1
cia @plutrous
HACHISHAKUSAMA [A CREEPYPASTA STORY] —sebuah utas— pic.twitter.com/2G8k6RcHvW
Expand pic
cia @plutrous
Kakek nenekku tinggal di Jepang. Setiap musim panas, orgtuaku akan membawaku kesana pd hari libur utk mengunjungi mereka. Mereka tinggal di sebuah pedesaan kecil dan mereka memiliki halaman belakang yg luas. Aku suka bermain disana selama musim panas.
cia @plutrous
Saat kami tiba, kakek nenekku selalu menyambutku dgn tangan terbuka. Aku adlh satu2nya cucu mereka, jd mereka memanjakanku. Terakhir kali aku melihat mereka adalah pd saat musim panas ketika aku berusia 8 tahun.
cia @plutrous
Seperti biasa, orgtuaku memesan tiket pesawat ke Jepang, dan kami berkendara dr bandara ke rumah kakek nenekku. Mereka sngt senang melihatku dan punya banyak hadiah kecil utk diberikan kpdku. Orgtua ku ingin menghabiskan wkt berdua saja, jd stlh bbrp hari, mrk melakukan-c
cia @plutrous
c-perjalanan ke daerah lain Jepang, meninggalkanku dlm pengawasan kakek dan nenek. Suatu hari, akh sdg bermain diluar di halaman blkg. Kakek dan nenekku berada di dalam rumah. Saat itu cuaca panas di musim panas dan aku berbaring di rerumputan utk beristirahat.
cia @plutrous
Aku menandangi awan2 dan menikmati sinar matahari yg lembut dan angin sepoi2. Pd saat aku baru saja akan bangun, aku mendengar sebuah suara aneh. “Po..po..po..po..po..po..” Aku tdk tau suara apa itu, dan sulit utk mengetahui drmn suara itu berasal.
cia @plutrous
Suaranya hampir spt seseorang spt berbicara sendiri. Spt mereka hanya mengucapkan “po..po..po..” terus menerus dg suara maskulin yg dalam. Aku melihat ke sekeliling, mencari sumber suara tsb ketika tbtb aku melihat sesuatu diatas pagar tinggi yg mengelilingi halaman blkg.
cia @plutrous
Itu adlh sebuah topi jerami. Benda itu tdk tergeletak diatas pagar, tp berada di baliknya. Disitulah suara itu berasal. “Po..po..po..po..po..po..” Kemudian, topi itu mulai bergerak, spt ada seseorang yg memakainya. Topi itu berenti pd sebuah celah kecil di pagar.
cia @plutrous
Aku bs melihat sebuah wajah sdg mengintip. Ia adalah seorang wanita. Tetapi pagar itu sangatlah tinggi...hampir 8 meter tingginya. Dan wanita itu tingginya hampir sama dgn pagar. Aku terkejut melihat betapa tingginya wanita itu. Aku bertanya2 apakah ia mengenakan jangkungan-c
cia @plutrous
c-atau semacam sepatu berhak sangat tinggi. Lalu, sepersekian detik kemudian, wanita itu berjalan pergi dan suara aneh itu pun ikut menghilang bersamanya, menghilang dr pandangan. Merasa bingung, aku bangun dan berjalan masuk ke rumah. Kakek dan nenekku sdg minum teh di dapur.
cia @plutrous
Aku duduk di meja, dan stlh bbrp saat, aku menceritakan pd mereka apa yg telah aku lihat. Mereka tdk terlalu memperhatikanku sampai aku menyebutkan suara aneh itu. “Po..po..po..po..po..” Tak lama stlh aku mengucapkan itu, mereka berdua tbtb membeku.
cia @plutrous
Mata nenek mulai melebar dan ia menutup mulutnya dgn tangannya. Wajah kakek nampak sgt serius dan ia menarik tanganku. “Ini sangat penting,” katanya dgn nada kuat. “Kau hrs benar2 memberitahu kami.. Seberapa tinggi dia?” “Setinggi pagar kebun.” Jawabku, mulai merasa ketakutan.
cia @plutrous
Kakekku memborbardirku dgn pertanyaan2 ini.. “Dimana dia berdiri? Kapan ini terjadi? Apa yg kau lakukan? Apakah ia melihatmu?” Aku mencoba menjawab semua pertanyaan sebisaku. Ia tbtb bergegas pergi ke lorong dan menelepon. Aku tdk bs mendengar apa yg ia katakan.
cia @plutrous
Aku melihat ke arah nenekku dan dia terlihat gemetar. Kakekku kembali ke dalam ruangan dan berbicara pd nenekku. “Aku hts keluar sebentar,” katanya. “Kau tinggal disini bersama anak itu. Jgn lepaskan pandanganmu darinya sedikitpun.” “Apa yg terjadi kakek?” tangisku.
cia @plutrous
Dia melihatku dgn ekspresi sedih di matanya dan berkata, “Kau telah disukai oleh Hachisakusama.” Bersama dgn itu, ia bergegas masuk ke dalam truknya dan pergi. Aku berbalik ke nenekku dgn hati2 bertanya, “siapa Hachisakusama?”
cia @plutrous
“Jangan khawatir,” katanya dgn suara gemetar. “Kakek akan melakukan sesuatu. Kau tidak perlu khawatir.” Saat kami duduk di dapur dgn gugup sambil menunggu kakekku kembali, dia menjelaskan apa yg sdg terjadi. Dia menceritakan pdku bahwa ada makhluk berbahaya yg menghantui-c
cia @plutrous
c-daerah tsb. Mereka memanggilnya “Hachisakusama” krn tingginya. Dalam bahasa Jepang, “Hachisakusama” artinya “Si Tinggi Delapan Meter”. Ia berwujud seorg wanita yg sgt tinggi dan ia mengeluarkan suata spt, “po..po..po..” dg suara pria yg dalam.
cia @plutrous
Wujudnya trkdg berbeda, tergantung siapa yg melihatnya. Beberapa org mengatakan ia terlihat spt seorg wanita tua kurus kering berpakaian kimono, dan yg lainnya mengatakan ia adlh seorg gadis dgn kain kafan putih. Satu hal yg tdk berubah adlh tingginya dan suara yg ia buat.
cia @plutrous
Pd zaman dahulu, ia ditangkap oleh para biksu dan mereka berhasil memenjarakannya di sebuah reruntuhan bangunan di pinggiran pedesaan. Mereka menjebaknya dgn menggunakan 4 patung religius kecil yg disebuh “Jizo”, yg mereka tempatkan di sebelah Utara, Selatan, Timur, dan Barat-c
cia @plutrous
c-reruntuhan dan seharusnya makhluk itu tdk bs pergi dr sana. Entah bgmn, makhluk itu bs lolos. Terakhir kali makhluk itu muncul adlh 15th yg lalu. Nenekku berkata bahwa siapapun yg melihatnya ditakdirkan akan mati dlm bbrp hari.
cia @plutrous
Semuanya trdngr gila, aku tak yakin apa yg hrs kupercayai. Ketika kakek kembali, ada seorg wanita tua bersamanya. Dia memperkenalkan dirinya sbg “K-san” dan ia menyerahkan padaku selembar perkamen kusut dan berkata, “Ini, ambil dan peganglah.”
cia @plutrous
Lalu, dia dan kakekku pergi ke atas utk melakukan sesuatu. Aku ditinggalkan sendirian di dapur bersama nenekku lg. Aku ingin ke kamar mandi. Nenek mengikutiku ke kamar mandi dan tdk memperbolehkanku menutup pintunya. Aku mulai merasa benar2 ketakutan dgn semua ini.
cia @plutrous
Stlh bbrp saat, kakek dan K-san mengajakku ke atas dan membawaku ke kamarku. Jendela2nya tlh ditutupi oleh kertas koran dan banyak rune kuno dituliskan pd kertas2 itu. Ada mangkuk kecil berisi garam di 4 setiap sudut ruangan di atas sebuah kotak kayu.
cia @plutrous
Disana jg terdapat sebuah ember berwarna biru cerah. “Untuk apa ember itu?” tanyaku. “Itu utk buang air kecil dan buang air besar.” Jawab kakek. K-san mendudukkanku di tempat tidur dan berkata, “Sebentar lg matahari akan terbenam, jd dengarkan baik2.
Load Remaining (45)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.