibthink @KemenBUMN 1. Banyak pengusaha yang memulai usahanya mulai dari utang. Banyak pula yang menggunakan utang untuk memperluas bisnis atau merealisasikan ide-ide. #BebaskanMarunda pic.twitter.com/Mq8O9w9MQ6
Expand pic
Nusantara Link @lingkarpalapa
2. Namun sebelumnya, harus ada rencana yang matang sebelum memutuskan untuk mengambil utang. Pada kenyataannya, tidak sedikit pengusaha yang bangkrut karena mengambil pinjaman terlalu besar demi ekspansi. #BebaskanMarunda pic.twitter.com/2OP6is4yYU
Expand pic
Nusantara Link @lingkarpalapa
3. Jika dicermati lebih lanjut, rata-rata para pengusha tersebut memiliki satu kesalahan. Yaitu kurang atau bahkan nihil kalkulasi yang matang sebelum mengajukan utang. #BebaskanMarunda pic.twitter.com/H3fu2KLu7P
Expand pic
Nusantara Link @lingkarpalapa
4. Apa yang terjadi pada PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) ini pun menurut salah satu pendirinya, Yustian Ismail, tak terlepas dari persoalan ini. #BebaskanMarunda antaranews.com/berita/946139/…
Nusantara Link @lingkarpalapa
5. Layak untuk diketahui, sampai dengan semester I/2019, pendapatan KBN masih dibawah 20% dari target yang ditetapkan. #BebaskanMarunda pic.twitter.com/Itx4LoyQzC
Expand pic
Nusantara Link @lingkarpalapa
6. Dengan sumber pemasukan utama yang masih terhambat, tentunya laba usaha juga masih jauh dari target. Belum lagi perbandingan rasio dana lancar dan utang yang sangat jomplang. #BebaskanMarunda pic.twitter.com/Hql8HJzNzT
Expand pic
Nusantara Link @lingkarpalapa
7. Maka dari itu, Yustian menambahkan, jika KBN tidak mampu mencatatkan pendapatan dengan nilai fantastis pada bulan Agustus 2019 nanti, kondisi KBN di akhir tahun akan semakin terpuruk. #BebaskanMarunda pic.twitter.com/rXFTmVnaOO
Expand pic
Nusantara Link @lingkarpalapa
8. Alasan utamanya adalah kondisi keuangan perusahaan yang mulai memikul beban berat berupa banyaknya tagihan-tagihan yang sedang berebutan masuk. #BebaskanMarunda pic.twitter.com/UleDdwPRyx
Expand pic
Nusantara Link @lingkarpalapa
9. Bahkan, beberapa di antaranya ada yang jumlahnya sangat besar, seperti untuk pembiayaan pembangunan area C-4. Kecuali menambah pinjaman, utang-utang itu beresiko default. #BebaskanMarunda pic.twitter.com/8dU11iyUJl
Expand pic
Nusantara Link @lingkarpalapa
10. Seperti diketahui, KBN pada awalnya adalah Badan Usaha Milik Negara yang didirikan dengan tujuan menyewakan lahan untuk kawasan industri. #BebaskanMarunda pic.twitter.com/MsPW02PdcA
Expand pic
Nusantara Link @lingkarpalapa
11. Namun, dari situs resminya terlihat saat ini KBN memiliki lini usaha properti, logistik, rumah sakit, industri beton, pengelolaan air dan fasilitas umum. #BebaskanMarunda pic.twitter.com/2Ro9G3uw51
Expand pic
Nusantara Link @lingkarpalapa
12. Secara kasat mata, ekspansi yang dilakukan ini memang terlihat menjanjikan. Keran pendapatan perusahaan seharusnya dapat bertambah dengan bertambahnya jenis usaha yang dijalankan. #BebaskanMarunda pic.twitter.com/YhdLkA95KL
Expand pic
Nusantara Link @lingkarpalapa
13. Hanya saja, ketika rencana ekspansi itu tidak diperhitungkan dengan matang, maka yang terjadi adalah sebaliknya. Karena tentunya, dalam memperluas usaha ke bidang yang belum dikuasai, dibutuhkan investasi yang tidak sedikit. #BebaskanMarunda pic.twitter.com/CYU5aH1WrO
Expand pic
Nusantara Link @lingkarpalapa
14. Strategi yang diusung oleh HM Sattar Taba selaku Direktur Utama KBN ini memang terlihat menjanjikan. Tepat di hari ulang tahunnya yang ke-33, Sattar Taba dengan bangga menyampaikan perseroan pada 2018 berhasil meraup laba Rp149,784 M. #BebaskanMarunda jitunews.com/read/103851/hu…
Nusantara Link @lingkarpalapa
15. Dengan posisi neraca pada Desember 2018 pada Rp 2,17 triliun. KBN juga memperoleh penilaian sangat baik dari tim independen Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dengan skor good corporate governance (GCG) 88,07. #BebaskanMarunda pic.twitter.com/XHcZNOGdzp
Expand pic
Nusantara Link @lingkarpalapa
16. Terkait laporan keuangan ini, Yustian meminta pemerintah untuk menugaskan auditor independen yang profesional. Langkah ini diperlukan agar pemerintah dapat menggali permasalahan yang terjadi di dalam tubuh KBN secara lebih terbuka. #BebaskanMarunda pic.twitter.com/mAxVR31UoN
Expand pic
Nusantara Link @lingkarpalapa
17. Terlebih lagi dalam beberapa bulan terakhir ada kasus "goreng" laporan keuangan yang melibatkan 3 BUMN "besar", yakni PT Garuda Indonesia, PT PLN dan PT Pertamina. #BebaskanMarunda pic.twitter.com/iG8a9MeeAh
Expand pic
Nusantara Link @lingkarpalapa
18. Pemerintah seharusnya sadar ada tidak beres dengan KBN. Bayangkan saja, Yustian membeberkan, jumlah penyewa yang ada di kawasan berikat saat ini jauh berkurang, padahal itu adalah lini bisnis utamanya. #BebaskanMarunda pic.twitter.com/7MMOSueD2s
Expand pic
Nusantara Link @lingkarpalapa
19. Dia pun memperkirakan ada sekitar 60 perusahaan hengkan dari Kawasan Marunda tersebut akibat kebijakan yang terus berubah dan tidak menghargai kontrak kerja sama. #BebaskanMarunda pic.twitter.com/XStr0gI0bw
Expand pic
Nusantara Link @lingkarpalapa
20. Akibat terlalu sibuk berkonflik, KBN melupakan kewajiban dan tanggung jawab mereka sebagai pengelola kawasan. Alhasil infrastruktur, seperti jalanan, pun terbengkalai. #BebaskanMarunda pic.twitter.com/Il3r4aa0kG
Expand pic
Nusantara Link @lingkarpalapa
21. Terbaru, KBN pun sepertinya ingin kembali melebarkan sayapnya ke lini usaha baru. Hanya saja, usahanya kali ini ditempuh dengan cara merebut proyek yang telah dikembangkan oleh investor sebelumnya. #BebaskanMarunda pic.twitter.com/tMvXhiBeRa
Expand pic
Nusantara Link @lingkarpalapa
22. Hingga saat ini, usaha merebut Pelabuhan Karya Cipta Nusantara (KCN) Marunda telah sampai tahap Kasasi di Mahkamah Agung setelah sebelumnya dua kali memenangkan gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. #BebaskanMarunda pic.twitter.com/9YGRV6gErf
Expand pic
Nusantara Link @lingkarpalapa
23. Semangat yang menggebu dari BUMN untuk bisa memberikan keuntungan bagi negara seharusnya tidak merugikan pihak lain. Memaksakan keuntungan instan dengan memaksakan diri berekspansi memberikan beban yang berlebih pada keuangan perusahaan. #BebaskanMarunda pic.twitter.com/Af6GQzY6oP
Expand pic
Nusantara Link @lingkarpalapa
24. Akibatnya, bukannya keuntungan yang didapat, namun malah perusahaan terjerat hutang yang semakin menggunung. #BebaskanMarunda pic.twitter.com/UjQGGQpdpI
Expand pic
Load Remaining (1)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.